Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Asrama Kung Fu Ini Dihuni Anak-anak Yatim Piatu Afrika

Oleh: Redaksi Bernas•23 Oktober 2017
Asrama Kung Fu Ini Dihuni Anak-anak Yatim Piatu Afrika
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Siapa bilang asrama perguruan kung fu hanya bisa ditemukan di Tiongkok? Di Afrika, tempat macam itu juga bisa ditemukan. Namun bukan sekedar karena lokasinya, a..."

🗓️ Dipublikasikan pada 23 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

Bernas.id ? Siapa bilang asrama perguruan kung fu hanya bisa ditemukan di Tiongkok? Di Afrika, tempat macam itu juga bisa ditemukan. Namun bukan sekedar karena lokasinya, arsama kung fu ini berbeda dari tempat-tempat sejenis.

Penghuni asrama kung fu yang tersebar di sejumlah negara Afrika ini adalah anak-anak yatim piatu setempat.

Asrama merangkap panti asuhan tersebut adalah Amitofo Care Center yang didirikan oleh Hui Li, seorang biksu asal Taiwan. Li mengaku terdorong untuk mendirikan jaringan asrama ini setelah ia melihat ada begitu banyak anak-anak di Afrika yang menjadi yatim piatu usai ditinggal mati orang tuanya.

Asrama panti asuhan kung fu pertamanya didirikan pada tahun 2005 di Malawi. Sekarang asrama tersebut menampung setidaknya 500 orang anak yatim piatu.

Di sini, mereka bukan hanya diberi makanan dan tempat tinggal gratis, tetapi juga menerima pendidikan kung fu, agama Buddha, serta pendidikan dasar seperti membaca dan berhitung.

Anak-anak yang menempati asrama ini akan menerima pendidikan tersebut hingga berusia 18 tahun. Sesudah itu mereka akan diberi pilihan mau melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas atau bidang keterampilan lainnya. Sebanyak 26 orang lulusan asrama ini bahkan berhasil diterima di universitas Taiwan.

Malawi bukanlah satu-satunya negara di mana asrama Amitofo didirikan.

Asrama-asrama serupa juga dapat ditemukan di Lesotho, Namibia, hingga Swaziland.

Amitofo sendiri adalah lembaga kemanusiaan nonpemerintah yang mendapatkan dananya dari sumbangan sukarela para donatur.

Sebanyak 70 persen dana yang diterima Amitofo dilaporkan berasal dari donatur Taiwan dan Hong Kong.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram