HarianBernas.com – Yogyakarta memang tak ada habisnya. Daerah Istimewa ini kian berbenah dari waktu ke waktu. Berawal dari Stasiun Tugu perjalanan dimulai.
Malioboro, salah satu destinasi yang tak pernah ketinggalan untuk disinggahi oleh para wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
Ada pula yang beranggapan belum lengkap rasanya berlibur ke Yogyakarta kalau belum singgah di Malioboro. Trotoar yang dulunya dipakai untuk parkir sepeda motor kini berubah. Malioboro kini mempunyai wajah baru dengan jalan khusus pedestriannya.
Kawasan ini rampung dipercantik pada akhir tahun 2016 lalu.
Anda bisa menikmati jalur khusus yang telah dirombak. Penataan pedestrian di sisi timur jalan Malioboro disediakan tempat duduk dan lampu-lampu kota. Anda bisa duduk bersantai sembari melihat dan menikmati kendaraan yang melintas, becak dan delman yang tengah menunggu penumpang.
?Dulunya memang sempit bahkan untuk parkir pun harus rebutan dengan pengendara motor lain.
Untuk berjalan menyusuri Malioboro harus berdesak-desakan dan kaget kalau ada motor mau parkir,? ungkap Dhayu seorang mahasiswa yang menimba Ilmu di UAJY.
Saat ini Malioboro semakin nyaman untuk dikunjungi setelah berbenah diri. Anda akan begitu bebas berjalan. Hal ini karena wajah baru pedestrian di Malioboro.
Tak akan ada lagi deretan motor terparkir di sepanjang trotoarnya, ditambah adanya puluhan bangku kayu yang sangat instagramable.
Malioboro telah menjadi landmark tak terpisahkan dari Kota Yogyakarta seperti Prancis dengan Parisnya. Lokasi kawasan Malioboro juga sangat strategis di antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih. Keberadaan Jalan Malioboro tidak terlepas dari konsep kota Yogyakarta yang ditata membujur dengan arah utara – selatan.
Konsep itu diperkuat dengan adanya pola “poros imajiner” dari arah utara menuju ke selatan dengan kraton sebagai pusatnya.
Malioboro menawarkan berbagai aktivitas belanja, mulai dari aktivitas belanja tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Keistimewaan berbelanja di Malioboro adanya proses tawar-menawar, khususnya komoditi barang cenderamata yang dijajakan.
?Gelang dari tali-tali, kalung-kalung unik yang harganya cuma sekitar Rp 15.000. Yang suka aksesori bakal keasikan memilih saking banyaknya dan lucu,? kata Niken yang mengaku kerap belanja ke kawasan Malioboro.
Pedagang kaki lima berjajar menjajakan dagangannya di sepanjang trotoar jalan Malioboro.
Anda akan menemukan aneka kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, kaos khas Jogja, gerabah, dan sebagainya.
Jika Anda suka selfie suasana malam hari di pedestrian Malioboro lebih romantis dan instagramable. Ada pula penampilan pemuda yang memainkan kolintang dan memeriahkan suasana malam hari di Malioboro. Menarik bukan?
Selamat jalan-jalan.

