YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Di Yogyakarta terdapat sebuah bangunan termegah yang dibangun pada abad ke-8 bernama Istana Ratu Boko. Istana yang dibangun pada pemerintahan Rakai Panangkaran ini sedikit berbeda dengan peninggalan lainnya yang biasanya berbentuk kuil atau candi. Istana Ratu Boko berbentuk bangunan yang menyerupai istana dengan tiang dan atap yang dibuat dari kayu.
Istana yang awalnya diberi nama Abhayagiri Vihara atau biara di bukit yang penuh kedamaian ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat untuk beribadah dan menyepi.
Benar saja, karena tempat ini memberikan kedamaian tersendiri yang mampu membuat hati siapapun menjadi tenang.
Dengan luas istana sekitar 250.000 m2 ini, pengunjung dapat menikmati 4 bagian dari istana, yaitu bagian barat yang terdiri dari perbukitan yang indah, bagian timur yang terdiri dari kompleks gua, kolam, dan stupa Budha, bagian tenggara yang terdiri dari balai-balai, kolam, 3 buah candi, kompleks Keputren dan pendopo, serta bagian tengah yang terdiri dari Candi Pembakaran, batu berumpak, kolam, paseban, lapangan, dan gapura utama. Semua bagian tersebut berada di 196 m di atas permukaan laut.
Selain empat bagian tersebut, pengunjung juga dapat melihat sebuah sumur yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi orang yang meminum airnya. Sumur yang bernama Amerta Mantana ini hingga sekarang masih digunakan orang beragama Hindu untuk melakukan upacara adat Tawur Agung sebelum merayakan Nyepi.
Orang Hindu menggunakan air yang ada di dalam sumur dengan tujuan untuk mengembalikan bumi pada harmoni awalnya sehingga dapat murni kembali seperti sebelumnya.
Istana Ratu Boko ini didirikan oleh seorang Budha, namun masih ada unsur Hindu yang melekat di dalamnya sebagai tanda toleransi antar-agama. Unsur Hindu tersebut terlihat dari adanya Arca Ganesha, Lingga dan Yoni, serta lempengan emas yang merupakan bentuk untuk memuja Dewa Rudra atau Siwa.
Mengunjungi Istana Ratu Boko dapat Anda masukkan ke dalam daftar tempat liburan Anda karena di tempat ini Anda dapat menikmati indahnya pemandangan Candi Prambanan, Kota Yogyakarta, dan Gunung Merapi sekaligus.

