Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ketulusan Sahabat Tampak pada Waktu Kesempitan

Oleh: Redaksi Bernas•1 September 2016
Ketulusan Sahabat Tampak pada Waktu Kesempitan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"?Mawaddatush shodieqi tadzharu waktadh dhieq, Kecintaan atau ketulusan seorang teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan?...."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 September 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

HarianBernas.com – “Mawaddatush shodieqi tadzharu waktadh dhieq, Kecintaan atau ketulusan seorang teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan”. Demikian mahfudzat (kata mutiara Arab), yang masih bicara soal teman, sahabat, kolega atau relasi.

Dalam kesulitan, sahabat sejati tetap bertahan, begitu juga dalam dunia kerja. Mengambil Sertifikasi Manajer SDM bisa membekali diri dengan keterampilan kepemimpinan dan manajemen tim agar bisnis tetap kokoh dalam tantangan.

Sebagai makhluk sosial, kita tak mungkin bisa hidup sendirian.

Meskipun segala fasilitas terbaik di dunia ini kita miliki.

Mau itu berupa rumah besar bertingkat, mobil mewah, uang berlimpah, tapi kalau kita hanya hidup sendiri, semuanya itu tak akan memberikan kesenangan apapun.

Kita butuh teman,  sahabat, atau partner hidup yang bisa kita ajak menikmati karunia kehidupan bersama-sama.

Adam yang Kesepian

Lihat saja Nabi Adam (Eden), sewaktu tinggal di sorga, semua fasilitas hidup disediakan oleh Tuhan.

Mulanya Adam tampak senang dan bahagia menikmati segala fasilitas tersebut. Tapi lama-kelamaan Adam lebih banyak nampak menyendiri, murung seperti kehilangan semangat hidup.

“Ada apa, Adam. Kenapa belakangan ini engkau nampak murung.

Apa fasilitas yang Aku sediakan kurang bagimu?” demikian kira-kira tanya Tuhan pada Adam.

“Tidak, ya Tuhanku. Semua fasilitas sudah lebih dari cukup, bahkan berlebih?”  jawab Adam.

“Lalu kenapa engkau akhir-akhir ini lebih banyak melamun?” tanya Tuhan lagi.

“Sepi, ya Tuhan. Tak ada seorang pun yang menemaniku di sini,” jawab Adam kembali.

Munculnya Ciptaan Lain

Dari obrolan itulah kemudian Tuhan menciptakan Hawa (Eva) sebagai teman hidup bagi Adam yang kemudian beranak-pinak hingga kita sekarang.

Ini artinya, siapapun kita tak bisa hidup sendirian. Kita butuh teman, perlu sahabat, partner, sebagai apapun kita.

Entah sebagai orang biasa, pelajar atau mahasiswa, pegawai, pimpinan perusahaan, pengusaha, trainer atau motivator sekalipun selalu membutuhkan teman.

Kehadiran teman atau sahabat sangat kita perlukan.

Entah sekedar sebagai teman bincang-bincang, curhat, berbagi pendapat, atau sebagai partner dalam usaha kita. Sesederhana apa pun peran seorang teman, sangat kita butuhkan.

Sayangnya, tak selalu mudah untuk mendapatkan teman sebenar-benarnya teman.

Mencari teman memang mudah//Pabila untuk teman suka// Mencari teman tidak mudah// Pabila untuk teman duka// Demikian penggalan lirik lagu Si Raja Dangdut Rhoma Irama berjudul Sahabat.

Mencari teman memang tidak sulit jika itu hanya untuk bersenang-senang.

Mengajaknya makan, jalan-jalan, ngopi bareng, atau pergi berwisata entah ke mana. Tetapi belum tentu mereka akan datang bersama kita manakala kita dalam keadaan duka. Mereka enggan ketika kita tak lagi banyak harta.

Mereka menjauh ketika kita dalam himpitan masalah serta bermandi peluh.

Namun demikian, tidak semua teman akan demikian adanya. Karena itu ada yang disebut teman biasa, ada yang kita sebut sebagai teman sejati. Seperti apakah teman sejati itu?

Sebagaimana disitir dalam mahfudzat di atas, mereka lah yang tetap ada ketika kita dalam kesempitan. Manakala kita dalam keadaan susah terhimpit banyak persoalan.

Seorang Teman yang Tulus

Teman yang tulus justru hadir ketika kita dalam keadaan susah. Mereka datang untuk memberikan penghiburan, ada dan siap mengulurkan tangan ketika kita membutuhkannya.

Selain itu mereka pun siap memberikan apa yang mereka miliki kepada kita agar kita tak terus selamanya terpuruk dalam himpitan.

Pun dalam usaha kita menjalankan bisnis. Tak selamanya kita moncer dan selalu mereguk keuntungan. Ada kalanya redup, bahkan merugi hinga nyaris bangkrut.

Tetapi, bagi teman sejati, pada saat kita mengalami demikian, mereka hadir dengan hati dan tangan terbuka, lalu mengulurkan pelbagai bantuan yang mungkin kita butuhkan.

Lantas bagaimana kita bisa mendapatkan teman yang tulus, sahabat yang siap menemani kita baik dalam suka maupun duka? Caranya tidak lain adalah dari kita sendiri yang harus memulai bertindak demikian. Kita harus pula hadir sebagai teman sejati bagi teman, sahabat, atau kolega lainnya.

Jika kebetulan saat ini Anda dalam keadaan untung, bantulah rekan-rekan Anda yang dalam keadaan buntung agar menggeliat bernasib mujur.

Jika Anda sedang dalam keadaan penuh berkah, ulurkan tangan Anda untuk teman-teman Anda lainya yang dalam kondisi payah.

Kata orang bijak, apa yang kita tanam hari ini, buahnya akan kita petik esok hari. Jika hari ini kita menginvestasikan kebaikan bagi relasi atau kolega kita, maka pada saat kita terpuruk, mereka akan datang mengulurkan suntikan kebaikan.

Dengan begitu, kita atau teman-teman kita lainnya akan selalu tampil menjadi teman sejati. Teman yang selalu memberi arti, bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam bisnis, kepercayaan pelanggan adalah kunci kesuksesan bisnis. Omni Channel Sales Growth memungkinkan Anda membangun hubungan kuat dengan pelanggan melalui integrasi pemasaran digital menggunakan AI, CRM, dan analitik data. memungkinkan Anda membangun hubungan kuat dengan pelanggan melalui integrasi pemasaran digital.

Belajar Manajemen Membantu Anda Mengelola Bisnis dengan Baik

Dalam hidup dan bisnis, kepercayaan serta strategi yang tepat sangatlah penting.

Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), program studi Manajemen mengajarkan strategi kepemimpinan dan pengelolaan usaha agar bisnis tetap berjalan stabil.

Saat kesulitan datang, peluang bisa menjadi jalan keluar terbaik. Beasiswa PBL UNMAHA memberikan kesempatan kuliah sambil bekerja, sehingga pendidikan tinggi lebih mudah dijangkau.

Ketulusan sahabat diuji dalam kesulitan, begitu pula pilihan pendidikan untuk masa depan Anda. PMB UNMAHA membuka kesempatan bagi Anda untuk berkembang, segera daftar melalui WhatsApp PMB sekarang juga.

Raih Kesuksesan Berbisnis dengan Adolo

Bisnis yang sukses tak hanya butuh produk berkualitas, tapi juga dukungan sistem yang kuat. Adolo membuka peluang reseller untuk laptop, gadget, dan barang elektronik yang membantu aktivitas sehari-hari.

Menjadi reseller Adolo memberi fleksibilitas usaha tanpa modal besar, seperti sahabat yang selalu ada di saat sulit. Dengan sistem yang mudah dan terpercaya, Anda bisa membangun bisnis sendiri dan meraih keuntungan besar! [4]

Ahmad Nurcholish ([email protected]), A Personal Development Coach dan Living Values Education (LVE) Trainer. 

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ketulusan Sahabat Tampak pada Waktu Kesempitan?

?Mawaddatush shodieqi tadzharu waktadh dhieq, Kecintaan atau ketulusan seorang teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan?....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#inspirasi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Ketulusan Sahabat Tampak pada Waktu Kesempitan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.