Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Usut Pelaku Teror Novel, Pegawai KPK Minta Presiden Bentuk Tim Independen

Oleh: Redaksi Bernas•12 April 2017
Usut Pelaku Teror Novel, Pegawai KPK Minta Presiden Bentuk Tim Independen
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA HarianBernas com Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Kamis 13 04 17 menggelar aksi damai dan doa bersama untuk kesembuhan penyidik senior..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 April 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (13/04/17) menggelar aksi damai dan doa bersama untuk kesembuhan penyidik senior KPK Novel Baswedan, yang tengah menjalani perawatan intensif di Singapura, akibat penyiraman air keras yang dilakukan oknum tak dikenal Selasa (11/04/17).

Dalam aksi damai tersebut ratusan pegawai yang tergabung dalam wadah pegawai KPK, menuntut agar Presiden tak berdiam diri menghadapi kasus penyerangan yang dialami mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu tersebut. Para pegawai meminta agar presiden membentuk tim gabungan yang bersifat independen, demi membongkar perkara ancaman terhadap Novel, lebih jauh kepada para pegawai KPK lain.   

“Kami konsisten meminta dan mendorong Presiden untuk bongkar berbagai teror pada KPK melalui pembentukan tim gbungan pencari fakta secara independen, yang libatkan berbagai pihak, baik dari internal maupun eksternal pemerintah,” kata Wakil Ketua I wadah pegawai KPK, Heri Nurudin, saat membacakan pernyataan sikap di lobi gedung KPK, Kamis (13/04/17) petang.

Sementara itu, terkait hal yang menimpa Novel, pegawai KPK menegaskan jika pihaknya tidak gentar menghadapi upaya teror yang dilakukan oleh para koruptor.

“Kami pegawai KPK menyatakan bahwa kejadian yang menimpa Novel tidak menyurutkan semangat kami untuk memberantas korupsi,” imbuhnya dengan nada berapi-api.

Untuk melancarkan tugasnya dalam memberantas korupsi, pihaknya pun meminta dukungan kepada semua elemen masyarakat Indonesia, agar mudah dalam memberantas korupsi.

“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia terlibat aktif dan terus mendukung upaya kitbersama untuk mencegah dan berantas korupsi sampai akar-akarnya,” tukasnya.

Seperti diketahui, pada Selasa (13/04/17) pagi, usai menunaikan ibadah sholat shubuh, Novel Baswedan tiba-tiba disiram air keras oleh dua oknum tak dikenal ketika hendak pulang ke rumahnya. Atas siraman air keras tersebut, Novel langsung dibawa ke RS.

Mitra Keluarga Kelapa Gading. Setelah sempat dirawat beberapa jam, dokter merujuknya ke RS. Jakarta Eye Center.

Selanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, atas permintaan keluarga, penyidik senior KPK tersebut dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram