Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kinerja Ekonomi DIY pada Triwulan III 2026 Tumbuh Positif dengan Inflasi IHK Tetap Terjaga

Oleh: Deny Hermawan•5 November 2026
Kinerja Ekonomi DIY pada Triwulan III 2026 Tumbuh Positif dengan Inflasi IHK Tetap Terjaga
Foto: Deny Hermawan
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2026 mencapai 5,79% (yoy) menurut BPS, didorong utama industri pengolahan, akomodasi-makan minum, pertanian, dan konstruksi, kata BI DIY."
Ilustrasi industri makanan di Yogyakarta

🗓️ Dipublikasikan pada 5 November 2026.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,79% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,75% (yoy). Adapun share perekonomian DIY adalah sebesar 1,51% terhadap PDRB Jawa dan 0,85% terhadap PDB Nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan, dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi DIY utamanya didorong oleh LU Industri Pengolahan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Pertanian, serta Konstruksi. LU Industri Pengolahan tumbuh 5,36% (yoy) pada triwulan III 2026, termoderasi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,40% (yoy).

"Kinerja LU Industri Pengolahan utamanya didorong oleh kinerja subsektor Industri Makanan dan Minuman seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan libur sekolah, serta Industri Tekstil dan Pakaian Jadi didorong permintaan seragam tahun ajaran baru," ujarnya, Kamis, 5 November 2026.

Ia meneruskan, ekspor industri pengolahan turut tumbuh 11,27% (yoy).

Namun, kinerja LU Industri Pengolahan termoderasi dibandingkan triwulan sebelumnya seiring normalisasi permintaan pasca Ramadan dan HBKN Idulfitri serta Iduladha.

LU Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tetap mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 10,25% (yoy) pada triwulan III 2026, meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 10,56% (yoy).

Kinerja LU Akmamin utamanya didorong oleh masih tingginya aktivitas kunjungan wisata dan peningkatan hunian hotel berbintang yang tumbuh 3,98% (yoy) dan 21,57% (yoy). Meskipun demikian, adanya perlambatan kinerja LU Akmamin pada triwulan III dibandingkan triwulan sebelumnya utamanya dipengaruhi oleh normalisasi aktivitas masyarakat pasca festive season Ramadan dan periode HBKN Idulfitri serta Iduladha.

LU Konstruksi tumbuh 4,96% (yoy) pada triwulan III 2026, termoderasi dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh sebesar 7,82% (yoy).

Kinerja LU Konstruksi utamanya didorong oleh pembangunan sejumlah infrastruktur fisik yang masih berlangsung, antara lain proyek Tol Jogja-Solo, Tol Jogja-Bawen, pembangunan sarana dan prasarana, serta perbaikan dan peningkatan kualitas ruas jalan.

"Meskipun demikian, perlambatan kinerja LU konstruksi dibandingkan triwulan sebelumnya dipicu oleh mulai selesainya beberapa proyek multiyears, seperti Kelok 23, serta gedung DPRD DIY," ungkap dia.

Adapun LU Pertanian tumbuh 4,54% (yoy) pada triwulan III 2026, meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh 0,02% (yoy). Peningkatan kinerja LU Pertanian utamanya didorong oleh peningkatan produksi padi yang tumbuh 10,58% (yoy) sejalan dengan meningkatnya luas panen dan produktivitas padi pada periode berjalan, serta mulai memasukinya masa puncak panen pada komoditas ubi kayu.

Lebih lanjut, LU Informasi Komunikasi (Infokom) tumbuh 5,86% (yoy) pada triwulan III 2026, meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh 4,59% (yoy). Peningkatan kinerja LU Infokom utamanya didorong oleh meningkatnya transaksi online dari e-retail dan marketplace yang tumbuh 35,88% (yoy), berdasarkan penyampaian data Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Dari sisi Permintaan, pertumbuhan ekonomi DIY utamanya didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan Pengeluaran Pemerintah.

Kinerja Konsumsi Rumah Tangga pada triwulan III 2026 tumbuh 4,91% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2026 sebesar 4,80% (yoy).

Peningkatan kinerja konsumsi RT utamanya didorong oleh peningkatan kebutuhan sehari-hari sejalan dengan mulai memasukinya tahun ajaran baru.

Lebih lanjut, kinerja PMTB pada triwulan III 2026 tumbuh 4,72% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,95% (yoy).

Termoderasinya kinerja PMTB utamanya dipicu oleh melambatnya pertumbuhan realisasi belanja modal APBD dari 24,41% menjadi 16,29% pada triwulan III 2026.

Namun, perlambatan lebih dalam tertahan oleh berlanjutnya pembangunan infrastruktur jalan, gedung, dan fasilitas publik.

Adapun kinerja konsumsi pemerintah tumbuh meningkat sebesar 20,90% (yoy), meningkat dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 18,34% (yoy).

