YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Komunitas Mantan Pramugari dan Pramugara Garuda Indonesia (KOMPAG) kembali menebar kebaikan lewat kegiatan bakti sosial yang menyasar kelompok pekerja harian yang rentan, Selasa (28/7/2026) di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Kali ini perhatian mereka tertuju pada ibu-ibu pekerja pasar serta pengayuh becak kayuh yang sebagian besar sudah berusia lanjut dan belum beralih ke becak bermotor.
Konsistensi Kegiatan Sosial
Koordinator kegiatan sekaligus narasumber, Dewi Anggraini J menjelaskan, kegiatan ini bukan acara insidentil, melainkan wujud konsistensi komunitas yang menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri mereka. "Dasar berdirinya KOMPAG memang untuk menjalin silaturahmi antar sesama mantan awak kabin. Namun dalam setiap langkah dan kegiatan kami, selalu ada niat untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi mereka yang berhak menerimanya. Kegiatan seperti ini sudah kami jalankan secara rutin," ujar Dewi Anggraini J saat ditemui di lokasi pembagian bantuan.
Rincian Penerima Bantuan
Pada kesempatan kali ini, KOMPAG menyalurkan bantuan berupa santunan dana tunai dan nasi makan siang kepada total 213 orang. Rinciannya, 192 orang adalah ibu-ibu pekerja di lingkungan pasar, sedangkan 21 orang lainnya adalah pengayuh becak kayuh yang sehari-hari mengandalkan tenaga kaki untuk mencari nafkah.
Harapan dan Keterbukaan Keanggotaan
Dewi menambahkan, kehadiran mereka di usia yang tak lagi muda ingin membuktikan bahwa pengabdian tak berhenti saat masa tugas selesai. "Kami ingin membuktikan bahwa di sisa usia ini, kami tidak hanya sekadar berkumpul atau bersenang-senang. Ke mana pun kami pergi, kami selalu sisipkan niat berbagi. Tidak harus besar nilainya, yang tulus dan terus dilakukan itu yang penting," tegasnya.
Ke depan, KOMPAG berharap semangat gotong royong ini dapat terus terjaga. Dewi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak di luar anggota komunitas yang telah percaya dan turut mendukung terselenggaranya kegiatan sosial ini. Keanggotaan KOMPAG sendiri terbuka luas bagi seluruh mantan pramugari dan pramugara Garuda Indonesia yang telah memasuki masa pensiun, tanpa dibatasi masa tahun pengabdian. Dua pilar utama yang menjadi fondasi komunitas ini adalah menjaga tali persaudaraan serta menebar kepedulian kepada sesama.

