Kritik Proyek TransJabodetabek, DPRD: Subsidi Membengkak, Jakarta Sendirian Tanggung Beban

JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, mengkritik proyek TransJabodetabek yang dinilai terburu-buru dan terlalu dipaksakan.
Ia menyebut proyek ini menyebabkan subsidi transportasi DKI Jakarta membengkak hingga Rp400 miliar, padahal mayoritas pengguna berasal dari luar Jakarta.
“Harus jelas, berapa penumpang dari DKI dan dari luar DKI.
Kalau mayoritas dari luar, artinya kita menyubsidi warga non-Jakarta.
Ini tidak adil,” ujar Nur Afni, Senin (4/8/2025).
Baca Juga : Transportasi Tak Ramah Perempuan dan Anak, Afni Semprot Transjakarta
Otomatisasi Invoice & Procurement dengan AI — Gratis Trial
Invo1st memproses invoice, PO, dan 3-way matching secara otomatis. Hemat 80% waktu administrasi.
Daftar Sekarang — Gratis →Nur Afni menyoroti seluruh beban pembiayaan — mulai dari pengadaan bus listrik, subsidi operasional, hingga pembangunan halte — semuanya ditanggung oleh Jakarta.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifIa menyebut, usulan subsidi transportasi pada 2026 bahkan mencapai Rp7,2 triliun.
“Kalau TransJabodetabek dipaksakan sampai Bogor, Depok, Bekasi tanpa kontribusi dari pemda setempat, bisa jebol anggaran kita,” tegasnya.
Menurutnya, fasilitas pendukung seperti halte dan pool bus di daerah penyangga juga belum siap.
Saat ini, seluruh pool bus masih terpusat di Jakarta Timur.
Baca Juga : Pramono Anung Resmikan Rute Baru Transjabodetabek Bekasi–Dukuh Atas
“Haltenya mana?
Pool-nya belum ada. Sementara bantuan dari Pemda Depok, Bekasi, Tangerang?
Tidak ada,” ujarnya.
Ia juga menilai proyek TransJabodetabek tidak efektif mengatasi kemacetan jika kendaraan pribadi dari luar Jakarta tetap bebas masuk.
“Yang pakai TransJakarta masyarakat menengah ke bawah.
Yang punya mobil tetap bawa mobil pribadi.
PSO-nya tetap kita yang tanggung,” tambah politisi Demokrat itu.
Nur Afni menolak jika subsidi transportasi yang membengkak harus mengorbankan anggaran program lain di SKPD.
“Saya tidak mau efisiensi program lain hanya demi subsidi transportasi. Ini harus dihitung matang,” pungkasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Strategi Jitu Sumbar Sambut Indonesia Emas: Prodi Digital Global UNMAHA Buka Peluang Ka...
Riau Menuju Panggung Dunia: Strategi Mengisi Kesenjangan Digital dengan Karir Remote
Transformasi Digital Surabaya: Strategi Menembus Pasar Kerja Global dari Rumah
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda