HarianBernas.com – Para ahli menilai jika pelaku pencurian senilai jutaan dolar dari beberapa ATM di Jepang yang dilakukan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam kemungkinan memilih negara tersebut (Jepang) karena bank sudah menganggap motif pencurian sejenis sebagai tindak penipuan berisiko yang sangat rendah.
Sekelompok pencuri dengan menggunakan kartu palsu bisa menarik dana senilai 1.4 miliar yen (US$13 juta) dalam 14.000 transaksi dari ATM-ATM yang lokasinya di toko-toko 7-Eleven dalam waktu kurang tiga jam.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Kebanyakan ATM yang ditempatkan di toko-toko 7-Eleven adalah milik Seven Bank.
Seven Bank yaitu sebuah Perusahaan Perbankan Jepang yang sebagian sahamnya sudah dimiliki Seven & Holdings yang menjalankan operasi jaringan toko tersebut di seluruh Jepang.
Bank tersebut adalah satu dari dua bank yang mengizinkan penarikan uang menggunakan kartu bank yang berasal dari negara lain.
“Mereka sangat pintar karena memilih Jepang. Mereka menemukan jaringan ATM dengan tingkat perlindungan rendah di negara yang tingkat risikonya rendah “ ujar seorang perbankan yang tidak disebut namanya yang dilansir dari Reuters.
“Caranya adalah dengan menebak bahwa perangkat lunak yang berfungsi untuk menganalisis penipuan tidak akan memblokir transaksi secara otomatis ” tambahnya.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Standard Bank yang berasal dari Afrika Selatan pada Senin (23/5/2016) juga mengklaim bahwa pihaknya merugi dan telah memperingatkan otoritas setempat.
Total kerugian yang diderita oleh bank tersebut dan bukan nasabahnya telah mencapai 300 juta rand (US$19 juta).
Sedangkan Seven Bank mengatakan jika pihaknya bersedia bekerja sama dengan polisi, regulator perbankan Jepang dan juga Otoritas Jasa Keuangan setempat.
Seven memiliki lebih kurang 22.000 ATM di Jepang. Japan Post Bank juga sudah mengizinkan penarikan menggunakan kartu luar negeri.
Tetapi hanya 540 dari 27.000 atm yang bisa beroperasi 24 jam per hari.
Berdasarkan laporan media Jepang, penarikan uang dilakukan pada tanggal 15 Mei di ATM yang tersebar di Tokyo dan 16 perfektura di pulau Honshu dan Kyushu merupakan kejahatan pembobolan ATM terbesar di Jepang dan bisa jadi di dunia.
Diduga para pelaku pembobolan ATM tersebut berjumlah sekitar 100 orang. Hingga saat ini, kepolisian Jepang belum bisa menangkap satu pun pelaku kejahatan ini.
Lebih lengkapnya kasus ini baca: Kasus Pembobolan ATM Terbesar Terjadi di Jepang, Kurang dari 3 Jam Rp 173 Miliar Ludes
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

