Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Silaturahmi dengan Sri Sultan, Gerakan Nurani Bangsa Bahas Isu-isu Kebangsaan

Oleh: Paulus Yesaya Jati•24 Juli 2026
Silaturahmi dengan Sri Sultan, Gerakan Nurani Bangsa Bahas Isu-isu Kebangsaan
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Tokoh Gerakan Nurani Bangsa bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta untuk membahas isu kebangsaan dan penguatan tata kelola pemerintahan."
Silahturahmi GNB dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen

🗓️ Dipublikasikan pada 24 Juli 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) melakukan silaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7).

Gerakan Nurani Bangsa yang terdiri dari tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat masyarakat sipil selama tiga jam bertukar pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan, kondisi sosial kemasyarakatan, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keterbukaan, mencerminkan semangat silaturahmi dan dialog dalam memperkuat komunikasi antarelemen bangsa di tengah dinamika kehidupan nasional.

Tokoh yang Hadir

  • Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
  • Alissa Wahid
  • Lukman Hakim Saifuddin
  • Erry Riyana Hardjapamekas
  • Laode M. Syarif
  • Pdt. Gomar Gultom
  • Prof. M. Amin Abdullah
  • Ery Seda
  • A. Setyo Wibowo SJ
  • Beka Ulung Hapsara

Pernyataan Perwakilan GNB

Perwakilan GNB, Alissa Wahid, mengatakan kunjungan ke Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan yang dilakukan GNB dengan sejumlah tokoh nasional. Menurutnya, GNB memandang penting bersilaturahmi dengan Sri Sultan karena kondisi kebangsaan saat ini, sekaligus mempertimbangkan rekam jejak Sri Sultan serta peran historis Keraton Yogyakarta dalam perjalanan bangsa Indonesia.

"Kami bertemu dengan Sri Sultan karena kondisi kebangsaan saat ini, tetapi juga karena dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Keraton Yogyakarta tidak pernah memiliki peran yang kecil, selalu memberikan kontribusi besar, termasuk ketika Indonesia menghadapi masa-masa genting. Karena itu kami memandang penting berdialog dengan Sri Sultan dan menyampaikan berbagai pandangan serta aspirasi yang kami himpun dari masyarakat," terang Alissa.

Isu yang Dibahas

Dalam dialog tersebut, delegasi GNB menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pentingnya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara, penegakan hukum yang berintegritas, peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, serta komunikasi yang terbuka dalam penyusunan kebijakan publik.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. M. Amin Abdullah, mengatakan salah satu isu yang dibahas adalah pentingnya memperkuat akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, dialog juga menyinggung urgensi pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat pemberantasan korupsi.

Sementara itu, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang diterima GNB menunjukkan pentingnya membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi terselenggaranya pemerintahan yang efektif dan demokrasi yang sehat.

Pandangan tersebut diperkuat mantan Komisioner KPK Laode M. Syarif, yang menilai integritas aparat penegak hukum menjadi salah satu prasyarat utama dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Adapun Pdt. Gomar Gultom menekankan pentingnya dialog dan komunikasi dalam penyelesaian berbagai persoalan kebangsaan, termasuk yang berkaitan dengan Papua.

Posisi Gerakan Nurani Bangsa

Alissa Wahid menegaskan Gerakan Nurani Bangsa merupakan gerakan moral yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan tidak bergerak dalam ranah politik praktis.

Seluruh hasil dialog bersama berbagai tokoh bangsa, termasuk dalam silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, akan dirumuskan menjadi Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa yang direncanakan disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram