Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Strategi Istimewa Disiapkan Film Rudy Habibie untuk Gaet 10 Juta penonton

Oleh: Redaksi Bernas•27 Juni 2016
Strategi Istimewa Disiapkan Film Rudy Habibie untuk Gaet 10 Juta penonton
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Film biopik yang bercerita tentang masa muda Bacharuddin Jusuf Habibie (80) tertuang dalam film Rudy Habibie yang diproduksi oleh MD Pictures...."

🗓️ Dipublikasikan pada 27 Juni 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hiburan terbaru →

HarianBernas.com – Film biopik yang bercerita tentang masa muda Bacharuddin Jusuf Habibie (80) tertuang dalam film Rudy Habibie yang diproduksi oleh MD Pictures. Manoj Punjabi sekaligus pimpinan dan eksekutif produser, optimistis jika film produksinya mampu menggaet 10 juta penonton.

Hingga saat ini memang belum ada film Indonesia yang bisa mencatat jumlah penonton sebanyak itu. Jika dilihat dalam daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa, Laskar Pelangi (2008) berada dalam posisi puncak yang mendapatkan 4,6 juta penonton.

Peringkat kedua terlaris menjadi milik Habibie & Ainun (2012). Tiket film tersebut laku 4,5 juta lembar.

Supaya dapat memuluskan target sekaligus berhasil memecahkan rekor sebagai film terlaris sepanjang masa, film Rudy Habibie yang akan mulai tayang 30 Juni 2016 melakukan berbagai strategi.

Promosi dan pemasaran memang telah menjadi fokus utama. “Strategi nomor satu itu ya promosi. Kedua promosi, dan yang ketiga pastinya promosi.

Saya akan bikin tren baru how to promote movie (bagaimana kita promosi film kita). Seperti apa, lihat saja nanti,” tutur Manoj.

Film yang kembali mempercayai Reza Rahardian sebagai Habibie. Ini bercerita tentang masa ketika Habibie remaja sampai pertama kali menginjakkan kaki pertama kali di Jerman.

Selain itu diceritakan pula tentang pertemuan Habibie dengan cinta pertamanya yang diperankan oleh Chelsea Islan.

Memang sejak diumumkan pada awal tahun ini bahwa syuting film berlangsung sejak Februari, segala pemberitaan menyangkut Rudy Habibie sudah kerap hadir sebagai sajian media.

Iming-iming untuk penonton juga terus dilakukan. Misalnya jaringan bioskop Platinum Cineplex yang akan memberikan diskon 10 persen bagi para pembeli tiket di masa prapenjualan yang telah dibuka sejak 20 Juni yang lalu. Sementara yang membeli di CGV Blitz tentu akan mendapatkan hadiah kain batik.

Pihak MD Pictures pun mengharapkan dukungan dari pihak ekshibitor yakni pemberian jatah banyak layar.

“Sampai saat ini kita baru dapat sekitar 146 layar di XXI (alias Cinema 21).

Di CGV Blitz dan Cinemaxx setiap ada bioskopnya kita usahakan dapat layar. Tetapi menurut saya harusnya bisa lebih dari jumlah itu.

Kalau kita bisa dapat 333 layar pada hari pertama, saya yakin (jumlah penonton) kami akan lebih baik dari film-film yang lain,” ujar Manoj.

Kuota layar untuk film Rudy Habibie yang telah diberikan dari grup Cinema 21 pada hari pembuka sebenarnya telah melebihi apa yang didapat pada Ada Apa Dengan Cinta 2 (Miles Films) dan My Stupid Boss (Falcon Pictures), dua film paling laris di Indonesia sepanjang 2016.

Jatah layar kedua film tersebut pada hari pertama penayangannya bahkan tidak mencapai 130 layar.

Baru ketika telah sukses menyedot perhatian banyaknya penonton, jumlah layarnya terus ditambah. AADC 2 akhirnya sukses mendapat perhatian dari 3,6 juta penonton.

Berada di bawahnya ialah My Stupid Boss dengan 3,04 juta penonton.

Itu jika dilihat dari persiapan segi promosi dan pemasaran, untuk teknis filmnya,  Manoj berani menjamin para penonton akan sangat dimanjakan.

Pasalnya ada beberapa elemen dari pengerjaan film ini yang memang berlangsung di luar negeri.

Syuting di Jerman itu sudah pasti. Tetapi porsinya lebih banyak dibanding sebelumnya. Faktor tersebut membuat sajian gambar dalam film arahan Hanung Bramatyo ini semakin menarik untuk dilihat.

Supaya sajian gambar dan suara sama memiliki kualitas hebat, pengerjaan sound mixing dikerjakan di Wildfire Sonic Magic, Hollywood, Amerika Serikat.

Chris David sebagai penata suara di balik film London Has Fallen dan Jane Got a Gun (2016), dipercaya untuk membuat suara dalam Rudy Habibie semakin jernih dan jelas.

“Biasanya film Indonesia suaranya enggak jelas apalagi jernih. Dalam film ini kita tak tanggung-tanggung sampai pergi ke Hollywood untuk suara yang jernih. Kami ingin yang terbaik untuk bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat pada industri film Indonesia,” tutur produser berusia 43 ini.

Mengembalikan kepercayaan penonton terhadap film Indonesia sebenarnya sejalan dengan pernyataan Catherine Keng.

Menurut Corporate Secretary Cinema 21 itu, membuat film berkualitas merupakan salah satu cara dapat mengembalikan animo penonton kembali memadati kursi bioskop.

“Film lokal kalau memang baik, akan langsung kami tambah layarnya,” seru Catherine. Film baik yang dimaksudkan ialah secara perhitungan bisnis mampu mengatrol angka penonton.

Pastinya, MD Entertainment memang sangat serius dalam membuat film Rudy Habibie ini. Apakah Angka 10 Juta Penonton dapat tercapai?

Kita lihat saja

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Strategi Istimewa Disiapkan Film Rudy Habibie untuk Gaet 10 Juta penonton?

Film biopik yang bercerita tentang masa muda Bacharuddin Jusuf Habibie (80) tertuang dalam film Rudy Habibie yang diproduksi oleh MD Pictures....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Strategi Istimewa Disiapkan Film Rudy Habibie untuk Gaet 10 Juta penonton”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.