Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

5 Minuman Keras Legal Khas Nusantara yang Populer

Oleh: Redaksi Bernas•23 Agustus 2016
5 Minuman Keras Legal Khas Nusantara yang Populer
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"tuak atau arak sebagai salah satu bentuk minuman keras di Indonesia ttidak bisa dipungkiri bahwa minuman tradisional beralkohol satu warisan budaya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 23 Agustus 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

HarianBernas.com ? Keberadaan tuak atau arak sebagai salah satu bentuk minuman keras di Indonesia tentu meresahkan sebagian masyarakat. Walaupun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa minuman tradisional beralkohol tersebut adalah salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu di Nusantara.

Terlepas dari boleh atau tidaknya mengonsumsi miras dari segi agama maupun sosial, minuman semacam ini tetap digemari oleh orang-orang tertentu.

Ada yang mencoba karena penasaran, karena memang doyan alkohol, atau sekedar ikut-ikut menjalankan tradisi di daerahnya.

Inilah beberapa minuman fermentasi asli buatan Indonesia yang legal, mudah dicari dan digemari banyak orang:

1. Arak Bali

Arak Bali sudah menjadi legenda di kalangan para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Minuman beralkohol dari nira ini diproses dengan sangat sederhana hingga secara kualitas masih sangat terjamin.

Ini membuat arak di kawasan Bali terutama dari kawasan Karangasem selalu diminati oleh banyak orang.

Rata-rata arak di kawasan Bali dijual berdasarkan kandungan alkohol di dalamnya. Yang paling tinggi adalah yang mengandung kadar alkohol hingga 35-40%. Selanjutnya ada arak kelas 2 dan 3 dengan kadar alkohol 30% dan 25%.

Di zaman modern ini, arak Bali sudah banyak dikemas dalam kemasan botol agar praktis dibawa ke mana saja sebagai oleh-oleh.

2. Tuak Tuban

Tuban adalah salah satu kota pusat penyebaran Islam di kawasan Jawa Timur. Meski demikian, Tuban juga dikenal sebagai Kota Tuak.

Di kota ini, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan tuak yang memiliki kadar alkohol yang cukup rendah, hanya 2-4 persen, lebih rendah dari bir.

Di sepanjang jalan di Tuban, banyak pedagang yang menjajakan tuak yang mewadahi dalam botol plastik. Minuman dihasilkan dari fermentasi nira siwalan ini dijual bebas tanpa harus izin terlebih dahulu. Sepertinya, semua orang bisa memaklumi kalau tuak adalah minuman khas nusantara yang menurut cerita sudah ada sejak zaman kerajaan Nusantara di masa lampau.

3.

Tuak Batak

Di Sumatra Utara khususnya kawasan Batak Toba, hingga kini masih banyak ditemukan kedai tuak atau lapo tuak. Kedai ini menjual minuman yang dari fermentasi nira aren yang dikenal memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi. Kedai tuak adalah tempat para pria Batak Toba berkumpul setiap malam dan minum hingga bersama.

Tuak di kawasan Toba masih marak dijual dan dihasilkan karena banyak orang menganggapnya bisa menjadi obat penenang dan anti stres.

Di samping itu ada yang menganggap tuak baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

Secara historis, tuak di sini juga dianggap sebagai bagian dari ritus upacara adat kedewasaan dan juga sarana sosialisasi antara penduduk.

4. Tuak Dayak

Berbeda dengan tiga daerah sebelumnya, tuak yang dihasilkan Suku Dayak berasal dari fermentasi ketan atau beras.

Selain itu, beberapa komponen seperti rempah juga kerap ditambahkan untuk memperkuat rasa dan juga memberikan manfaat bagi tubuh ketika diminum.

Seperti halnya di kawasan Toba, tuak di kawasan ini juga digunakan sebagai unsur upacara adat. Secara tradisi, bila ada upacara-upacara besar, biasanya para pria akan meminum tuak secara bersama-sama. Di sini tuak bukan hanya sekadar minuman keras, tapi juga simbol kekerabatan antar personal di dalam sebuah suku.

5.

Ciu

Ciu adalah sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Di Banyumas Ciu merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol diatas 50% yang ilegal diberantas habis oleh pemerintah daerahnya. Sementara di Bekonang, pembuatan ciu justru didukung oleh pemerintah daerahnya sejak tahun 80-an, sehingga menjadi sangat populer.

Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara minum bersama Ciu Bekonang.

Minuman ini dibuat menggunakan tape dan ketan. Meskipun tidak berwarna alias bening, rasa minuman ini sangat kuat.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari 5 Minuman Keras Legal Khas Nusantara yang Populer?

tuak atau arak sebagai salah satu bentuk minuman keras di Indonesia ttidak bisa dipungkiri bahwa minuman tradisional beralkohol satu warisan budaya...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#nasional#berita
WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia di BERNAS, media berita yang terbit sejak 1946.

Lihat Paket Iklan

“5 Minuman Keras Legal Khas Nusantara yang Populer”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.