Muhammadiyah Jogja Expo #4 Jadi Panggung Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID-Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) #4 yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk, menjalin silaturahmi, sekaligus membangun jejaring kolaborasi.
Tidak hanya diikuti oleh warga Muhammadiyah, ajang ini juga menghadirkan 145 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM DIY melalui platform SiBakul.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Ir.
Srie Nurkyatsiwi, M.M.A., menyambut baik terselenggaranya MJE #4.
Menurutnya, pameran ini merupakan ruang penting untuk menguatkan kolaborasi antar pelaku UMKM, baik dari Muhammadiyah maupun masyarakat umum.
“Kolaborasi adalah kata kunci.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Para pelaku UMKM tidak bisa berjalan sendiri.
Harus ada kerja sama, inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi sesuai kebutuhan pasar,” ujar Srie.
Ia menekankan bahwa setiap produk UMKM harus diarahkan dengan tepat agar bisa diterima pasar.
“Pastinya kita harus menyesuaikan agar produk ini bisa diterima dan memiliki tujuan yang jelas,” tambahnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifBaca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi sebagai pilar baru gerakan Muhammadiyah, berdampingan dengan pendidikan dan kesehatan yang telah lebih dahulu berkembang.
Menurutnya, penguatan ekonomi merupakan implementasi nyata dari semangat teologi Al-Ma’un yang selama ini menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.
“Sudah saatnya Muhammadiyah mendorong umat Islam, khususnya warga persyarikatan, untuk memperkuat dimensi ekonomi.
Esensi pertolongan dalam surat Al-Ma’un bukan hanya pendidikan dan kesehatan, tetapi juga kesejahteraan, yaitu ekonomi,” ujar Agung dalam Pembukaan Muhammadiyah Jogja Expo #4, Jumat (12/9).
Agung menekankan, ekonomi yang dikembangkan Muhammadiyah bukanlah ekonomi kapitalistik yang hanya mengejar keuntungan, melainkan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Model yang diutamakan adalah ekonomi padat karya agar dapat menyerap banyak tenaga kerja, sekaligus menjadi solusi bagi pengangguran dan kemiskinan.
“Ekonomi yang harus kita kembangkan adalah ekonomi yang mampu mengatasi kemiskinan.
Bukan sekadar padat modal atau teknologi, tetapi juga padat karya sehingga banyak tenaga kerja terserap.
Dengan begitu, pengangguran berkurang, kemiskinan pun menurun,” tegasnya.
Ketua Panitia MJE #4, Yulianto Neri, menyampaikan bahwa expo tahun ini menjadi ruang strategis untuk diskusi, inovasi, dan kolaborasi antar-UMKM, khususnya yang berada dalam binaan Muhammadiyah.
Dengan UMKM sebagai tema utama, MJE #4 menegaskan pentingnya penguatan sektor ini.
Menurut Yulianto, UMKM menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja Indonesia, sehingga diperlukan upaya serius untuk melakukan upscaling dan penguatan daya saing.
Tak hanya menjadi etalase produk, expo ini juga ditargetkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
“Harapannya, dalam tiga hari pelaksanaan, nilai transaksi bisa menembus lebih dari Rp10 miliar,” jelasnya.
MJE #4 hadir bukan sekadar ajang pameran, tetapi wadah kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat UMKM Muhammadiyah dan memperluas jejaring dengan berbagai pihak demi pembangunan ekonomi bangsa.
(*)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Samsung Galaxy A57 5G, Seri Paling Tipis dengan AI Lebih Cerdas dan Performa Kencang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Samsung Galaxy A57 5G, Seri Paling Tipis dengan AI Lebih Cerdas dan Performa Kencang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Jakarta Genggam Peluang Emas: Mengapa Ibu Kota Wajib Jadi Pusat Remote Job Dunia?
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda