Museum Batik Jogjakarta: Keindahan Batik dari Zaman ke Zaman Ada di sini

HarianBernas.com ? Jika Anda menyukai pakaian batik maka tidak ada salahnya mengunjungi museum batik.
Batik adalah warian seni asli Indonesia dan sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli dari Indonesia.
Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang bangga akan batik maka sebaiknya kita berjalan-jalan dan mengunjungi museum batik.
Museum Batik Jogjakarta merupakan museum yang menyimpan berbagai jenis model batik dari zaman dahulu sampai sekarang.
Ratusan lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan 35 wajan serta bahan pewarna termasuk malam.
Bangunan museum ini luasnya sekitar 400 meter persegi yang sekaligus dijadikan rumah tinggal ini.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Ada sekitar seratus koleksi sulaman dari karya pemiliknya.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolJika dilihat, di dalam museum adas sekitar 3 ruangan.
Di ruang depan dipajang bermacam alat batik. Selanjutnya pengunjung museum batik akan dipandu ke ruang koleksi batik dari Yogyakarta dan Solo. Terakhir, pengunjung dipersilahkan menikmati koleksi batik pesisiran.
Ada koleksi batik yang sangat klasik buatan abad ke-17 sampai produk di masa sekarang yang pembuatannya diolah secara modern.
Selain itu, masih ada sarung batik antik buatan Nyonya Belanda Ev Zeuylen dari pekalongan 1880-1890 maupun sarung panjang Sogan Jawa buatan Nyaonya Lie Djing Kiem dari Yogyakarta yang dibuat dari tahun 1920-1930.
Museum Batik Jogjakarta ini terletak di Jl.
Dr Soetomo 13 A Yogyakarta.
Museum ini dimiliki dan dikelola secara mandiri selama kurang lebih 28 tahun oleh pasangan suami istri Hadi Nugroho dan Dewi.
Di Kompleks museum ini juga, pasangan suami istri tersebut tinggal dan menetap.
Inilah museum batik pertama di Jogjakarta yang menyimpan lebih dari ratusan batik tulis gaya Yogyakarta dan Solo serta sejumlah batik cap gaya pesisiran.
Di museum batik ini sampai sekarang belum diperbolehkan untuk mengambil foto di dalam ruangan.
Museum ini ternyata sepi pengunjung.
Oleh karena itu, dianjurkan pengunjung yang pernah mengunjungi museum ini untuk menginformasikan ke keluarga dan sahabatnya.
Jadi jika Anda ingin melihat dan mengetahui lebih jauh tentang batik langsung saja pergi museum batik ini. So, Happy Travelling Guys!
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Benteng Marlborough, Benteng yang Menyimpan Sejarah Masa Lalu
Ikan Keumamah, Hidangan Nikmat Para Pejuang
Eksotisnya Istana Ratu Boko, Bangunan Termegah Pada Abad Ke-8
Gua Tompangnge, Guanya Kelelawar di Parepare
Menikmati Wisata Budaya dari Candi yang Terletak Paling Tinggi di Jogja
Candi Ijo, Candi Indah di Lereng Bukit, Letaknya Tertinggi di DIY
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di travel
Semantic Authority Linker
Benteng Marlborough, Benteng yang Menyimpan Sejarah Masa Lalu
Ikan Keumamah, Hidangan Nikmat Para Pejuang
Eksotisnya Istana Ratu Boko, Bangunan Termegah Pada Abad Ke-8
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda