Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Pengurus Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) DIY periode 2026-2030 Dikukuhkan di Loman Park Hotel Yogyakarta, Minggu, 12 April 2026.
Pengurus PERSI DIY terdiri dari 57 orang termasuk unsur majelis kode etik rumah sakit Indonesia (MAKERSI).
Ketua PERSI DIY Stephanie Maria mengatakan pengukuhan pengurus baru ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antar rumah sakit di tengah berbagai dinamika tantangan dunia kesehatan saat ini.
“Kami mengajak seluruh rumah sakit untuk berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” tutur Stephanie kepada awak media.
Dikatakan Stephanie, sampai saat ini rumah sakit di DIY masih menghadapi sejumlah tantangan seperti perubahan kebijakan yang terjadi secara cepat.
Kebijakan di sektor kesehatan juga terus berubah, khususnya terkait transformasi sistem kesehatan dan digitalisasi.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolUntuk itu, rumah sakit dituntut segera menyesuaikan diri seperti dalam penerapan rekam medis elektronik dan sistem berbasis kompetensi.
Di sisi lain, saat ini masih banyak regulasi turunan dari Undang-Undang Kesehatan yang belum sepenuhnya jelas.
Kondisi ini membuat rumah sakit harus terus beradaptasi di tengah ketidakpastian aturan. “Banyak aturan turunan yang masih disosialisasikan dan belum jelas kapan diberlakukan.
Ini membuat rumah sakit harus terus menyesuaikan diri,” tutur Stephani.
Untuk di Yogyakarta, sektor kesehatan memiliki keterbatasan tenaga kesehatan, misalnya dokter spesialis.
Kebutuhan tenaga medis sangat bergantung pada beban kerja dan layanan dari masing-masing rumah sakit.“Untuk tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, memang masih belum merata.
Kebutuhan tiap rumah sakit berbeda tergantung layanan yang disiapkan,” ucap Stephanie.
Sementara, Ketua MAKERSI DIY Darwito, menyatakan keberadaan PERSI dan MAKERSI bertujuan untuk mengawal mutu pelayanan kesehatan agar tetap optimal.
Kolaborasi antara pemerintah dan rumah sakit memiliki peranan penting demi pelayanan yang efektif dan efisien.
“PERSI dan MAKERSI hadir untuk mengawal agar pelayanan kesehatan berjalan baik melalui kolaborasi antara pemerintah dan rumah sakit, sehingga masyarakat bisa terlayani secara optimal,” pungkas Darwito.
(jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JOGJA
Local Intelligence Node
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
Sejarahwan Ungkap Bukti Baru Peran Prancis dan India (Sepoy) Peristiwa Geger Sepehi 1812
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026
Bahagianya Karyawan Difabel Rokok HS, Dapat Kesempatan Kerja Plus Mess
Sleman Akan Memiliki Wahana Kereta Gantung dengan Jalur Sepanjang 8 Kilometer
Jejak Penjarahan Inggris di Keraton Yogyakarta, Dari 7500 Naskah Kuno Hingga Hutan Jati
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Samsung Galaxy A57 5G, Seri Paling Tipis dengan AI Lebih Cerdas dan Performa Kencang
Ketum HMI MPO Palu Kecam Teror Aktivis
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
Jakarta Global City 2026: Transformasi Pusat Ekonomi Nasional Pasca Perpindahan Ibu Kota
Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Menuju Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Sejarah 2026
Sumbu Filosofis Yogyakarta 2026: Harmonisasi Heritage Digital dan Ekonomi Rakyat
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda