JAKARTA, Bernas.id ? Studi kelayakan kereta cepat Jakarta-Surabaya masih terus berjalan. Uji kelayakan yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) utamanya terkait rute.
Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT, Rizqon Fajar menerangkan pembangunan kereta kencang Jakarta-Surabaya akan lebih murah jika mengikuti Right of Way (ROW) PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI). Artinya, pembangunan jalur kereta kencang Jakarta-Surabaya nantinya dibangun di sisi jalur kereta eksisting milik KAI.
Sedangkan jika dibangun di jalur baru yang membutuhkan pembebasan tanah warga, diperkirakan menelan biaya yang lebih tinggi.
Sementara, proses pembebasan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Kalau lewatin banyak rumah kan mahal pembebasannya. Pakai tanah negara atau ROW KAI lebih mudah dan murah,” ungkap Rizqon, Jakarta, Selasa (12/9/17).
Namun, kemungkinan penggunaan lahan di sepanjang jalur kereta eksisting, tidak menutup kemungkinan harus membebaskan lahan milik warga.
“Kalau enggak bisa, pakai tanah orang,” imbuhnya.
Baca Juga Didanai JICA. Indonesia Diminta Segera Tentukan Rute Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Pemerintah Jepang meminta Pemerintah Indonesia segera memilih lokasi untuk jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya.

