Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Peternak Ayam di Thailand Gunakan Ganja sebagai Pakan karena Berkhasiat

Oleh: Redaksi BERNAS•13 Juni 2022
Peternak Ayam di Thailand Gunakan Ganja sebagai Pakan karena Berkhasiat
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: wordpress-news.bernas.id
"Komunitas peternak ayam di Lampang, Thailand memanfaatkan karena memiliki khasiat terhadap ternaknya"

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Juni 2022.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

THAILAND, BERNAS.ID – Komunitas peternak ayam di Lampang, Thailand memanfaatkan karena memiliki khasiat terhadap ternaknya.

Pakan ganja terbukti mampu untuk meningkatkan kualitas telur dan daging ternak.

The Straits Times memberitakan pemberian makan ganja ke ayam dilakukan dalam eksperimen bersama Fakultas Agrikultur Universitas Chiang Mai.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina Sirin Chaemthet, Presiden dari komunitas ternak Peth Lanna menceritakan ayam ternak memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dalam menangkal penyakit itu, pun dapat bertahan dari cuaca buruk.

Hal itu bermula saat peternak memilih menggunakan mariyuana untuk mengobati induk ayam yang terkena bronkitis burung dan mulai membaik.

Sebelumnya diberikan antibiotik, tapi tak kunjung membaik.

Setelah itu komunitas ternak memutuskan untuk memberikan ganja pada ternak mereka. Chaemthet menuturkan nasi ayam yang berbahan daging ayam pemakan ganja mendapatkan respons baik.

Menurutnya, produk ayamnya memenuhi keinginan konsumen akan makanan sehat dan organik.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir Ia juga menilai ganja sebagai pakan ayam lebih mampu menjaga keamanan pangan konsumen mengingat antibiotik pada daging dan telur ayam dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia, seperti kemunculan alergi dan berkurangnya kekebalan tubuh.

Diketahui, Thailand menjadi negara pertama di Asia yang mengizinkan budidaya tanaman ganja di rumah.

Namun, ada sejumlah batasan dan larangan yang masih harus diperhatikan setiap warga dan pihak yang membudidayakan. (jat)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram