Warga Jakarta yang ingin berwisata ke Ancol harus menyiapkan biaya tiket masuk hingga parkir. Kondisi ini membuat Koalisi Warga Jakarta Bersatu kembali mendesak agar akses masuk kawasan wisata tersebut digratiskan, sehingga masyarakat bisa menikmati fasilitas rekreasi tanpa terbebani biaya awal yang dinilai cukup mahal.
Desakan Disampaikan ke DPRD DKI
Desakan itu disampaikan saat warga mendatangi DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/10/2026). Mereka meminta wakil rakyat memperjuangkan tiket masuk Ancol gratis bagi seluruh warga Jakarta, sekaligus mengkaji aturan yang disebut menjadi penghambat kebijakan tersebut.
Penjelasan Biaya Masuk Ancol
Juru Bicara Koalisi Warga Jakarta Bersatu, Andi, mengatakan biaya masuk Ancol dapat menjadi pengeluaran besar bagi keluarga yang ingin berlibur bersama. Dengan asumsi tarif parkir Rp25.000 dan tiket masuk Rp25.000 per orang, pengunjung yang membawa kendaraan harus mengeluarkan sedikitnya Rp50.000 untuk satu orang, belum termasuk anggota keluarga lainnya.
“Bayangkan kalau kita punya anak dua atau tiga, istri, bisa berlima. Dikali Rp25.000 kan cukup lumayan. Jadi, uang untuk masuk Ancol habis buat masuknya saja,” kata Andi seusai menyampaikan aspirasi.
Menurut dia, persoalan tersebut membuat akses rekreasi keluarga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Andi berharap masyarakat Jakarta, khususnya kalangan berpenghasilan rendah, memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati tempat wisata di kotanya sendiri.
“Yang utama adalah bagaimana masyarakat Jakarta di tengah indeks kebahagiaan yang menurun ini bisa merasakan masuk Ancol itu gratis, tiket Ancolnya,” ujarnya.
Lanjutan Audiensi dan Permasalahan Perda
Andi mengatakan, tuntutan itu merupakan kelanjutan audiensi warga dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pengelola Ancol. Dalam pertemuan sebelumnya, warga mendapat penjelasan bahwa terdapat persoalan peraturan daerah (perda) yang mengatur akses masuk kawasan wisata tersebut. Karena itu, warga kini meminta DPRD DKI menindaklanjuti persoalan regulasi tersebut. Mereka ingin aturan yang berlaku dikaji kembali agar kebijakan tiket gratis dapat diterapkan untuk masyarakat secara lebih luas.
Andi juga menyebut Koalisi Warga Jakarta Bersatu berencana kembali mengajukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia ingin meminta penjelasan langsung mengenai realisasi janji politik Pramono terkait penggratisan Ancol.
“Target kita adalah bagaimana bisa ketemu langsung dengan Bapak Pramono. Biar kita obrolkan juga kepada Pak Pram,” katanya.
Tanggapan Anggota Komisi B DPRD DKI
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, La Ode, mengatakan aspirasi warga akan menjadi catatan penting dalam rapat Komisi B. Namun, dia mengakui penggratisan tiket Ancol bagi seluruh warga Jakarta belum tentu bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena kemampuan anggaran daerah.
“Kalau APBD-nya cukup, mungkin saja. Kalau sekarang, saya langsung ngomong tadi, pasti enggak. Untuk sekarang mungkin belum bisa kita jembatani karena kondisinya tahu semua, luar biasa sekali kondisi sekarang,” ujar La Ode.
Alternatif Melalui Program CSR
Sebagai alternatif, La Ode menyebut pengelola Ancol memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dapat dimanfaatkan kelompok masyarakat tertentu untuk memperoleh akses masuk gratis. Kelompok yang dapat mengajukan, antara lain, komunitas duafa, anak yatim piatu, serta sekolah di kawasan padat penduduk miskin.
Pengajuan dilakukan melalui surat kepada pengelola Ancol dengan mencantumkan jumlah peserta, tanggal kunjungan, dan koordinator rombongan. Menurut La Ode, mekanisme tersebut diperlukan agar pemberian fasilitas gratis dapat tercatat dan dipertanggungjawabkan.
Namun, skema CSR itu berbeda dengan tuntutan warga yang menginginkan tiket gratis berlaku bagi seluruh masyarakat Jakarta, tanpa harus tergabung dalam komunitas atau mengajukan permohonan terlebih dahulu.
Andi menilai program tersebut perlu disosialisasikan secara luas apabila memang menjadi salah satu jalan keluar yang tersedia. Informasi, kata dia, tidak boleh hanya diketahui segelintir orang.
“Kalau Pemda berani, sosialisasikan saja di masyarakat melalui media-media massa atau kelurahan, kecamatan, bagaimana orang bisa masuk Ancol gratis,” ujarnya.
La Ode sendiri menyatakan warga Jakarta semestinya dapat menikmati fasilitas rekreasi di kotanya. Dia menegaskan Jakarta yang terus berkembang tidak boleh meninggalkan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Jakarta boleh modern, boleh makin jaya, makin keren, tapi enggak boleh meninggalkan warga, terutama warga wong cilik,” tuturnya.
Tindak Lanjut yang Ditunggu
Kini, warga menunggu tindak lanjut DPRD DKI melalui rapat Komisi B serta rencana audiensi dengan gubernur dan pengelola Ancol. Di tengah keterbatasan anggaran yang disampaikan DPRD, tuntutan tiket gratis masih membutuhkan kejelasan mengenai perubahan regulasi, sumber pembiayaan, dan mekanisme pelaksanaannya.
Baca juga:
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Mau Piknik ke Ancol Harus Bayar, Warga Jakarta Minta Tiket Gratis?
Warga Jakarta mendesak DPRD DKI agar tiket masuk Ancol digratiskan karena biaya parkir dan masuk dinilai memberatkan keluarga.
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




