Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Strategi Digital UMKM Pontianak: Menembus Batas Pasar Tradisional di Era Disrupsi

Oleh: Globe Newswire (Automated)•16 April 2026
Strategi Digital UMKM Pontianak: Menembus Batas Pasar Tradisional di Era Disrupsi
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"UMKM di Pontianak menghadapi ancaman nyata dari pergeseran ekonomi digital. Dengan kesenjangan data BPS yang lebar, transformasi menuju kemandirian ekonomi menjadi harga mati."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 April 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Pasar-pasar tradisional di Pontianak kini seolah bernostalgia dengan masa jayanya.

Kios-kios yang dulu ramai, kini banyak yang hanya bertahan dengan omzet minim, bahkan tak sedikit yang terpaksa gulung tikar.

Ini bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan alarm nyata akan adanya pergeseran ekonomi yang fundamental.

Para pedagang kecil, tulang punggung ekonomi akar rumput kota, kini merasa terhimpit oleh persaingan yang tak seimbang.

Mereka kesulitan bersaing dengan toko-toko modern dan platform belanja daring raksasa yang dengan mudah merangsek pasar lokal.

‐Dulu, mau jualan apa saja pasti laku.

Sekarang, dapat seratus ribu sehari saja sudah seperti mukjizat,‐ keluh Ibu Sarti, seorang pedagang bumbu di Pasar Flamboyan, mencerminkan frustrasi yang meluas di kalangan UMKM lokal.

Jeritan UMKM: Terjebak di Tengah Arus Digital

Penjualan yang stagnan dan biaya operasional yang terus meningkat menjadi momok. Banyak UMKM tradisional belum memiliki pemahaman atau akses ke strategi pemasaran digital yang efektif.

Mereka masih mengandalkan cara-cara konvensional, yang sayangnya, tidak lagi relevan di era konsumsi digital.

Pelatihan digitalisasi seringkali terasa seperti formalitas, tanpa tindak lanjut atau pendampingan yang konkret.

Situasi ini menciptakan jurang pemisah yang lebar. Satu sisi, pertumbuhan ekonomi digital melaju pesat. Sisi lain, ribuan UMKM di Pontianak masih tertinggal dalam pusaran ketidakpastian.

Menantang Elit Kota: Solusi Digitalisasi yang Mangkrak?

Lantas, di manakah peran strategis para pemangku kebijakan di Kota Pontianak? Apakah mereka benar-benar menyadari bahwa denyut nadi ekonomi rakyat ini kian melemah, bukan hanya sekadar stagnan?

Para pakar ekonomi lokal tidak pernah lelah menyerukan pentingnya transformasi digital. Namun, implementasinya di lapangan seolah jalan di tempat, terutama bagi UMKM yang masih gagap teknologi.

‐Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan.

Namun, pemerintah harus hadir dengan program yang konkret, terukur, dan mudah diakses, bukan sekadar seminar belaka,‐ ujar Dr. Citra Dewi, ekonom dari Universitas Tanjungpura.

Kesenjangan Nyata: Saat Data BPS Bicara Keras

Hasil Investigasi Tim Bernas menunjukkan data yang mengkhawatirkan.

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pontianak memang signifikan secara jumlah, namun laju pertumbuhannya tertinggal jauh.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan transaksi e-commerce di Kalimantan Barat melonjak dua digit dalam lima tahun terakhir.

Ironisnya, angka penyerapan tenaga kerja di sektor informal, tempat UMKM bernaung, cenderung stagnan. Ini menunjukkan kesenjangan digital yang kian menganga di Pontianak.

Bagaimana mungkin kita bisa mewujudkan ‘Asta Cita’ yang mengedepankan kemandirian ekonomi dan keadilan sosial jika fondasi UMKM kita rapuh?

Konsep ‘Koperasi Merah Putih’ yang seharusnya menjadi tulang punggung, justru belum mampu mengangkat mereka ke level kompetitif di tengah badai disrupsi digital.

Peluang Emas: Mengubah Tantangan Jadi Kemandirian

Potensi pasar digital Pontianak sangat besar. Ribuan UMKM bisa saja menjadi motor penggerak ekonomi baru jika dibekali dengan strategi dan alat yang tepat.

Ini bukan soal menyerah pada platform raksasa, melainkan menciptakan ruang sendiri.

Melalui pendampingan yang intensif, pelatihan praktis, dan akses ke permodalan digital, UMKM bisa bertransformasi. Mereka bisa memasarkan produk secara luas, menjangkau pelanggan di luar batas kota, bahkan global.

[STRATEGI SOLUSI] Tertarik membangun karir remote job yang merdeka dan profitabel? Kami sedang menyiapkan group WhatsApp eksklusif untuk berbagi peluang job internasional. Klik di sini untuk Antre di Waiting List.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram