Sleman Akan Memiliki Wahana Kereta Gantung dengan Jalur Sepanjang 8 Kilometer

SLEMAN, BERNAS.ID-Dalam rangka menyambut Idul Fitri, Bupati Sleman Hardo Kiswoyo akan mengadakan open house di kediamannya yang berada di wilayah Godean, Minggu (22/3).
Selain bersilahturahmi langsung dengan masyarakat, sebagai wujud pelestarian tradisi Jawa yang bernama Ujung saat hari raya.
“Tradisi silahtutahmi ini harus dijaga di tengah perkembangan zaman karena peninggalan leluhur.
Tradisi ini hanya ada di Indonesia.
Di momen Idul Fitri ini, saya juga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” tutur Hardo, Kamis (19/3).
Untuk mendukung silahtutahmi masyarakat saat hari raya, Pemkab Sleman juga telah melakukan persiapan perbaikan jalan meski hanya menambal terlebih dahulu.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Harapannya, Jalur-jalur utama dan alternatif sudah bagus dilalui masyarakat.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045“Sebelum puasa sudah dilakukan perbaikan dari pihak PU.
Kami juga berkoordinasi dengan PU Pemda DIY karena luasnya wilayah yang mencakup Sleman.
Kami minta ijin dulu jika ingin memperbaiki dahulu,” tutur Hardo.
Bupati Sleman pun memproyeksikan dibukanya jalur tol akan berpengaruh kepada kunjungan wisata seperti libur panjang Nataru yang mampu melebihi Bali.
“Di sisi lain, wisata Sleman akan memiliki kereta gantung di wilayah Prambanan.
Kereta gantung ini akan memiliki jalur dari Candi Banyu Nibo ke kawasn Breksi.
Jalurnya sepanjang 8 kilometer dengan satu kereta mampu memuat 8 penumpang,” terangnya.
Hardo mengatakan saat ini, perijinannya sedang berproses dengan target dua bulan ke depan harus selesai.
Total proyek kereta gantung mencapai sekitar 200 milyar rupiah. Setelah Lebaran, baru akan melakukan paparan ke pihak provinsi.
“Tiketnya dijamin terjangkau agar mengungkit kunjungan wisatawan ke Sleman,” katanya.
Merespon proyeksi turunnya kunjungan wisatawan saat Lebaran di Sleman, Hardo kurang sepakat dengan Dinas Pariwisata Sleman karena masyarakat datang ke Sleman karena memang keistimewaan fasilitas dan objek wisata yang ada di Yogyakarta, khususnya Sleman.
Untuk itu, kesiapan objek wisata, keramah-tamahan, dan pelayanan di pusat-pusat kuliner menjadi kunci.
“Untuk masyarakat yang akan bersilahturahmi dan berwisata di Sleman untuk menaati rambu-rambu lalu-lintas.
Kendaraan harus sehat dan layak jalan. Kewaspadaan juga harus ditingkatkan saat berkendara,” pungkasnya. (jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JOGJA
Local Intelligence Node
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
Sejarahwan Ungkap Bukti Baru Peran Prancis dan India (Sepoy) Peristiwa Geger Sepehi 1812
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026
Menagih Hutang Sejarah: Menanti Langkah Prabowo Subianto Meneladani Keteguhan Sultan HB II Melawan Intervensi Asing
1000 KPM Yogyakarta Wisuda Tak Tergantung Pada Bantuan Sosial
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
1000 KPM Yogyakarta Wisuda Tak Tergantung Pada Bantuan Sosial
Jakarta Global City 2026: Transformasi Pusat Ekonomi Nasional Pasca Perpindahan Ibu Kota
Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Menuju Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Sejarah 2026
Sumbu Filosofis Yogyakarta 2026: Harmonisasi Heritage Digital dan Ekonomi Rakyat
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda