Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Sumbang 455juta Rupiah ke Panti Asuhan, Siapa Sebenarnya Tukang Becak Ini

Oleh: Redaksi Bernas•8 Februari 2016
Sumbang 455juta Rupiah ke Panti Asuhan, Siapa Sebenarnya Tukang Becak Ini
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"TIANJIN HarianBernas com Di tengah himpitan ekonomi yang tiada ujungnya ternyata ada sebuah kisah menarik tentang penarik becak yang sungguh menginspirasi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Februari 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

TIANJIN, HarianBernas.com – Di tengah himpitan ekonomi yang tiada ujungnya, ternyata ada sebuah kisah menarik tentang penarik becak yang sungguh menginspirasi. Penarik becak ini lain daripada yang lain. Kisah ini berasal dari Tianjin, Cina.

Ada seorang pengayuh becak yang miskin, tetapi kaya. Maksudnya bagaimana? Ikuti kisahnya.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia sedang beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya.

Ia menyaksikan seorang anak laki-laki yang sangat kurus berusia sekitar 6 tahun yang sedang menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja.

Tubuh kecil itu nampak sempoyongan menggendong beban berat di pundaknya, namun anak tersebut dengan semangat terus melakukan tugasnya.

Selesai melakukan pekerjaannya, ibu tersebut memberikan upah beberapa uang receh kepada anak laki-laki yang telah membantunya.

Kegembiraan anak tersebut terlihat jelas terpancar dari mukanya. 

Penghasilan mengayuh becak yang ia peroleh setiap harinya sebenarnya cukup untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya sendiri serta membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun ia tidak melakukan hal tersebut dikarenakan seluruh penghasilannya mengayuh becak disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia sedang beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya.

Ia menyaksikan seorang anak laki-laki yang sangat kurus berusia sekitar 6 tahun yang sedang menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja.

Tubuh kecil itu nampak sempoyongan menggendong beban berat di pundaknya, namun anak tersebut dengan semangat terus melakukan tugasnya.

Selesai melakukan pekerjaannya, ibu tersebut memberikan upah beberapa uang receh kepada anak laki-laki yang telah membantunya.

Kegembiraan anak tersebut terlihat jelas terpancar dari mukanya. 

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu membantu mengangkatkan barang belanjaan ibu-ibu, yang kemudian diberi imbalan beberapa uang recehan. Kemudian ia melihat anak itu beranjak ke tempat sampah, mengais-ngais sampah, dan ketika menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, kemudian memakannya.

Ia heran, mengapa anak itu tidak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup untuk sekedar membeli makanan sederhana. Keresahan hatinya memberanikan dirinya untuk bertanya pada anak tersebut.

Dari jawaban anak tersebut, diketahui bahwa uang yang ia peroleh akan digunakan untuk makan kedua adiknya, selain itu diketahui pula bahwa anak tersebut tidak tau orang tuanya dimana.

Setelah bercakap singkat, ia kemudian membawa ke-tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin.

Kepada pengurus yayasan itu  ia mengatakan bahwa setiap hari ia akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Seluruh penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan membeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu.

Tak terasa sudah hampir 20 tahun ia mengayuh becak yang mana seluruh pemasukannya ia sumbangkan ke yayasan yatim piatu. Pengayuh becak tersebut adalah Bai Fang Li, lelaki miskin yang sangat kaya. Bagaimana tidak, ketika ia wafat pada usia 93 tahun, ia telah menyumbangkan seluruh penghasilannya sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara kurang lebih 455 juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Sungguh kakek yang sangat istimewa, walaupun beban hidupnya berat, tetapi masih mau menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk para yatim piatu.

Pertanyaanya, berapa besar penghasilan yang anda peroleh setiap setiap harinya?

Berapa banyak yang anda sedekahkan kepada yang membutuhkan?

(Berbagai sumber)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Sumbang 455juta Rupiah ke Panti Asuhan, Siapa Sebenarnya Tukang Becak Ini”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di inspirasi

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.