Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Untuk Para Orang Tua, Anda Harus Tahu Plus Minus Teknologi Digital Bagi Anak-anak

Oleh: Redaksi Bernas•13 April 2023
Untuk Para Orang Tua, Anda Harus Tahu Plus Minus Teknologi Digital Bagi Anak-anak
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Budaya digital atau digital culture merupakan suatu hal yang membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarak..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 April 2023.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita teknologi terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Muhammad Farid Wadji mengatakan, budaya digital atau digital culture merupakan suatu hal yang membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarakat yang menggunakan teknologi internet.

Farid Wadji mengatakan itu dalam diskusi virtual bertema “Etika Pelajar di Dunia Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Siberkreasi Indonesia, Rabu (12/4/2023).

Menurut Farid, nilai-nilai dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan kecakapan dan karakter dalam beraktivitas di ruang digital.

Dia pun membagikan 7 cara cerdas dan bijak menggunakan media sosial (medsos). Pertama, cermat dalam membagikan unggahan, dan kedua jangan mudah menyebarkan informasi tidak akurat maupun isu SARA.

Baca Juga : Atasi Kesenjangan Digital, Pastikan Masyarakat Rasakan Manfaat Internet

“Manfaatkan sisi positif medsos, tetap jaga etika berbahasa, dan harus bisa menahan emosi. Selain itu, mengikuti orang-orang yang inspiratif dan membangun koneksi,” kata Farid.

Farid menyatakan, jati diri kita dalam ruang budaya digital tidak berbeda dengan budaya nondigital.

Justru, digitalisasi budaya memungkinkan kita mendokumentasikan kekayaan budaya nasional, dan membuka ruang untuk mewujudkan kreativitas.

Adapun manfaat dunia digital bagi anak-anak adalah memudahkan berkomunikasi, memudahkan peryebaran informasi, dan memudahkan proses pembelajaran, hingga menstimulasi otak untuk menumbuhkan kreativitas.

“Sedangkan sisi negatifnya teknologi digital bagi anak yaitu anak-anak yang menggunakan teknologi secara berlebihan cenderung memiliki masalah kesehatan mental, kekurangan fokus, kurang kreativitas, keterlambatan dalam belajar bahasa, dan beberapa masalah sosial lainnya,” ungkapnya.

Pembicara lainnya, Ibnu Novel Hafidz, S.Sos., MM, mengatakan fungsi media sosial di antaranya adalah untuk bersosialisasi, berekspresi, berbisnis, dan berbagi.

Ibnu kemudian membeberkan karakter budaya media sosial yaitu tidak ada ruang privat, setiap orang bisa menjadi orang lain, ada jejak digital, dan rawan terjadi kesalahpahaman.
Karena itu, dia menyarankan agar membuat konten-konten yang kreatif, bijak dan bermanfaat, dan mem-follow teman dekat dan bisa dipercaya.

“Berhati-hati menyebarkan berita, periksa dulu sumbernya, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan batasi penggunaan media sosial,” kata Ibnu.

Lalu, bagaimana sih cara untuk beretika di internet? Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Gilang Jiwana Adikara mengatakan, bagi siswa agar melatih empati, mencari lingkungan yang sportif, dan menjadi teman yang baik.

Sedangkan bagi guru dan para orang tua mengamati gejala pelaku dan korban perundungan di dunia maya (cyberbullying), dan berusaha menciptakan lingkungan yang sportif bagi korban.

“Guru dan orang tua juga harus membuka diri sebagai teman dan mendampingi anak-anaknya saat berinternet,” ujarnya.

Pertanyaan berikutnya, apa yang harus dilakukan jika menemui perilaku kurang beretika di media sosial? Gilang menyarankan para siswa untuk mengabaikannya dan memblokir kontak pelaku.

Jika berlanjut, disarankan mencari bantuan, bercerita kepada guru atau orang tua, dan laporkan ke platform media sosial.

Baca Juga : Kemenkominfo Sosialisasikan Cara Bertransaksi yang Positif, Kreatif dan Aman di Internet

Gilang menyarankan agar para guru dan orang tua untuk tidak menjustifikasi anak. “Dengarkan anak bercerita, karena mereka butuh didengar, bukan diceramahi. Tawarkan solusi, dan laporkan ke pihak berwajib jika perilaku pelaku sudah melewati batas,” katanya.

“Data 2023, sebanyak 60% pelajar merasa pernah mengalami cyberbullying,” tambah Gilang.

Sebagai informasi, berdasarkan survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori ‘Sedang’ dengan angka 3.54 dari 5,00.

Dan, perlu diketahui, Kemenkominfo bekerja sama dengan Siberkreasi Indonesia menggelar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), salah satu programnya adalah #MakinCakapDigital.

Informasi mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (***)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Untuk Para Orang Tua, Anda Harus Tahu Plus Minus Teknologi Digital Bagi Anak-anak?

Budaya digital atau digital culture merupakan suatu hal yang membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarak...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Digital & AI — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Untuk Para Orang Tua, Anda Harus Tahu Plus Minus Teknologi Digital Bagi Anak-anak”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem