Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mima Saima, Muslim Asal Indonesia yang Jadi Pahlawan Nasional bagi Israel

Oleh: Redaksi Bernas•13 Juli 2016
Mima Saima, Muslim Asal Indonesia yang Jadi Pahlawan Nasional bagi Israel
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Mima Saina adalah nama perempuan berdarah Jawa yang menjadi pahlawan di Israel. Bersama Tole Madna namanya di monumen peringatan Holocaust Israel...."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Juli 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

HarianBernas.com– Mima Saina adalah nama perempuan berdarah Jawa yang menjadi pahlawan di Israel. Bersama Tole Madna, lelaki dari Indonesia, nama Mima tercantum di kawasan seluas 45 hektar tempat monumen peringatan para korban Holocaust di Israel. Kawasan ini dikenal sebagai kebun Righteous Among the Nations, tempat yang diperuntukkan bagi orang non Yahudi yang telah berjasa besar dalam menyelamatkan nyawa orang Yahudi dari tragedi Holocaust.

 

Mima Saina dan Tole Madma ini dijadikan pahlawan pada tahun 2003 atas rekomendasi Congregation Adas Israel di Washington D.C. dan Senator California, Henry A.

Waxman. Tak banyak informasi dari keduanya. Congressional Record hanya menyebut bahwa Tole Madna adalah seorang pria katolik dan juga warga Indonesia yang menetap di Belanda.

Sementara Mima Saina adalah pembantu rumah Tole Madna yang seorang muslim.

Berdasar kisah dari situs United States Holocaust Memorial Museum, keduanya tercatat pernah menolong seorang bayi Yahudi bernama Alfred Munzer. Alfred kini sudah menjadi seorang ahli penyakit dalam dan spesialis paru yang tinggal di Washington DC, Amerika Serikat. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Ahli Paru Amerika Serikat.

Literatur menyebutkan kisah Mima dan Tole menyelamatkan Alfred Munzer bermula dari pasangan Yahudi bernama Simcha Munzer dan Gisele.

Keduanya diketahui merupakan saudara sepupu dan bertemu saat berada di Negara Polandia. Saat berusia 18 tahun, Simcha hijrah ke Kota Hague, Belanda. Di sana dia membuka sebuah butik pakaian sederhana. 

Sedangkan Gisele sendiri diketahui tinggal di sebuah rumah peninggalan kakaknya di Berlin sebelum akhirnya menuju Hague di awal Desember tahun 1932.

Ia menikah dengan Simcha pada tanggal 16 Desember 1932.

Pernikahan keduanya dibuahi tiga orang anak, dua perempuan yakni Eva dan Leah serta satu bayi laki-laki, Alfred Munzer. Ketika Alfred lahir pada tahun 1941, Belanda diinvasi oleh Jerman. Di sinilah kisah penyelamatan Alfred dimulai.

Pada era itu, orang-orang Yahudi memang menjadi target perburuan para tentara Jerman. 

Gisele memilih menjual semua harta dia miliki untuk menyelamatkan anak-anaknya. Dua anak perempuannya dititipkan kepada tetangganya yang bersedia menyembunyikan mereka. Saat itu Simcha sang ayah pura-pura mencoba bunuh diri dan dibawa ke rumah sakit jiwa.

Gisele lalu menyusul setelah menitipkan ketiga anaknya. 

Alfred Munzer saat itu dititipkan kepada seorang tetangga bernama Annie Madna. Dia lalu dipindahkan untuk dirawat oleh adik perempuan Annie. Sebab saat itu seorang Belanda yang simpatisan Nazi tinggal di sebelah rumah mereka. 

Demi keselamatan Alfred, Annie kemudian menghubungi mantan suaminya, Tole Madna, seorang lelaki imigran asal Indonesia.

Di sanalah akhirnya Alfred dirawat oleh Tole Madna hingga Perang Dunia II berakhir.

Di sini juga Alfred mengenal Mima Saina yang menjadi ibu angkatnya. Mima yang seorang pembantu di rumah Tole Madna mengasuh Alfred hingga bisa kembali ke pangkuan Gisele.

Gisele sang ibu pernah berulang kali pindah dari kamp ke kamp setelah rumah sakit tempat mereka bersembunyi diserbu tentara Nazi. Gisele dan Simcha suaminya menjadi tawanan, ikut dibawa tentara SS Nazi.

Sayang dua bulan sebelum perang berakhir, Simcha, ayahanda Alfred meninggal dunia, saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit yang dikuasai tentara Nazi.

Usai Perang Dunia II, Gisele membawa hijrah Alfred ke Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam ini, Alfred tumbuh dewasa dan menjadi seorang ahli penyakit dalam dan spesialis paru. Atas permintaannya situs United States Holocaust Memorial Museum juga menggunakan Bahasa Indonesia. 

Alfred menetap lama di Amerika Serikat, namun ia tetap menjalin hubungan dengan keluarga Madna di Belanda, khususnya Robby Madna.

Atas inisiatif Alfred, Tole Madna dan Mima Saina bisa dimasukkan dalam daftar pahlawan tahun 2003. Hanya saja keduanya dimasukkan ke dalam kelompok negara Belanda.

Alasannya, mereka berdua lama tinggal di Belanda walaupun keduanya asli Indonesia.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Mima Saima, Muslim Asal Indonesia yang Jadi Pahlawan Nasional bagi Israel?

Mima Saina adalah nama perempuan berdarah Jawa yang menjadi pahlawan di Israel. Bersama Tole Madna namanya di monumen peringatan Holocaust Israel....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Mima Saima, Muslim Asal Indonesia yang Jadi Pahlawan Nasional bagi Israel”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.