HarianBernas.com – Pakaian tidak hanya berfungsi menutup aurat, lebih dari itu desain atau motif busana sendiri bisa menggambarkan pribadi seseorang.
Seperti prestasi yang ditorehkan Kharolin Hilda Amazona mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga berhasil menjadi juara peringkat II. Ia mampu meraih medali perak dalam lomba desain dan peragaan busana muslim/ah pada acara Pekan Ilmiah Olah Raga seni dan Riset (PIONIR) VIII 2017, Sabtu (29/4/17).
UIN Ar-Raniry selaku Panitia Pusat sengaja menambahkan cabang perlombaan bidang seni, yakni lomba desain dan peragaan busana muslim/ah dengan tipe pakaian modes tapi syar?i. Jenis lomba ini baru pertama kalinya digelar.
Lomba ini dihelat untuk menambah semaraknya PIONIR VIII yang digelar pada 26 April-1 Mei 2017.
Perlombaan yang diikuti 19 kontingen dimulai pada pukul 09.30 WIB.Sementara, acara dipusatkan di Museum UIN Ar-Raniry Band Aceh.
Busana muslimah memiliki gaya tarik tersendiri dikalangan masyarakat. Terutama para remaja perempuan yang memiliki selera pakaian dengan style tinggi dan bervariasi.
Style busana dengan model sport casual yang dirancang Kharolin adalah perpaduan konsep modern dan tradisional dalam satu tema yaitu ?amaze?.
Desain ini mengambil nilai spiritual Masjid Raya Baiturrahman Aceh dan motif batik Kawung Jogja.
Model ini sangat cocok untuk busana keseharian pribadi muslimah yang aktif, modern dan dinamis.
?Dari Aceh inspirasi desain busana pola berundak pada bagian masjid dan payung raksasanya, dimana bentuk berundak terealisasi pd bagian dada busana dan payung raksasa pada bagian bahu busana.
Batik Kawung merupakan batik jogja yg mempunyai filosofi keinginan dan usaha yang keras akan selalu membuahkan hasil,? ungkap Kharolin.
Kharolin menerangkan ciri gaya busana ini yaitu busana yang praktis dan nyaman saat dipakai. Model urban hijab yang tersusun dari celana slimfit (pensil) dan blouse berpinggang. Selain itu ditambah dengan bahan crepe dan katun memberi kesan busana berhijab yang dipengaruhi budaya perkotaan.
Busana ini terkesan memberikan rasa nyaman bagi penggunanya.
?Meski ingin tampil trendy dalam berbusana kita mesti memperhatikan etika dan estetikanya sebagai perempuan. Tak luput juga faktor budaya bisa memberi nuansa yang menarik dalam berpakaian. Dengan memperkenalkan batik kepada khalayak luar, kita turut serta melestarikan budaya Indonesia? terang Kharolin.
Pada PIONIR VIII memiliki 4 kategori, yakni bidang ilmiah, olahraga, seni dan riset.
Di bidang ilmiah terdiri dari 4 kompetisi, yaitu debat bahasa Arab, debat bahasa Inggris, Musabaqah makalah Qur'an (MMQ), dan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK).
Di bidang olahraga terdiri dari perlombaan futsal, voli, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, sepak takraw, basket, karate dan pencak silat. Kemudian di bidang seni, yaitu Musabaqah Tilawah Qur'an, Musabaqah Hifdzil Qur'an, kaligrafi, pop solo Islami, desain dan peragaan busana muslim, puitisasi Al Qur'an, marawis dan Musabaqah Syahril Qur'an. Untuk bidang riset sendiri ada dua perlombaan, yaitu karya tulis dan karya inovatif mahasiswa.
Dari semua kategori yang dikompetisikan itu diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang unggul.

