Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kenapa Gen Z RI Pilih QRIS? Ini 4 Alasan Versi Bank Indonesia

Oleh: Redaksi BERNAS•19 September 2026
Kenapa Gen Z RI Pilih QRIS? Ini 4 Alasan Versi Bank Indonesia
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Gen Z Indonesia makin meninggalkan uang tunai dan menjadikan QRIS sebagai identitas transaksi harian. Bank Indonesia menyebut setidaknya ada 4 alasan utama"

🗓️ Dipublikasikan pada 19 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

Gen Z Indonesia makin meninggalkan uang tunai dan beralih sepenuhnya ke QRIS.

Mengutip pemberitaan ANTARA (18 September 2026), setidaknya ada empat alasan utama yang membuat generasi digital native ini memilih QRIS sebagai metode pembayaran harian: efisiensi waktu, sifat universal, jangkauan luas, hingga kesadaran finansial yang makin tumbuh.

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai standar pembayaran berbasis kode QR yang dapat menerima pembayaran dari aplikasi apa pun, baik perbankan maupun dompet digital.

Meja Kasir yang Kini Hanya Punya Satu Kode

Dulu, meja kasir dipenuhi tumpukan akrilik pembayaran dari berbagai penyedia e-wallet. Kini tumpukan itu digantikan satu kode QRIS yang bisa menerima pembayaran dari aplikasi mana pun.

Bagi Gen Z yang sering memiliki lebih dari satu aplikasi keuangan, fleksibilitas ini terasa sangat memanjakan.

QRIS kini hadir di mana saja: kafe kekinian, festival musik, supermarket, hingga pedagang kaki lima dan UMKM di pasar tradisional. Empat Alasan yang Disebut ANTARA

Alasan pertama adalah efisiensi waktu. Bagi Gen Z, membayar tunai sering dianggap memakan waktu, mulai dari menunggu uang kembalian hingga menghitung lembaran uang.

Transaksi QRIS selesai dalam hitungan detik: buka aplikasi m-banking atau e-wallet, pindai kode, masukkan PIN.

Alasan kedua adalah sifat universal. Satu kode QRIS dapat menerima pembayaran dari aplikasi apa pun, sehingga tidak lagi memaksa konsumen membuka aplikasi tertentu yang sesuai dengan kode di meja kasir.

Alasan ketiga adalah jangkauan luas. QRIS tidak lagi hanya milik merchant besar. Pedagang kaki lima dan UMKM di pasar tradisional kini menerima pembayaran QRIS, memperluas inklusi keuangan secara nyata.

Alasan keempat adalah kesadaran finansial atau financial awareness.

Setiap transaksi QRIS tercatat otomatis pada riwayat mutasi aplikasi, memudahkan pengguna melacak pengeluaran harian dan mengevaluasi anggaran bulanan tanpa mencatat manual.

Sisi Lain Cashless Society yang Perlu Diwaspadai

Adopsi QRIS yang masif di kalangan Gen Z mempercepat terbentuknya ekosistem masyarakat tanpa uang tunai yang inklusif dan efisien.

Namun percepatan ini juga menuntut kesiapan infrastruktur digital dan literasi keuangan yang memadai.

Hal ini sejalan dengan Anthropic Buka Kantor Jakarta: Hub Asia Tenggara Resmi, Incar 30% Market Enterprise AI Indonesia yang menunjukkan gelombang adopsi teknologi digital di Indonesia makin deras, tidak hanya di sisi konsumen tetapi juga di sisi korporasi.

Penyedia jasa pembayaran, perbankan, dan dompet digital dituntut terus berinovasi dan memastikan keamanan transaksi, terutama ketika nilai transaksi meningkat seiring kebiasaan baru ini.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Tantangan untuk Bank Indonesia dan Industri Pembayaran

Kemudahan QRIS tidak otomatis berarti sehat secara finansial.

Tanpa literasi keuangan yang memadai, kemudahan memindai kode bisa berujung pada perilaku konsumtif yang tidak terkendali, terutama bagi Gen Z yang baru memasuki pasar kerja.

Seperti yang dibahas dalam ShopeeVIP+ Gandeng Netflix: Ancaman Monopoli Ekosistem Digital RI, konsolidasi ekosistem digital di Indonesia berjalan cepat dan berpotensi mempersempit pilihan konsumen bila tidak diimbangi perlindungan yang memadai.

Karena itu, penguatan perlindungan konsumen terhadap risiko fraud dan kebocoran data menjadi prasyarat agar ekosistem cashless ini tetap sehat, bukan sekadar cepat. Data Mutasi sebagai Cermin Perilaku Konsumsi

Salah satu implikasi paling menarik dari kebiasaan QRIS adalah munculnya jejak data mutasi yang sangat kaya.

Setiap transaksi meninggalkan rekam jejak yang bisa digunakan untuk memahami pola konsumsi Gen Z secara lebih presisi.

Data ini, jika dikelola dengan tata kelola yang baik, berpotensi menjadi bahan riset perilaku konsumen digital yang bermanfaat bagi industri pembayaran maupun pembuat kebijakan.

Namun ia juga menuntut kejelasan soal kepemilikan dan penggunaan data pribadi.

Ini bukan sekadar soal teknologi pembayaran, melainkan soal bagaimana ekosistem digital mengelola kepercayaan publik.

Seperti yang diulas dalam Era Baru AI: Raksasa Teknologi Global Guyur Triliunan Dolar untuk Infrastruktur 2026, infrastruktur digital menjadi fondasi yang menentukan arah ekonomi berikutnya.

STRATEGI SOLUSI

Kemudahan QRIS adalah pintu masuk. Yang menentukan apakah Gen Z benar-benar untung dari ekosistem ini adalah seberapa baik mereka mengelola uang, data, dan kebiasaan konsumsinya.

Untuk pelaku UMKM dan merchant yang ingin memanfaatkan gelombang transaksi digital ini secara lebih serius, langkah paling masuk akal adalah membangun kanal penjualan digital yang rapi dan terukur.

BERNAS menyediakan Jasa SEO & Ads untuk audit teknis, optimasi kata kunci, hingga placement media agar brand Anda lebih mudah ditemukan calon pembeli.

Jika Anda ingin membangun sistem website yang siap jualan dan berjalan dengan pendampingan, Website Cash Machine menyediakan template, SOP, dan pendampingan agar mitra bisa menjual jasa website dengan cepat.

Untuk bisnis yang ingin memetakan bagian mana yang bisa berjalan tanpa kehadiran pemilik, Adolo menawarkan Business Model Automation 5.0: memetakan proses bisnis lalu mengotomatiskannya satu per satu.

Dan bila Anda ingin naik kelas sebagai talenta digital yang siap kerja di era AI, UNMAHA membuka jalur Magang Industri Dahulu dengan kuliah bebas biaya SPP (SPP Rp 0).

Informasi pendaftaran bisa diakses di unmaha.ac.id/pmb.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kenapa Gen Z RI Pilih QRIS? Ini 4 Alasan Versi Bank Indonesia?

Gen Z Indonesia makin meninggalkan uang tunai dan menjadikan QRIS sebagai identitas transaksi harian. Bank Indonesia menyebut setidaknya ada 4 alasan utama

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Kenapa Gen Z RI Pilih QRIS? Ini 4 Alasan Versi Bank Indonesia”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.