Candi Dieng, Pesona Candi-candi di Pegunungan (Bagian 1)

HarianBernas.com – Candi Dieng adalah kumpulan candi yang berada di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa tengah.
Kawasan Candi Dieng berada di dataran pada ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan lebih kurang 1.900 m dan lebar sepanjang 800m.
Dengan lokasi candi di atas pegunungan dan hamparan suasana pepohonan hijau di sekitarnya membuat Candi Dieng mempunyai pesona tersendiri diantara yang lain.
Candi Dieng merupakan kumpulan candi Hindu yang beraliran Syiwa dan diperkirakan didirikan pada akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9.
Ada yang memperkirakan bahwa candi ini adalah candi yang tertua di Jawa.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Hingga sekarang belum ada bukti otentik berupa informasi tertulis sejarah pasti dari Candi Dieng.
Tetapi para ahli meneliti bahwa kumpulan Candi Dieng dibuat atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya.
Di kawasan sekitar Candi Dieng juga ditemukan prasasti tahun 808 M yang berisi tulisan Jawa Kuno dan saat ini ada di Museum Nasional, prasasti ini merupakan prasarti bertulis tertua yang ditemukan.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Selain prasasti juga terdapat pula Arca Syiwa yang semakin memperkuat bukti bahwa Candi Dieng didirikan di masa Hindu yang beraliran syiwa.
Saat ini Arca tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Diperkirakan Candi Dieng dibuat dalam 2 tahap.
Tahap pertama yang dilakukan antara akhir abad ke-7 sampai di seperempat abad pertama di abad ke-8, pembuatan candi di tahap pertama terdiri dari Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, dan Candi Gatutkaca.
Sedangkan untuk tahap kedua pembuatan candi dilakukan di sekitar tahun 780 M. Tahap kedua lebih kepada melanjutkan pembuatan di tahap pertama.
Candi Dieng ditemukan pertama kali di tahun 1814, ketika itu seorang tentara Inngris sedang menikmati keindahan kawasan DIeng, kemudian dia menemukan sekumpulan candi yang tersendam di dalam genangan air telaga.
Di tahun 1956, Vans Kinsbergen kemudian mengepalai upaya pengeringan telaga di mana kumpulan candi itu berada.
Lalu upaya pembersihan telaga dilanjutkan di jaman kepemerintahan Hindia Belanda di tahun 1864, hal ini dilakukan berdasarkan catatan tertulis dan pengambilan gambar oleh Van Kinsbergen.
Luas keseluruhan kawasan Candi Dieng sekitar 1.8 x 0.8 km2.
Sedangkan candi-candi di kawasan Candi Dieng ini dibagi menjadi tiga kelompok dan satu candi yang dapat berdiri sendoro.
Nama-nama dari Candi terinspirasi oleh nama tokoh-tokoh dalam cerita wayang yang diadopsi oleh Kitab Mahabarata.
Ketiga kelompok candi itu dinamakan dengan kelompok Arjuna, kelompok Gatutkaca, Kelompok Dwawarati dan satu candi yang berdiri sendiri adalah Candi Bima.
Di artikel selanjutanya akan diceritakan lebih jelas tentang kelompok-kelompok Candi di kawasan Candi Dieng.
Tetap nantikan artikel selanjutnya, yang pasti cintai budaya kita, sayangi seni kita dan kunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia.
Jika di Indonesia saja tempat wisata sudah keren, kenapa harus ke luar negeri? Happy travelling guys!
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Benteng Marlborough, Benteng yang Menyimpan Sejarah Masa Lalu
Ikan Keumamah, Hidangan Nikmat Para Pejuang
Eksotisnya Istana Ratu Boko, Bangunan Termegah Pada Abad Ke-8
Gua Tompangnge, Guanya Kelelawar di Parepare
Menikmati Wisata Budaya dari Candi yang Terletak Paling Tinggi di Jogja
Candi Ijo, Candi Indah di Lereng Bukit, Letaknya Tertinggi di DIY
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di travel
Semantic Authority Linker
Benteng Marlborough, Benteng yang Menyimpan Sejarah Masa Lalu
Ikan Keumamah, Hidangan Nikmat Para Pejuang
Eksotisnya Istana Ratu Boko, Bangunan Termegah Pada Abad Ke-8
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda