Komisi B Dorong Optimalisasi PAD Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta menjadi skala prioritas untuk meningkatkan kemampuan fiskal.
Upaya ini menjadi perhatian serius yang terus didorong oleh Komisi B DPRD Kota Yogyakarta.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Mohammad Sofyan, mengungkapkan seiring kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menuntut adanya berbagai penyesuaian.
Terutama menyangkut ekstensifikasi pajak daerah guna mendorong optimalisasi penerimaan PAD.
“Ekstensifikasi pajak daerah yang harus kita maksimalkan di tengah kondisi keuangan daerah saat ini.
Teman-teman di Komisi B sepakat untuk fokus terhadap PAD dibandingkan belanja.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Belanja memang penting namun kalau pendapatan daerah tidak balance juga akan menjadi persoalan,” urainya.
Baca Juga : DPRD Jogja, Efisiensi Tak Menyurutkan Pembahasan Raperda
Oleh karena itu dalam pembahasan rencana kerja bersama mitra eksekutif, pihaknya selalu mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan potensi pajak baru yang bisa digaet.
Termasuk dalam pembahasan rencana APBD 2026 mendatang yang akan segera dibahas, tak sebatas membahas rencana perubahan belanja melainkan sejauh mana masing-masing OPD mitra kerja Komisi B mengelola potensi PAD.
Sofyan menjabarkan PAD terdiri dari empat aspek yakni pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan lain-lain yang sah.
Dari empat aspek tersebut, pajak daerah dan retribusi daerah menjadi pemasok penurunan PAD yang cukup tinggi.
Dalam perubahan anggaran tahun ini pajak daerah dari sebelumnya ditarget Rp 719,7 miliar turun menjadi Rp 656,9 miliar atau turun 8,7 persen.
Sedangkan retribusi daerah dari sebelumnya Rp 80,5 miliar turun menjadi Rp 73,2 miliar atau turun 9 persen.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045“Pajak dan retribusi turunnya cukup lumayan.
Tetapi ada perimbangan dari pengelolaan aset dan pendapatan lain-lain yang bisa bertambah. Namun demikian, secara umum proyeksi PAD ada penurunan dari target awal.
Ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama seharusnya,” ucapnya.
Menurut Sofyan, secara umum kemampuan fiskal Pemkot Yogyakarta masih cukup bagus.
Akan tetapi jika sektor PAD tidak segera dioptimalisasi maka kemandirian keuangan daerah akan sulit terwujud.
Padahal kunci pembangunan bisa semakin baik manakala masing-masing daerah tidak bergantung terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Apalagi, khusus dari sektor pajak daerah, Pemkot Yogyakarta sama sekali tidak memiliki sumber daya alam yang bisa mengatrol pendapatan.
Pajak daerah yang dipungut Kota Yogyakarta, imbuh Sofyan, banyak berkutat pada sektor jasa akomodasi pariwisata.
Terutama pajak hotel dan pajak restoran.
Di samping itu juga pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak hiburan, pajak reklame, pajak parkir, pajak penerangan jalan umum, pajak air tanah, dan pajak sarang burung walet.
Baca Juga : Bahas Raperda Rusun, DPRD Jogja Arahkan Kikis Kemiskinan
Dua pajak terakhir yakni sarang burung walet dan air tanah, volumenya sangat kecil dibanding delapan pajak daerah lainnya.
“Hampir semua itu daya ungkitnya ialah sektor pariwisata. Salah satu ceruk baru yang bisa dijadikan potensi ialah keberadaan pusat oleh-oleh.
Ini bisa dikaji agar bisa memberikan sumbangsih terhadap PAD,” terangnya.
Ketika ekstensifikasi sudah bisa dilakukan dengan maksimal maka langkah selanjutnya ialah intensifikasi.
Yakni dengan memetakan secara matang keberadaan wajib pajak daerah agar meminimalisir celah kebocoran.
Upaya digitalisasi layanan pajak daerah pun menjadi salah satu solusinya.
Dengan layanan digital maka akan memudahkan wajib pajak daerah sehingga harapannya mendongkrak kesadaran dan kepatuhan atas kewajibannya.
“Yang paling penting juga, bagiamana tingkat kunjungan wisatawan harus memberikan dampak nyata bagi warga sekitar,” tutur Sofyan.
(Age)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Strategi Transformasi Talenta Jakarta Menembus Pasar Kerja Global 2024
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda