HarianBernas.com – Garam menjadi salah satu bumbu masakan yang sangat diperlukan ketika akan memasak sesuatu. Tidak hanya itu, garam juga sering digunakan untuk mengusir ular saat berkemah. Ada berbagai informasi tentang manfaat dan asal-usul garam yang belum diketahui kebenarannya.
Tahukah Anda, di beberapa daerah masyarakat tidak hanya menggunakan garam sebagai bumbu dapur saja.
Garam bisa digunakan untuk berbagai macam aktivitas dan kegiatan. Berikut ini, berbagai fakta menarik di balik asinnya garam, seperti yang dilansir dari cnn, yaitu:
1. Padang Garam yang Paling Besar di Dunia, Salar de Uyuni
Fakta pertama di balik asinnya garam adalah di dunia ini terdapat padang garam terbesar.
Lebih tepatnya, padang garam terbesar ini ada di Bolivia. Salah satu hal yang mengagumkan dari padang garam terbesar di dunia ini adalah kelihatan seperti cermin.
Ketika berkunjung ke sana dan melihat padang garam terbesar di dunia itu, Anda akan seolah berada di dalam cermin raksasa.
Padang garam terbesar di dunia ini berada di Salar de Uyuni.
Sekarang, daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata yang mampu menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia.
2. Gaji Tentara Romawi Adalah Garam
Fakta kedua di balik asinnya garam adalah garam dijadikan sebagai gaji bagi para tentara Romawi. Dahulu, garam menjadi salah satu barang yang sangat mewah dan langka.
Karena keistimewaan dari garam inilah yang membuat tentara Romawi digaji dengan menggunakan garam. Mereka tetap menerima mata uang Roma, yang selanjutnya akan ditukar dengan garam.
Karena keistimewaan garam pada zaman dahulu yang tiada duanya, inilah yang membuat garam setara dengan emas pada zamannya.
3. Di Cina, Garam Dimanfaatkan dalam Suatu Ritual
Fakta ketiga di balik asinnya garam adalah bahan yang satu ini digunakan dalam sebuah ritual di Tiongkok.
Garam memang memiliki banyak manfaat yang sayang untuk dilewatkan. Namun, tahukah Anda apabila Anda mengonsumsi garam terlalu banyak maka hal ini akan membawa Anda pada kematian.
Takaran yang aman apabila Anda ingin mengonsumsi garam adalah kurang dari 1 gram per kg berat badan yang dimiliki, misalnya Anda memiliki berat badan 50 kg maka apabila mengonsumsi garam sebanyak 50 gram, akan membawa Anda pada kematian.
Anda dituntut untuk tidak mengkonsumsi garam sebanyak 50 gram.
Inilah yang membuat garam sering digunakan pada ritual bunuh diri di negara Tiongkok. Lebih tepatnya, garam akan digunakan pada mereka yang berasal dari kaum bangsawan untuk bunuh diri. Hal ini dikarenakan pada saat itu harga garam masih sangat mahal dan sangat tinggi.
Tidak heran jika hanya kaum bangsawan saja yang bisa membeli garam.
4. Dijadikan Sebagai Alat Jual Beli
Fakta keempat di balik asinnya garam adalah dijadikan sebagai alat jual beli. Di Etiopia, garam rupanya digunakan sebagai alat pembayaran.
Bisa dikatakan bahwa di daerah ini masih menggunakan sistem barter. Mereka memanfaatkan garam agar bisa mendapatkan berbagai macam barang yang lain.
Perlu diketahui apabila masyarakat Etiopia ingin mendapatkan garam, mereka harus menempuh perjalanan di gurun dengan suhu 34 derajat celcius.
Mereka dituntut untuk mampu menempuh gurun ini terlebih dahulu agar bisa mendapatkan alat barter jual beli atau garam.
Diperlukan perjuangan yang sangat keras bagi mereka apabila ingin mendapatkan berbagai kebutuhan sehari-hari.

