YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sabtu (20/6/2026) menjadi hari yang tak terlupakan bagi siswa PKBM Reksonegaran.
Festival Reksonegaran #2 hadir bukan sekadar pesta musik, melainkan sebuah perayaan pendidikan, kreativitas, dan kebersamaan yang mengguncang panggung dengan semangat spektakuler.
Pentas Musik & Gebrakan Baru
Suasana riuh tepuk tangan penonton mengiringi penampilan musik para siswa. Namun, yang membuat festival ini berbeda adalah visi besar Kepala PKBM Reksonegaran, Sudarmaji, yang menegaskan target unik untuk tahun ajaran baru, yaitu setiap siswa harus mampu tampil sebagai MC dan piawai memainkan alat musik.
Baca Juga : Mengenal TNI Lebih Dekat, PKBM Reksonegaran Kunjungi Kodim 0734 Kota Yogyakarta
“Kami ingin anak-anak punya ciri khas, berani bicara di depan umum, dan bisa mengekspresikan diri lewat musik,” ujarnya.
Untuk mendukung misi tersebut, PKBM Reksonegaran berencana menambah berbagai instrumen musik agar seluruh siswa dapat mengasah bakatnya secara maksimal.
Parenting & Inspirasi
Tak hanya hiburan, festival ini juga menyuguhkan sesi parenting bersama psikolog Ermin Emillia.
Materi yang dibawakan menjadi panduan berharga bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sehingga pendidikan di sekolah dan rumah berjalan selaras.
Raport & Harapan Baru
Festival ditutup dengan momen penuh haru: pembagian raport. Bukan sekadar angka, raport menjadi simbol pencapaian sekaligus harapan agar prestasi siswa terus meningkat di tahun ajaran mendatang.
Baca Juga : Reksonegaran Festival: Sinergi Pendidikan dan UMKM untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga
Penerimaan Siswa Baru
Sudarmaji menegaskan bahwa penerimaan siswa baru tetap terbuka, dengan syarat administrasi sederhana seperti fotokopi KK atau ijazah.
Bagi siswa mutasi, ditambah raport dan surat pindah dari sekolah asal.
Biaya pendidikan pun dijamin terjangkau dan disesuaikan kemampuan peserta, meliputi Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA).
Selain itu, PKBM Reksonegaran juga menyiapkan layanan khusus bagi anak-anak dengan tantangan kehidupan, agar tetap bisa belajar tanpa mengganggu teman lainnya.
Reksonegaran Festival #2 bukan sekadar acara tahunan, melainkan tonggak lahirnya ciri khas baru PKBM Reksonegaran: siswa berani bicara, berani tampil, dan berani bermusik. (cdr)

