Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Jalur Transportasi Tol dan Kereta Mengelilingi Kota Industri Tangerang

Oleh: Redaksi Bernas•31 Oktober 2017
Jalur Transportasi Tol dan Kereta Mengelilingi Kota Industri Tangerang
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Tangerang merupakan daerah yang dijuluki kota seribu industri Pasalnya kota yang merupakan salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta ini memiliki banyak perusahaan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 31 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Tangerang merupakan daerah yang dijuluki kota seribu industri. Pasalnya, kota yang merupakan salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta ini memiliki banyak perusahaan dan pabrik di wilayah ini.

Kota Tangerang ini juga merupakan kota sebagai daerah lintasan yang dikelilingi oleh jalur transportasi mulai dari Tol Kunciran- Bandara Soekarno Hatta (Soetta) hingga rel kereta api (KA) Bandara Soetta.

Konsep pembangunan ini sesuai blueprint kota aerotropolis atau penerbangan yang diusung kota bertajuk seribu industri dan sejuta jasa yang menjadikan Bandara Soetta sebagai model pembangunannya. 

Seperti dikatakan Said Endrawiyanto, selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, progres dari pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soetta masih tahap pembebasan lahan.

?Progresnya sedang tahap pembebasan lahan. Karena di Kota Tangerang terkait dengan tol harus kami sinkronkan dengan tiga jalur transportasi,? ungkap Said.

Pertama terkait dengan jalur lintasan KA Bandara Soetta, kedua, jalur Light Rail Transit (LRT) KA Bandara Soetta, dan ketiga, jalur KA Bandara Soetta non tol.

Jalur itu butuh koordinasi dari pemerintah pusat. 

?Ada beberapa lahan di Kota Tangerang yang jika di trase lajur tol dan kereta api itu berhimpit sehingga harus kami selesaikan pembebasannya agar masyarakat tidak dirugikan atau terisolasi,? jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar dibuat spot yang pembebasan lahannya nanti dibayar PT KAI dan pihak tol. Saat ini usulan tersebut sudah diterima dan tinggal menunggu eksekusi dari warganya.

 ?Kalau bidang tanah yang dibebaskan baru 10%-20%. Totalnya ada dua bidang.

Yang pertama di sekitar Benda, itu sudah dibebaskan. Yang kedua di Kunciran, itu juga sudah kami bebaskan,? paparnya.

Lebih lanjut Said mengatakan, terkait wilayah yang belum dibebaskan, dirinya tidak terlalu khawatir. Sebab lahan itu banyak berada di kawasan pengembang dan lahannya sudah ada sehingga tinggal pembayarannya saja.

?Semua biaya pembebasannya ada di pemerintah pusat.

Pembebasan secara keseluruhan itu hampir Rp2-3 triliun untuk pembebasan lahannya saja. Target 2018 diharapkan semuanya sudah selesai,? imbuhnya.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Sementara dipihak lain, Dadi Budaeri selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengungkapkan, pembangunan Tol Bandara Soetta ada dua ruas dan pembebasan lahannya memakai dana dari APBN senilai Rp2-3 triliun. 

?Dari kebutuhan Rp3 triliun, pemerintah pusat hanya mengalokasikan sekitar Rp500-600 miliar. Kami sudah menyurati pihak kementerian dan Presiden supaya dijadikan skala prioritas,? jelas Dadi. 

Said menambahkan, antara Benteng Betawi sampai dengan Jalan Daan Mogot akan ada elevated.

Sedikitnya ada tiga elevated yang dibangun. Kedua di dekat bandara dan ketiga yang menyeberang tol. 

?Kalau tidak ada elevated akan menabrak kereta. Itu tol, di beberapa spot dia ke atas.

Ada tiga spot yang dibangun elevated . Nanti Kota Tangerang, kota yang selalu terbelah jalur transportasi,? jelas Said.

Apalagi jika LRT dari kota ke Bandara Soetta dan dari Rawa Buntu ke Bandara Soetta sudah terbangun. Akses transportasi di kota ini akan terlihat semakin rumit dan tertata dengan rapi.

?Untuk kereta bandara sudah selesai, tinggal fisiknya saja.

Tetapi, ada yang ingin saya sampaikan kepada pemerintah pusat tentang perlunya lintasan kereta sebidang untuk mengurai kemacetan,? ungkapnya.

Seperti di Jalan Maulana Hasanudin misalnya, jika kereta bandara lewat 10 menit sekali dan tidak ada lintasan sebidang, maka di kawasan itu akan menjadi titik kemacetan baru yang stagnan. 

?Selain di Jalan Maulana Hasanudin di wilayah Benda, tepatnya di Jalan Husen Sastranegara, dan di wilayah perbatasan Cengkareng, juga perlu dibuatkan lintasan-lintasan sebidang lainnya,? imbuh Said.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar dibuatkan feeder-feeder bus untuk penumpang KA Bandara Soetta. Apalagi saat ini Terminal Poris Plawad sudah menjadi tipe A yang dikelola oleh pusat. 

?Terminal Poris Plawad sudah menjadi milik pusat sehingga segera diberikan angkutan umum massal yang memadai. Karena jika tidak, tidak akan efektif.

Terminal saat ini belum ditata,? paparnya.

Untuk pengelolaan Terminal Poris, pihaknya siap menghibahkan 2 hektare bidang tanah di kawasan itu agar terminal tersebut bisa berjalan efektif serta menjadi terminal transmoda.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Jalur Transportasi Tol dan Kereta Mengelilingi Kota Industri Tangerang?

Tangerang merupakan daerah yang dijuluki kota seribu industri Pasalnya kota yang merupakan salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta ini memiliki banyak perusahaan...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#finansial#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Jalur Transportasi Tol dan Kereta Mengelilingi Kota Industri Tangerang”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.