Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kasus Kekerasan di Daycare, Totok Desak Evaluasi Total Izin Penitipan Anak

Oleh: Redaksi BERNAS•27 April 2026
Kasus Kekerasan di Daycare, Totok Desak Evaluasi Total Izin Penitipan Anak
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: wordpress-news.bernas.id
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto, memberikan reaksi keras terhadap terungkapnya praktik kekerasan dan penelantaran anak pada sebuah daycare di Kota Yogyakarta yang dikelola dengan cara tidak manusiawi. Politisi asal daerah pemilihan DIY ini mengaku sangat prihatin sekaligus malu atas kejadian tersebut, terlebih peristiwa memilukan ini terjadi"

🗓️ Dipublikasikan pada 27 April 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto, memberikan reaksi keras terhadap terungkapnya praktik kekerasan dan penelantaran anak pada sebuah daycare di Kota Yogyakarta yang dikelola dengan cara tidak manusiawi.

Politisi asal daerah pemilihan DIY ini mengaku sangat prihatin sekaligus malu atas kejadian tersebut, terlebih peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kota pelajar dan kota budaya dengan masyarakat yang terdidik serta kritis.

Totok menilai tindakan pengikatan anak-anak yang berlangsung dalam durasi lama merupakan bentuk kekerasan yang sangat berat dan memiliki dampak luar biasa bagi tumbuh kembang korban.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tragedi di Yogyakarta ini hanyalah fenomena gunung es yang kemungkinan besar juga terjadi di daerah lain di Indonesia namun belum terdeteksi.

Baca Juga : Kasus Kekerasan Anak di Daycare Jogja, Jumlah Tersangka 13, Perempuan Semua “Peristiwa yang terjadi di perempatan anak-anak ini, menurut saya merupakan peristiwa yang sangat luar biasa.

Terjadinya sudah sekian lama dan dari jenis tindakannya merupakan bentuk kekerasan yang cukup berat.

Dampaknya juga sangat besar,” ujar Totok Sudaryanto dalam keterangannya, Senin, (27/4/2026).

Guna mencegah kejadian serupa terulang, Totok mendesak pemerintah daerah untuk segera merumuskan kebijakan konkret dalam meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas penitipan anak.

Ia menyoroti kerentanan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang orang tuanya harus bekerja sehingga terpaksa menitipkan buah hati mereka.

Totok menegaskan bahwa langkah yang diambil tidak boleh hanya sebatas penanganan kasus per kasus, melainkan harus berupa perbaikan sistemik jangka panjang.

“Saya sebagai DPR RI merasa prihatin, merasa malu dan mengutuk tindakan ini dan mari kita benahi peraturan-peraturan masalah perizinan dan lain sebagainya.

Persyaratan untuk melakukan pelayanan penitipan anak dan sebagainya itu harus diperbaiki,” tegas Totok.

Ia juga menambahkan, “Peristiwa ini harus yang terakhir, tidak boleh lagi terjadi di Jogja apalagi di Indonesia.

Itu menjadi tanggung jawab kita bersama.” Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Komisaris Polisi Riski Adrian, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 53 dari 103 anak di yayasan tersebut diduga menjadi korban kekerasan.

Berdasarkan hasil visum pada tiga anak, ditemukan luka di pergelangan tangan akibat ikatan tali yang dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore.

Mirisnya, ikatan tersebut hanya dilepas saat mandi, makan, atau saat pengasuh akan mengambil foto sebagai laporan formalitas kepada orang tua.

“Berdasarkan hasil visum terhadap tiga orang anak, ditemukan luka-luka di bagian pergelangan yang diduga kuat merupakan bekas ikatan tali,” kata Adrian dalam konferensi pers, Senin (27/4/2026).

Baca Juga : Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Minta Polisi Usut Tuntas Pihak kepolisian menyebut motif ekonomi berada di balik tindakan ini, di mana pengelola terus menerima siswa tanpa batas demi keuntungan pribadi—dengan biaya paket hingga Rp1,5 juta per bulan—hingga rasio pengasuh tidak sebanding.

Praktik pengikatan ini diketahui merupakan instruksi lisan dari Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah kepada 11 pengasuh demi memudahkan pekerjaan mereka karena satu pengasuh harus menangani hingga 20 anak.

Saat ini, polisi juga tengah mendalami keterlibatan Dewan Pengawas yayasan yang diketahui berprofesi sebagai hakim.

Badan Pengawas Mahkamah Agung telah berkoordinasi untuk memantau pemeriksaan ini, sementara polisi bersama UPTD PPA tengah menyelidiki kemungkinan adanya pemberian obat-obatan seperti CTM serta potensi tindak kekerasan seksual melalui pemeriksaan psikiater.

(age)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kasus Kekerasan di Daycare, Totok Desak Evaluasi Total Izin Penitipan Anak?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Totok Daryanto, memberikan reaksi keras terhadap terungkapnya praktik kekerasan dan penelantaran anak pada sebuah daycare di Kota Yogyakarta yang dikelola dengan cara tidak manusiawi. Politisi asal daerah pemilihan DIY ini mengaku sangat prihatin sekaligus malu atas kejadian tersebut, terlebih peristiwa memilukan ini terjadi

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Kasus Kekerasan di Daycare, Totok Desak Evaluasi Total Izin Penitipan Anak”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem