Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Marissa Mayer Lengser, Begini Nasib Yahoo!

Oleh: Redaksi Bernas•16 Maret 2017
Marissa Mayer Lengser, Begini Nasib Yahoo!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pengunduran diri Marissa Mayer diumumkan dalam dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika ?Serikat pada awal bulan Januari lalu...."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Maret 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com – CEO Marissa Mayer mengundurkan diri dari jajaran direksi. Pengunduran diri Marissa Mayer diumumkan dalam dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat pada awal bulan Januari lalu.

Saat itu tidak dijelaskan secara detail mengenai apakah Mayer sekaligus melepas jabatan sebagai CEO atau tidak.

Dua bulan setelah pengunduran diri Marissa Mayer, status Mayer sekarang sudah jelas bahwa dia akan melepas jabatan sebagak CEO Yahoo seteleh lima tahun memimpin.

Hal tersebut tertera pada dokumen teranyar yang dibuat tanggal 10 Maret 2017 dan dipublikasikan pada Senin (13/3/2017) di laman investor Yahoo.

Tidak hanya Mayer saja yang mengundurkan diri, tetapi CFO Yahoo  yakni Kenneth Goldmann juga akan angkat kaki dari perusahaan yang pernah berjaya pada era 2000-an awal itu.

Mayer dan Kenneth secara resmi akan melepas jabatannya setelag proses akuisi Verizon-Yahoo selesai pada kuartal II 2017 nanti.

Thomas J. Mclnerney adalah CEO Yahoo yang menggantikan Mayer.

Thomas J. Mclnerney sebelumnya merupakan CFO perusahaan internet InterActiveCorp (IAC). Mclnerney sejatinya sudah menjadi anggota direksi Yahoo sejak 2012 lalu.

Lantas posisi CFO Yahoo akan diisi oleh Alexi A.

Wellman yang sempat menjabat VP Finance Yahoo dari 2013 hingga 2015.

Diketahui, Yahoo akan segera menjadi bagian dari perusahaan telekomunikasi AS, Verizon. Perjanjian antar kedua perusahaan sudah terjadi sejak pertengahan 2016 lalu.

Tatapi ada beberapa masalah yang menyebabkan proses akuisisi terhambat, salah satu masalah yang menghambat proses akuisisi yaitu masalah terkait dengan kebocoran data pengguna Yahoo yang masif. Alhasil, Verizon meminta dilakukan revisi nilai akuisisi.

Pada awalnya Verizon menyetujui akan membeli Yahoo dengan harga sebesar 4,83 dolar AS atau Rp 64,5 triliun.

Namun nilai tersebut menciut menjadi 350 juta dollar AS menjadi 4,48 miliar dollar AS atau Rp 59,7 triliun.

Jadwal proses akuisisi Yahoo oleh Verizon yakni selesai pada kuartal II 2017. Bersamaan dengan jadwal tersebut, maka CEO Mayer akan melepas jabatannga sebagai pemimpin eksekutif di perusahaan internet tersebut. Perusahaan menjanjikan pesangon kepadanya sebesar 23 juta dollar AS atau setara dengan Rp 307 miliar.

Besarnya pesangon yang diberikan perusahaan kepada Mayer telah tertera pada dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat pada tanggal 10 Maret 2017.

Disebutkan bahwa jika CEO Yahoo dipecat atau meninggalkan perusahaan dalam waktu setahun pasca akuisisi, pesangon yang akan diterima yakni 23 juta dollar AS.

Namun, untuk mendapatkan pesangon tersebut ada syarat yang harus dipenuhi.

Sebagaimana dirangkum  dalam berbagai sumber, Selasa (14/3/2017) diperoleh informasi bahwa CEO harus diberhentikan tanpa tersangkut kasus atau dia meninggalkan perusahaan dengan alasan yang baik. Seperti yang  tertera pada dokumen yang diunggah ke laman investor Yahoo.

Selama bekerja di perusahaan tersebut Mayer tidak pernah tersangkut kasus pribadi apapun di Yahoo. Sebagian orang yang bekerja dalam perusahaan tersebut hanya menanggap Mayer telah gagal memimpin Yahoo yang notabennya sudah mengalami masa sulit saat Mayer bergabung lima tahun.

Terlebih lagi, pada akhir bulan lalu, Yahoo kembali terpukul saat mengalami masalah kebocoran data penggunanya yang terekspos ke publik.

Karena masalah tersebut membuat citra Mayer tercoreng.

Akibat yang disebabkan dari kasus tersebut yakni Verizon  yang tadinya sepakat membeli Yahoo senilai 4,83 miliar dollar AS (Rp 64,5 triliun), meminta diadakan revisi persetujuan. Nilai akuisisi akhirnya didiskon 350 juta dollar AS menjadi 4,48 miliar dollar AS atau sekitar Rp 59,7 triliun. 

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Marissa Mayer Lengser, Begini Nasib Yahoo!?

Pengunduran diri Marissa Mayer diumumkan dalam dokumen resmi Yahoo di Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika ?Serikat pada awal bulan Januari lalu....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Marissa Mayer Lengser, Begini Nasib Yahoo!”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.