Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Tak Persoalkan Harga di Pengecer, Kadang Ilmu Matematika Masyarakat Tak Dipahami Pemerintah

Oleh: Redaksi Bernas•4 Februari 2025
Tak Persoalkan Harga di Pengecer, Kadang Ilmu Matematika Masyarakat Tak Dipahami Pemerintah
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA,BERNAS.ID Bukan masalah antrinya saja susah, rakyat cari Pangkalan Resmi LPG saja juga susah, belum lagi ongkos menuju pangkalan juga lebih mahal diba..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Februari 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA,BERNAS.ID – Bukan masalah antrinya saja susah, rakyat cari Pangkalan Resmi LPG saja juga susah, belum lagi ongkos menuju pangkalan juga lebih mahal dibanding harga gas melonnya.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis, Uchok Sky Khadafi, menanggapi polemik kebijakan Menteri ESDM, terkait pengecer LPG 3Kg.

Baca Juga : Mujiyono Harap Pembatasan LPG 3 Kg Jangan Sampai Rugikan Masyarakat Kecil dan UMKM

Dalam hitungan Uchok, taruhlah harga di warung eceran Rp 23.000, harga di pangkalan hanya Rp 12.500,- itu lebih baik daripada beli kepangkalan ongkosnya Rp 20.000, malah jadi Rp. 32.500.

“Kadang – kadang ilmu matematika di masyarakat itu tak dipahami oleh pemangku kebijakan,” ungkapnya, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga : Menteri Bahlil Usulkan Pengecer LPG 3Kg Jadi Sub Pangkalan Gas

Jual gas melon lewat warung eceran, sambungnya juga memberikan keuntungan dan penghidupan bagi UMKM warung – warung kecil.

“Masyarakatnya tidak keberatan, lah malah pemerintahnya yang blingsatan, “ kata Uchok.

Dan Direktur Patra Niaga, Direktur Pertamina, Dan Menteri ESDm kurang cerdas. Kalau mau bebèrès mulailah dari para Tikus yang ada di dalam PATRA NIAGA, Pertamina, dan kementerian ESDM

“Misalnya habisi para direktur dan bawahanya yg kong-kalikong dg para pemain (maling) elpiji 12 kg. Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak agen elpiji 12 kg, yang memborong elpiji subsidi, lalu dijadikan menjadi elpiji 12 kg.

Itu salah satu membuat hancur, di samping menteri memang tidak kapabel, “ pungkasnya. (FIE)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram