Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Jokowi: Kita Bangun Infrastruktur, Kejar Ketertinggalan

Oleh: Redaksi Bernas•18 Oktober 2017
Jokowi: Kita Bangun Infrastruktur, Kejar Ketertinggalan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk memenangkan persaingan di era global ini adalah pembangunan infrastruktur...."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas. id ? Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk memenangkan persaingan di era global ini adalah pembangunan infrastruktur. Infrastruktur adalah pondasi palinh dasar bagi sebuah negara.

Hal ini disampaikan Jokowi saat sertifikasi tenaga kerja konstruksi serentak di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

“Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara negara lain, bisa berkompetisi dengan negara-negara lain dan memenangkannya kalau infrastruktur kita tertinggal,” ungkap Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo di hadapan ribuan tenaga kerja konstruksi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10/17).

Ia pun membandingkan kondisi infrastruktur Indonesia dengan negara lain.

“Jalan tol, bandingkan dengan negara lain. Jalur kereta api, bandingkan dengan negara lain.

Pelabuhan, airport bandingkan, kita lebih baik atau lebih tidak baik?” tanya Jokowi kepada para tenaga kerja yang mengikuti sertifikasi.

Baca Juga Dihitung-hitung, Jokowi Berhasil Bangun 2.623 Kilometer Jalan Tol

Para pekerja konstruksi yang hadir menjawab kompak bahwa infrastruktur di Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Pembangunan infrastruktur di berbagai daerah mulai jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan bandara pun digenjot pada era pemerintahan Presiden Jokowi.

“Iya, baru sekarang ini kita bangun bangun (infrastruktur) terus kan. Itu untuk mengejar ketertinggalan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi mencontohkan biaya transportasi di Indonesia dua kali lipat lebih mahal dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Alasannya, infrastruktur transportasi di Indonesia masih belum baik.

Pemerintah selama tiga tahun belakangan bekerja untuk menyelesaikan semua proyek infrastruktur agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

Presiden menekankan semua infrastruktur yang dibutuhkan rakyat tidak akan terbangun dengan sendirinya.

Pembangunan bisa berjalanan dengan baik karena ada kontribusi besar dari sumber daya manusia yang andal, terampil, dan terlatih.

Artinya, pembangunan infrastruktur bukan hanya membutuhkan tenaga-tenaga konstruksi dalam jumlah yang besar, tapi juga yang terlatih, terampil, dan bersertifikat. Pemerintah menyediakan program sertifikasi untuk pekerja konstruksi ini.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram