Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dari Garasi Rumah, Mooryati Soedibyo Rintis Usaha Jamu dan Produk Kecantikan yang Kini Mendunia

Oleh: Redaksi Bernas•25 September 2021
Dari Garasi Rumah, Mooryati Soedibyo Rintis Usaha Jamu dan Produk Kecantikan yang Kini Mendunia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Mooryati memulai usaha jamu skala kecil di garasi rumahnya dengan modal Rp25.000. Dengan uang tersebut, dia mampu menghasilkan 100 botol beras kencur...."

🗓️ Dipublikasikan pada 25 September 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

BERNAS.ID – Sebagian orang mengenal Mustika Ratu sebagai merek produk kecantikan. Padahal, perseroan ini juga memproduksi jamu kesehatan tradisional Indonesia.

Bahkan, jamu merupakan produk pertama yang dirintis pada 1975. Sejarah panjang Mustika Ratu berawal dari perempuan bernama BRA Mooryati Soedibyo, yang merupakan cucu dari Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Paku Buwono X.

Mooryati lahir di Surakarta pada 1928 dari ibu bernama GRA Kussalbiyah.

Ayahnya adalah KRMTA Poornomo Hadiningrat, seorang bupati Demak. Tinggal di lingkungan kraton sejak usia 4 tahun, membuat masa kecilnya dipenuhi dengan pendidikan ala kerajaan, termasuk membuat jamu.

Baca Juga: AMWI: Jamu Jadi Produk Unggulan untuk Daya Tarik Wisata Medis 

Jamu merupakan minuman obat tradisional atau herbal dari tumbuhan berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Biasanya, ilmu meracik jamu diberikan secara turun-temurun bahkan hingga saat ini.

“Di bawah bimbingan eyang saya Sri Susuhunan Paku Buwono X, yang mendidik kami untuk meramu jamu dari tumbuhan berkhasiat asli Indonesia, untuk menjaga kesehatan dan kecantikan ala putra-putri Indonesia,” katanya, dalam program Telinga Podcast Indonesia, yang disiarkan secara virtual.

“Pengalaman tersebut memberikan inspirasi kepada saya untuk memperkenalkan produk kesehatan dan kecantikan dengan ramuan holistik Indonesia ke mancanegara,” imbuhnya.

Mustika Ratu memang telah memperluas pasarnya ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Irak, Taiwan, Czech Republik, Suriname, Oman, dan 20 negara lainnya.

Selain itu, Eropa juga akan menjadi fokus ekspor di semester 2 tahun ini.

Sebelum terkenal seperti sekarang, Mooryati memulai usaha jamu skala kecil di garasi rumahnya dengan modal Rp25.000. Dengan uang tersebut, dia mampu menghasilkan 100 botol beras kencur.

Jamu yang diolah secara tradisional itu mendapat tanggapan positif dari kerabat dan teman-temannya. Pesanan pun membludak, memicu semangat Mooryati untuk terus melestarikan warisan budaya tersebut.

Produknya juga semakin beragam, termasuk kosmetik tradisional diminati masyarakat di berbagai wilayah, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan.

PT Mustika Ratu memulai kegiatan usaha perseroannya pada 14 Maret 1978, dengan mendirikan kantor di Jalan Gatot Subroto Kav. 74-75 di Jakarta.

Kemudian, bisnisnya yang semakin berkembang membuat Mooryati akhirnya membangun pabrik di Ciracas, Jakarta Timur pada 8 April 1981. 

“Mustika Ratu berdiri pada tahun 1975, kemudian membangun pabrik di Ciracas, Jakarta Timur, pada tahun 1981 yang saat itu pabrik kosmetik dan jamu terbesar pertama di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Upaya Melestarikan Jamu Nusantara di Era Modern Melalui Wisata Medis

Untuk memperkuat struktur permodalan, perusahaan kosmetik dan jamu alami berteknologi tinggi berhasil memperoleh persetujuan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal, hingga resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (dulu PT Bursa Efek Jakarta) pada 1995.

Mustika Ratu memiliki misi untuk menjadikan warisan tradisi keluarga luhur sebagai basis industri perawatan kesehatan kebugaran dan kecantikan atau holistic wellness. Tumbuh-tumbuhan yang berasal dari alam diolah melalui teknologi modern yang berkelanjutan.

“Sejak berdirinya Mustika Ratu, fokus untuk menghadirkan produk dan treatment teknik yang mencakup perawatan kecantikan dari dalam dan luar,” kata Mooryati.

Maka pada 1997, ia mendirikan Taman Royal Heritage Spa yang menghadirkan perawatan dengan rempah-rempah asli Indonesia dan teknik Javanese Massage. Jamu dan perawatan kecantikan secara tradisional inilah yang diyakini mampu membesarkan wisata medis di Indonesia.

Menurut Mooryati, kekayaan alam dan warisan budaya Nusantara merupakan produk yang memiliki kearifan lokal sesuai dengan filosofi the body, mind, and spirit untuk mendukung pariwisata Indonesia berbasis wellness tourist.

Ia membawa Mustika Ratu ke berbagai negara untuk membagikan royal heritage ini kepada dunia sebagai bentuk ilmu pengetahuan yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

Pada 2000, distribusi produk dan franchise spa sudah sampai di berbagai negara di Asia, termasuk Asia Timur.

Mulai 2018, pasar penjualan Mustika Ratu sampai ke Kanada, AS, China, Irak, Selandia Baru, Bulgaria, dan sebagainya.

“Semoga jamu dan perawatan kesehatan berbasis budaya Indonesia semakin dikenal dan menjadi daya tarik bagi pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga: AWMI Siap Latih Nakes untuk “Upgrade Diri” Kembangkan Wisata Medis

Jamu memperoleh dukungan dari  dunia kedokteran di Tanah Air dengan melakukan penelitian dan pengembangan ramuan. Berbagai uji ilmiah terhadap jamu atau obat herbal ini apabila mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) akan menjadi obat modern asli Indonesia (OMAI).

OMAI tersebut berupa obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka (FF).

OMAI yang telah memperoleh berbagai nomor izin edar bisa direkomendasikan dokter dan tenaga medis dalam mencegah maupun mengobati penyakit. 

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Dari Garasi Rumah, Mooryati Soedibyo Rintis Usaha Jamu dan Produk Kecantikan yang Kini Mendunia?

Mooryati memulai usaha jamu skala kecil di garasi rumahnya dengan modal Rp25.000. Dengan uang tersebut, dia mampu menghasilkan 100 botol beras kencur....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Dari Garasi Rumah, Mooryati Soedibyo Rintis Usaha Jamu dan Produk Kecantikan yang Kini Mendunia”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.