Kinerja konsumsi pemerintah yang tumbuh lebih tinggi utamanya dipengaruhi oleh percepatan realisasi belanja barang dan jasa pemerintah, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Berapa banyak invoice manual yang Anda cetak per bulan?

Tren pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan III 2026 diikuti dengan tingkat inflasi tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY yang terkendali pada Oktober 2026.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), IHK DIY pada Oktober 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,27% (mtm) lebih tinggi dibandingkan realisasi September 2026 yang mengalami inflasi sebesar 0,26% (mtm).

Inflasi tahunan DIY pada Oktober 2026 mencapai 3,02% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,18% (yoy).

Dengan demikian, inflasi DIY secara tahunan masih terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1% dan lebih rendah dari inflasi Nasional yang tercatat sebesar 3,23% (yoy).

Berdasarkan kota IHK, Kota Yogyakarta pada Oktober 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,21% (mtm) atau secara tahunan mencapai 2,92% (yoy).

Sedangkan Kab.Gunungkidul tercatat mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) sehingga inflasi tahunan mencapai 3,12% (yoy).

Secara umum, tekanan inflasi bulanan pada Oktober 2026 salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok komoditas Makanan, Minuman, dan Tembakau yang menyumbang andil inflasi sebesar 0,23% (mtm). Kenaikan harga kelompok tersebut terutama terjadi pada komoditas cabai merah, tomat, beras, dan cabai rawit dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,08% (mtm); 0,04% (mtm); 0,03% (mtm); dan 0,03% (mtm).

Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit antara lain dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari luar DIY di tengah pasokan yang relatif stabil.

Sementara itu, kenaikan harga tomat dipengaruhi oleh peningkatan permintaan di tengah ketersediaan pasokan yang relatif terbatas.

Adapun kenaikan harga beras sejalan dengan mulai berkurangnya pasokan gabah di tingkat petani seiring berakhirnya musim panen.

Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm) dengan andil deflasi sebesar 0,01% (mtm), terutama dipengaruhi oleh penurunan harga emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,02% (mtm).

Perkembangan harga emas perhiasan antara lain dipengaruhi oleh dinamika harga emas global.

Mencermati kondisi terkini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY optimis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 diprakirakan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 5,7-6,5% (yoy). Beberapa faktor pendorong pertumbuhan ekonomi DIY yang tetap kuat terutama didukung oleh: 1) aktivitas domestik yang masih terjaga seiring dengan masih kuatnya konsumsi masyarakat disertai dengan kenaikan UMP DIY 2026; 2) penguatan interkoneksi antarwilayah (Joglo-Semar); dan 3) potensi perluasan pasar ekspor baru, sejalan dengan telah ditandatanganinya perjanjian IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement).

Di sisi lain, tantangan perekonomian DIY terutama berasal dari ketidakpastian perekonomian global maupun domestik yang perlu diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi DIY yang berkualitas dan berkesinambungan tetap terjaga. Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Instansi terkait lainnya akan terus diperkuat guna meningkatkan perekonomian DIY, diantaranya melalui: 1) akselerasi konektivitas antar daerah, integrasi transportasi, dan penguatan promosi pariwisata; 2) diversifikasi produk ekspor dengan mengidentifikasi produk lokal yang memiliki potensi pasar internasional; dan 3) menjaga kepastian berusaha untuk menarik minat investor serta menjaga kinerja positif pariwisata.

Pada aspek pengendalian inflasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkomitmen dalam upaya pengendalian inflasi.

Mencermati perkembangan inflasi DIY hingga Oktober 2026, KPw BI DIY memprakirakan inflasi DIY pada 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1% (yoy), didukung oleh penguatan sinergi pengendalian inflasi dalam kerangka 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Berbagai langkah konkret terus diperkuat, antara lain melalui dukungan sarana dan prasarana pada sentra produksi, inisiasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas gabah, serta penguatan program MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) melalui MRANTASI Pesantren, MRANTASI Goes to Campus, dan MRANTASI Pasar.

"Berbagai inisiatif tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pasokan pangan, memperluas edukasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengendalian inflasi di DIY," tandasnya.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kinerja Ekonomi DIY pada Triwulan III 2026 Tumbuh Positif dengan Inflasi IHK Tetap Terjaga ?

Pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2026 mencapai 5,79% (yoy) menurut BPS, didorong utama industri pengolahan, akomodasi-makan minum, pertanian, dan konstruksi, kata BI DIY.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Bisnis & Strategi — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id. Tayang di halaman nasional, dengan tautan yang bisa dibuka siapa pun.

Terbitkan di BERNAS.id

“Kinerja Ekonomi DIY pada Triwulan III 2026 Tumbuh Positif dengan Inflasi IHK Tetap Terjaga ”

D
Deny Hermawan
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.