SLEMAN, BERNAS.ID - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bupati Sleman Cup Drag Bike 2026 siap digelar di Jalan Sumber-Kwayuhan, Minggir Sleman, 15 Agustus 2026. Ajang balap ini menjadi wadah bagi para pegiat otomotif untuk menyalurkan hobi secara legal, sekaligus menekan aksi balap liar.
Upaya Gerakkan Perekonomian
Mewakili Bupati Sleman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Abu Bakar mengatakan penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike menjadi upaya pemerintah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Sleman Barat.
“Ajang drag bike ini diharapkan memberikan efek ganda terhadap perekonomian masyarakat, terutama di Sleman Barat. Karena itu, kenyamanan dan keamanan penyelenggaraan harus menjadi perhatian utama,” tutur Abu kepada awak media, Senin (3/8).
Dikatakannya, lintasan drag bike akan memanfaatkan jalan Sumber-Kwayuhan sepanjang 200 meter. Keberhasilan pelaksanaan Kejurnas Drag Bike akan menjadi modal penting untuk menghadirkan lebih banyak event serupa di berbagai wilayah Sleman sehingga olahraga otomotif di Kabupaten Sleman akan semakin berkembang.
“Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat membantu mempublikasikan kegiatan ini sehingga animo penonton semakin tinggi,” kata Abu.
Abu menegaskan, penyelenggaraan drag bike di jalan umum memerlukan perhatian khusus, terutama pada aspek keselamatan dan pengelolaan penonton. Berbeda dengan sirkuit permanen, lokasi ini menuntut pengamanan yang lebih ketat dan terukur.
“Koordinasi dengan kepolisian dan IMI menjadi kunci agar event berjalan aman dan tertib,” katanya.
Dukungan IMI DIY
Sementara itu, Aziz selaku Perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY mengatakan organisasinya siap mendukung Kejurnas Drag Bike karena menjadi arena penjaringan dan pembinaan atlet otomotif di Yogyakarta.
“IMI merupakan rumah bagi para pecinta otomotif. Kami mendukung penuh kegiatan ini agar mampu mencetak bibit-bibit pembalap unggul seperti Ega Pratama dan pembalap berprestasi lainnya,” kata Aziz.
Dikatakannya, IMI DIY akan terus mendorong terwujudnya pembangunan sirkuit permanen di Yogyakarta. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat pembinaan pembalap sekaligus menjadi tempat yang aman bagi para penggemar drag bike.
“Kami berharap sirkuit permanen di Yogyakarta segera terwujud sehingga pembinaan pembalap dapat berjalan lebih maksimal dan lahir atlet-atlet otomotif yang berprestasi,” kata Aziz.
Ajakan Atlet Balap
Di sisi lain, Doni Tata Pradita atlet balap DIY mengajak generasi muda untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar. Ia pun mengimbau kalangan muda untuk memilih berkompetisi melalui jalur balap resmi.
“Sejak kecil saya tidak pernah melakukan balapan liar. Saya percaya balapan harus dilakukan di sirkuit atau arena yang legal karena dari sanalah lahir pembalap profesional,” kata Doni.
Kategori dan Hadiah
Kejuaraan ini menghadirkan empat kategori utama, yakni Point Bracket Street Legal, Point Sunmori Street Legal, Supporting Class, dan Point Street Legal dengan total lebih dari 20 kelas.
Pada kelas unggulan Point Bracket Street Legal, hadiah utama mencapai Rp3 juta untuk juara pertama. Sementara kelas Street Legal menyediakan hadiah hingga Rp1,5 juta bagi pemenang. Kategori lainnya seperti Point Sunmori dan Point Street Legal juga menawarkan hadiah jutaan rupiah bagi para juara.

