Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong anak muda memanfaatkan bonus demografi untuk magang dan bekerja di Jepang. Penghasilan bersih di sektor otomotif ringan bisa mencapai Rp21 juta per bulan.
Dorongan disampaikan saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV serta Magang ke Jepang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Muncar, Banyuwangi.
Pemerintah mengalokasikan kuota 220.000 orang khusus lulusan SMA dan SMK dengan biaya ditanggung negara.
Banyuwangi menjadi salah satu daerah terbesar penyumbang tenaga kerja ke Jepang.
Tingkat pengangguran terbuka di daerah itu turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025 dengan sekitar 10.000 orang dari total penduduk 1,7 juta jiwa.
"Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai," kata Afriansyah, dikutip dari laporan ANTARA News.
Kuota 220 Ribu dan Biaya Penuh Negara
Pemerintah mengalokasikan kuota Pelatihan Vokasi Nasional sekitar 220.000 orang khusus lulusan SMA/SMK. Pembiayaan pelatihan itu ditanggung penuh oleh negara.
Afriansyah menggambarkan besaran penghasilan yang bisa diperoleh peserta bila berhasil bekerja di Jepang.
Ia menyebut pekerjaan di sektor otomotif ringan, seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, mampu menghasilkan penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan.
"Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan," ujar Afriansyah.
Banyuwangi sendiri disebut Afriansyah sebagai salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbesar ke Jepang.
Ia menilai keberadaan BPVP di Banyuwangi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mencetak tenaga kerja berkompetensi tinggi, termasuk kemampuan bahasa.
"Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang.
Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa," tutur Afriansyah.
Banyuwangi dan Angka Pengangguran yang Turun
Kabar baik datang dari sisi ketenagakerjaan daerah. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banyuwangi tercatat turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025.
Jumlah pengangguran di daerah itu sekitar 10.000 orang dari total penduduk sekitar 1,7 juta jiwa.
Namun Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengingatkan bahwa penurunan angka pengangguran tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan semata.
Ia menekankan pentingnya melihat kualitas kerja, bukan hanya kuantitas.
"Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja, akan tetapi kami juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja," kata Mujiono.
Peringatan itu relevan.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Bekerja di luar negeri memang menjanjikan pendapatan lebih tinggi, tetapi membawa risiko tersendiri bila kesiapan kompetensi, kemampuan bahasa, dan pemahaman hak pekerja migran tidak memadai.
Peluang dan Tantangan di Balik Remitansi
Peningkatan penempatan tenaga kerja ke Jepang membuka peluang bagi lembaga pelatihan vokasi, agensi penempatan, dan industri pendukung seperti kursus bahasa dan sertifikasi kompetensi.
Remitansi yang dikirim pekerja migran berpotensi menopang konsumsi rumah tangga dan investasi di daerah asal.
Seperti halnya dinamika ketenagakerjaan nasional yang dibahas dalam artikel tentang rekening otomatis 200 juta warga dan anggaran Rp11 triliun yang belum final, kesiapan ekosistem menjadi penentu apakah kebijakan berdampak optimal atau justru menimbulkan kerentanan baru.
Di sisi lain, ketergantungan pada pasar kerja luar negeri membawa risiko bila terjadi gejolak ekonomi global atau perubahan kebijakan imigrasi negara tujuan.
Perlindungan hukum pekerja migran pun menjadi sorotan publik, terutama menyangkut kesejahteraan selama bekerja di luar negeri.
Masalah perlindungan pekerja migran ini sejalan dengan persoalan kesejahteraan kelompok rentan yang kerap luput dari perhatian, seperti yang tergambar dalam laporan tentang asap karhutla yang mengancam anak-anak dan penerbangan di Sampit.
Perlindungan Pekerja Migran Jadi Kunci
BERNAS memandang penguatan ekosistem pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri negara tujuan menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.
Sertifikasi bahasa dan kompetensi yang diakui internasional harus menjadi standar, bukan pelengkap.
Pemerintah perlu memperkuat perlindungan hukum pekerja migran melalui perjanjian bilateral yang komprehensif. Layanan pendampingan pra-penempatan, selama bekerja, dan pasca-kembali juga harus tersedia secara konsisten.
Insentif bagi pekerja migran yang kembali untuk mentransfer keterampilan dan modal ke ekonomi lokal perlu dikembangkan.
Dengan begitu, manfaat jangka panjang tetap dirasakan di dalam negeri, bukan hanya mengalir ke negara tujuan.
Bagi calon pekerja, langkah awal yang bisa diambil adalah memanfaatkan pelatihan vokasi yang dibiayai negara, memperkuat kemampuan bahasa, dan memahami hak serta kewajiban sebelum berangkat.
Informasi lowongan dan program magang dapat dipantau melalui kanal resmi seperti Talent Pool BERNAS yang menghubungkan profil Anda dengan HRD tanpa membuka nomor HP.
[STRATEGI SOLUSI]
Jika Anda serius menyiapkan diri untuk peluang kerja global, langkah pertama adalah membangun kompetensi yang terukur.
BERNAS Network menyatukan Loker BERNAS, Magang BERNAS, dan bursa bisnis daerah dalam satu jaringan, termasuk program magang MBKM/TEFA yang terhubung langsung dari portal berita.
Jaringan ini masih dalam tahap beta, dan Anda bisa mendaftar untuk mendapatkan informasi lebih awal.
Untuk yang ingin memperdalam keterampilan digital dan otomasi, Training NLP + Vibecoding + AI dari BERNAS menawarkan kelas dan cohort dengan praktik sistem nyata.
Sementara bagi yang ingin menempuh jalur pendidikan sambil bekerja, UNMAHA (Universitas Mahakarya Asia) menyediakan jalur Magang Industri Dahulu dengan Kuliah Bebas SPP (SPP Rp 0) dan perkuliahan blended learning yang fleksibel.
Jangan tunggu peluang datang. Mulai dari satu langkah kecil hari ini: ikuti pelatihan, asah bahasa, dan siapkan diri Anda untuk pasar kerja yang lebih luas.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Wamenaker Dorong Anak Muda Manfaatkan Magang Kerja ke Jepang Rp21 Juta?
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong anak muda memanfaatkan bonus demografi lewat pelatihan vokasi dan magang ke Jepang. Di sektor otomotif ringan, penghasi
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




