Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Inilah Peggy Whitson, Astronot Perempuan Tertua di Dunia yang ke Luar Angkasa

Oleh: Redaksi Bernas•17 November 2016
Inilah Peggy Whitson, Astronot Perempuan Tertua di Dunia yang ke Luar Angkasa
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Astronot Peggy Whitson memecahkan rekor diluncurkan ke ruang angkasa untuk menjalankan misi ketiga ke Stasiun Antariksa Internasional..."

🗓️ Dipublikasikan pada 17 November 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

HarianBernas.com – Astronot Peggy Whitson memecahkan rekor diluncurkan ke ruang angkasa untuk menjalankan misi ketiga ke Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station – ISS). Diharapkan ia dapat memecahkan beberapa rekor lebih, ketika ada di sana.

Peggy Whitson, seorang veteran astronot NASA, adalah perempuan pertama yang melaksanakan tugas ISS, dan telah memegang rekor sebagai seorang perempuan yang menghabiskan waktu cukup lama di ruang angkasa.

Kali ini, Whitson yang menginjak usia 57 tahun dalam menjalankan misi ini, akan menjadi perempuan tertua di ruang angkasa.

Dia akan diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, di Kazakhstan, pada hari Jumat (18/11/2016), seperti diberitakan BBC.

Di dalam roket Soyuz, dia akan bersama kosmonot Rusia, Oleg Novitsky, dan seorang astonot baru asal Prancis, Thomas Pesquet.

Mereka diharapkan akan tiba di ISS pada hari Sabtu, bergabung dengan seorang astronot Amerika dan dua orang kosmonot Rusia yang sudah berada di atas kapal. Mereka akan melakukan berbagai penyelidikan ilmiah sampai Mei 2017.

Peggy Whitson kelahiran Iowa, memiliki gelar yang lebih tinggi dalam biokimia, bekerja untuk NASA di beberapa posisi ilmu kedokteran dan penelitian terkemuka sebelum terpilih sebagai calon astronot, pada tahun 1996.

Dia pertama kali pergi ke ruang angkasa pada tahun 2002, dan menjadi pertama yang melaksanakan misi ISS pada tahun 2007.

Dia kembali akan memecahkan rekor, ketika dia mengambil alih laboratorium yang mengorbit untuk kedua kalinya pada bulan Februari.

Pada saat misinya berakhir, dirinya akan menghabiskan lebih banyak waktu di ruang angkasa daripada astronot AS lainnya, melebihi rekor 534 hari yang ditetapkan oleh Jeff Williams.

“Yang paling penting tentang stasiun adalah persahabatan dan pekerjaan yang kita capai di sana,” katanya dalam konferensi pers sebelum peluncuran pada Jumat, pukul 02:20 pagi waktu setempat, (20:20 GMT Kamis).

Tag:#tokoh#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram