Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Perpanjangan Jam Buka Pasar Beringharjo Bakal Dievaluasi

Oleh: Redaksi Bernas•19 Juni 2018
Perpanjangan Jam Buka Pasar Beringharjo Bakal Dievaluasi
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Jam buka pasar beringharjo beringharjo akan dievaluasi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 19 Juni 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

Bernas.id – Kepala Disperindag Kota Jogja Maryustion Tonang mengungkapkan, pihaknya dalam waktu dekat menggelar evaluasi atas uji coba Pasar Beringharjo yang buka sampai malam (pukul 21:00). Sebab, sejak awal diluncurkan April lalu, belum ada evaluasi program ini.

“Evaluasi setelah Lebaran. Soal waktunya nanti kami koordinasikan,” kata Maryustion, Rabu (20/06).

Mengenai aspek evaluasi, Maryustion menyatakan, tidak hanya terkait jam operasional, namun juga beberapa hal, termasuk fasilitas, animo pengunjung dan kesiapan pedagang. 

Dari sisi pedagang, sejauh ini pihaknya menilai ada respon positif dari pedagang.

Diperpanjangnya jam operasional Pasar Beringharjo dari pukul 17:00 menjadi pukul 21:00 menurutnya berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang. Namun, kata Maryustion, ada banyak hal perlu dilakukan perbaikan. 

?Termasuk kesiapan dalam jumlah personel keamanan,? katanya.

Selain itu, pada ajang evaluasi, Maryustion menerangkan, pihaknya juga bakal melakukan pencermatan atas sistem pola e-retribusi. Tujuannya adalah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pasar.

Penggunaannya sendiri terbilang mudah, dan cukup menggunakan HP yang sudah berbasis android.

Hal itu dimaksudkan memudahkan proses pembayaran karena bisa dilakukan hanya dengan sekali tap.

“Karena semua harus dipersiapkan lebih baik agar terus berjalan dengan baik,” terangnya.

Sementara disinggung mengenai kemungkinan menerapkan sistem operasional sampai malam ke sejumlah pasar tradisional lainnya, Maryustion mengungkapkan, hal tersebut kecil kemungkinan untuk direalisasikan tahun ini. Tidak hanya enggan menanggung risiko, Disperindag Kota juga harus melakukan persiapan lebih baik jika nantinya tetap menerapkan hal tersebut ke pasar selain Beringharjo.

“Pasar Beringharjo dulu. Kami karena kami juga harus pikirkan segmen yang pas,” pungkasnya. (Den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram