Bernas.id – Secara medis, masyarakat perlu diedukasi kalau sudah menikah satu tahun dalam arti kumpul normal, tinggal serumah, dan tidak menunda hamil, tapi tak kunjung segera hamil. Setelah dua belas bulan, dianjurkan ke dokter kandungan sehingga akan dievaluasi, Konferensi Pers Bayi Tabung dengan Teknologi Terkini RSUP Dr Sardjito, halaman Grand Inna Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 8 Juni 2018.
?Tidak serta merta dianjurkan bayi tabung. Mungkin ada masalah pada sperma suami, saluran telurnya buntu, atau gangguan pada perkembangan telur, tapi prinsipnya setahun segera ke dokter,? kata dr Shofwal Widad, SpOG (K), Kepala Instansi Kesehatan Reproduksi RSUP Dr Sardjito.
Dokter Shofwal menyebut bahwa teknologi pembekuan embrio ini sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu di RSUP Sardjito. ?Untuk simpan beku, kita termasuk yang pioner di Indonesia.
Jadi, sekarang itu klinik bayi tabung di Indonesia ada dua puluh. Untuk di Jogja, satu-satunya di Sardjito. Pasien-pasien yang datang dari seluruh Indonesia mulai dari ujung Sumatera sampai ujung Papua.
Untuk bayi tabung, sebulan menangani 25 itu yang program fresh, artinya pasien yang mulai dari awal dari mulai memacu telur dan sebagainya,? bebernya.
Tahapan proses bayi tabung, dijelaskan dr Shofwal, yaitu memacu perkembangan telur dengan suntik hormon, memantau perkembangan telurnya, mengambil telur, mengambil sperma, menemukan membuahi telur dengan sperma, menumbuhkan embrio, menyeleksi embrio, sampai menanam embrio. ?Dari start sampai menanam embrio, butuh waktu 16 hari. Itu tidak mondok di rumah sakit. Jadi, hanya datang berkunjung dan pulang, itu pun tidak setiap hari datang ke rumah sakit.
Itu sesuatu yang tidak complicated. Itu simpel,? imbuhnya.
Setelah berhasil membuat embrio, lanjut dr Shofwal, yang penting embrio itu dimaintanance selama di tangki simpan beku, harus dijaga suhunya minus 70 derajad dengan nitrogen cair. ?Selama kita maintanance tangki itu dengan diisi nitrogen cair, sampai kapan pun akan bisa bertahan. Kalau klinik Sarjito itu menyimpan beku embiro, ada tujuannya.
Tujuannya suatu saat nanti akan ditanam, berarti ada batasan usia pasien. Jadi, menanam itu kan bukan pada usia pasien yang umur enam puluh, kan tidak mungkin. Jadi, akhirnya dibatasi usia pasien,?paparnya.
Disebut dr Shofwal, dilakukan simpan beku embrio itu karena biasanya ada kelebihan embrio, misalnya ketika bayi tabung, embrio yang terbentuk setelah hasil pembuahan misalnya ada empat. ?Kan tidak empat-empatnya ditanam, dimasukkan misalnya dua, lalu dua berhasil, berarti kelebihan tadi akan disimpan.
Katakanlah karena dia sebelumnya kesulitan hamil, ketika anaknya itu sudah umur dua tahun, si pasien ini akan datang untuk hamil lagi.
Jadi, rata-rata biasanya sekitar dua tahun atau empat tahun akan datang lagi untuk ditanam lagi,? ujarnya.
Dengan suatu klinik atau rumah sakit itu bisa menyimpan beku embrio, disebut dr Shofwal, keuntungannya adalah kalau misalnya nanti ada kelebihan embrio, berarti katakanlah akan mulai lagi tidak perlu mengulang dari nol lagi, tidak perlu memacu telur, tidak perlu mengambil telur, dan pembuahan. ?Itu kan step yang banyak di depan. Jadi tinggal bagian akhirnya saja yang diulang.
Jadi, ambil dari simpan beku dihangatkan kembali, kemudian kalau sudah siap, tinggal menanam lagi,? tukasnya.
Yang mungkin perlu disosialisasikan di masyarakat, sebut dr Shofwal, ada faktor-faktor yang menentukan keberhasilan itu karena bisa saja bervariasi. ?Ada yang keberhasilannya tinggi. Ada yang keberhasilannya rendah. Faktor yang utama umur pasien, katakanlah pasien yang datang usia 30 dengan pasien yang datang usia 43 keberhasilannya berbeda,? tuturnya.
Ditegaskan dr Shofwal, yang perlu disampaikan ke masyarakat adalah kalau memang ada yang punya problem gangguan kesuburan dan sudah ditangani dengan cara yang biasa tidak bisa, segera saja ikut bayi tabung. ?Karena nanti kalau misalnya datangnya terlambat, akan turun kemungkinannnya, terutama usia ibu karena masalah usia tidak bisa dikembalikan lagi.
Yang telah berhasil dan melahirkan, data di tempat kita berumur 44 tahun yang paling tua,? pesannya.
Diketahui RSUP Dr Sardjito merupakan salah satu rumah sakit pemerintah yang memberikan layanan program bayi tabung/infertilitas. Sejak tahun 1996, RSUP Dr Sardjito mulai menginisiasi program bayi tabung. Pada tahun 1997 lahir bayi tabung pertama di RSUP Dr Sardjito.
Sampai saat ini lebih dari 200 bayi tabung telah dilahirkan di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr Sardjito. (Jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Bayi Tabung, Pilihan Teknologi Terkini untuk Hamil?
RSUP Dr Sardjito merupakan salah satu rumah sakit pemerintah yang memberikan layanan program bayi tabung/infertilitas. Sejak tahun 1996, RSUP Dr Sardjito mulai...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

