SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API (STIEPAR API) Yogyakarta menggandeng Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Malaysia. Kolaborasi internasional ini diwujudkan melalui pelatihan pariwisata berkelanjutan yang digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Minggu (13/9).
Pelatihan pariwisata ini menyasar langsung para pengurus serta pengelola homestay setempat guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata daerah.
Perwakilan dari STIEPAR API Yogyakarta, Dr Setiawan Priatmoko menjelaskan dalam agenda ini pihak akademisi membagikan wawasan mendalam mengenai pentingnya memperhatikan aspek-aspek detail dalam operasional homestay. Menurutnya, peningkatan standar kualitas penginapan ini secara linier akan berkontribusi langsung pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga lokal.
Hadir sebagai pemateri dari perspektif global, dosen senior UNIMAS, Mr Shaik Azahar menyoroti tantangan masa sepi pengunjung (low season).
Ia memaparkan urgensi strategi diversifikasi produk bagi desa wisata.
Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang berkesinambungan dan tidak sekadar bertumpu pada momentum puncak liburan (peak season).
Ketua STIEPAR API Yogyakarta, Susilo Budi Winarno, menegaskan bahwa desa wisata merupakan representasi nyata dari konsep pariwisata berkelanjutan. Guna mempertahankan keberlangsungannya, sinergi yang kokoh antara pengelola desa dan kalangan akademisi wajib dijaga.
"Kami telah lama membangun kemitraan riset dengan berbagai universitas luar negeri yang menorehkan publikasi internasional bereputasi.
Melalui kolaborasi internasional ini, kami berkomitmen mengaplikasikan hasil-hasil riset tersebut ke dalam aksi nyata pengabdian masyarakat di Indonesia demi mendongkrak mutu pariwisata nasional," ujar Susilo.
Inisiatif edukatif ini disambut baik oleh pihak mitra di lapangan. Ketua Desa Wisata Pentingsari, Ir Ciptaningtyas menyampaikan apresiasi tingginya terhadap jalannya kegiatan. Menurutnya, perspektif ilmiah berbasis data yang disalurkan oleh para akademisi lintas negara ini memberikan fondasi yang sangat kuat bagi para pelaku wisata lokal dalam memetakan strategi dan menjawab tantangan industri pariwisata di masa depan.
Berita Terkait:
Speedboat 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Foto Terakhir Anak Krakatau Terkirim Pukul 18.13
Heli Basarnas Evakuasi Korban Selamat KM Virgo, 128 Orang Masih Dicari
BLT Rp600 Ribu Belum Cair, Pemerintah Diminta Buka Status Penyaluran
Baca juga:

