Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

17 Aplikasi yang Jadi Andalan Kemenkes Guna mengurangi Keterbatasan Jumlah Dokter

Oleh: Redaksi Bernas•18 Juli 2024
17 Aplikasi yang Jadi Andalan Kemenkes Guna mengurangi Keterbatasan Jumlah Dokter
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Masyarakat tidak perlu takut lagi untuk berkonsultasi secara online dengan ke-17 aplikasi yang telah memperoleh ijin Kemenkes RI ini..."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Juli 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

BERNAS.ID – Tak lama lagi Indonesia akan merayakan HUTnya. Seperti tahun-tahun yang lalu, HUT RI diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Ternyata angka 17 tersebut juga digunakan oleh Menkes terhadap aplikasi telemedisin.

Jadi selain mendatangkan dokter dari luar negeri, memberi beasiswa kepada para Dokter Indonesia untuk menjadi spesialis baik di dalam maupun luar negeri, Kemenkes juga turut memanfaatkan teknologi informasi agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih merata.

Masyarakat tidak perlu takut lagi untuk berkonsultasi secara online dengan ke-17 aplikasi yang telah memperoleh ijin Kemenkes RI ini.

Berdasarkan diskusi dengan Dr. “Internet” Erik Tapan Rabu 17 Juli 2024, ada 17 aplikasi start up Telemedicine yang telah diterbitkan ijin operasinya pada tahun 2022, yaitu:

1.

Aido Health

2. Alodokter

3. GetWell

4.

Good Doctor

5. Halodoc

6. Homecare24

7.

KlikDokter

8. KlinikGo

9. Lekasehat

10.

Link Sehat

11. mDoc

12. Milvik Dokter

13. ProSehat

14.

SehatQ

15. Trustmedis

16. Vascular Indonesia

17.

YesDok

Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa lebih memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah berijin resmi tersebut untuk bisa berdiskusi penyakit-penyakit yang ringan dan tidak emergensi.

Penulis yang sudah aktif bertelemedicine sejak lebih dari 20 tahun yang lalu menyambut gembira hal ini.

Salam dr. “Internet” Erik Tapan

sejak tahun 1996

(Penulis: dr. Erik Tapan)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram