Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Idayanti “Okky” Sudiro, Merangkai Emosi dan Energi dalam Literasi Keuangan Holistik

Oleh: Redaksi Bernas•13 Juni 2025
Idayanti “Okky” Sudiro, Merangkai Emosi dan Energi dalam Literasi Keuangan Holistik
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID Idayanti Sudiro, yang lebih dikenal dengan panggilan Okky, memulai perjalanan profesionalnya di dunia yang sangat rasional dan sistematis:..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Juni 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

JAKARTA, BERNAS.ID – Idayanti Sudiro, yang lebih dikenal dengan panggilan Okky, memulai perjalanan profesionalnya di dunia yang sangat rasional dan sistematis: dunia keuangan. Lulusan akuntansi ini sempat bekerja di berbagai perusahaan multinasional, mengurusi pembukuan, perpajakan, hingga perencanaan keuangan korporasi. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, Okky terbiasa dengan tabel, laporan, dan data yang menjadi rutinitas keseharian.

Namun seiring waktu, ia mulai merasakan kehampaan.

Ia melihat bahwa banyak orang, termasuk dirinya, yang terlihat “berhasil” secara finansial, tetapi merasa terjebak, stres, atau bahkan tidak bahagia.

Pengalaman pribadi dan pengamatan sosial inilah yang menjadi titik baliknya.

Ada Apa di Balik Angka?

Okky mulai mempertanyakan, Mengapa orang yang bergaji besar tetap hidup dari utang ke utang? Mengapa ada rasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk diri sendiri?

Kenapa keputusan keuangan seringkali diambil dengan emosi, bukan logika?

Pertanyaan-pertanyaan itu membawanya pada pencarian yang lebih dalam. Ia mulai mempelajari psikologi uang, mengenali dampak trauma masa kecil terhadap perilaku finansial, hingga menelusuri keterkaitan antara pola pikir, emosi, dan keputusan keuangan. Ia menyadari bahwa masalah keuangan bukan semata-mata soal angka, tetapi cerminan dari luka batin, kepercayaan, dan sistem nilai seseorang.

Baca Juga : Jahja B.

Soenarjo, Konsultan Andal yang Kini Fokus Membangun Ekosistem Bisnis

Pada tahun 2014, dari hasil perjalanan spiritual dan intelektual tersebut, Okky mendirikan Finance Wisdom Academy (FWA), sebuah ruang belajar yang tidak hanya membahas cara mengatur uang, tapi juga bagaimana menyembuhkan hubungan kita dengan uang.

FWA menawarkan pendekatan holistik terhadap literasi keuangan. Di sini, keuangan tidak hanya dipahami dari sisi teknis seperti budgeting, investasi, atau manajemen utang, tetapi juga dari sisi emosional dan spiritual. Peserta diajak menyelami akar-akar perilaku keuangan mereka: apakah didasari rasa takut, dendam, kekurangan, ataukah rasa syukur dan kelimpahan?

Menggabungkan Logika, Hati, dan Energi

Dalam setiap pelatihan dan kelas yang ia fasilitasi, Okky memadukan pendekatan rasional dengan pendekatan intuitif.

Ia tetap mengajarkan pencatatan dan perencanaan keuangan, namun selalu membingkainya dengan refleksi batin dan kesadaran diri.

Misalnya, sebelum membuat anggaran, peserta diminta merenungkan: Untuk apa saya menghasilkan uang? Apakah ini benar-benar nilai yang saya pegang?

Ia juga memperkenalkan konsep “energi uang” bahwa uang membawa getaran yang akan merespons energi batin si pemilik.

Uang yang dikelola dengan marah atau takut akan membawa hasil yang berbeda dengan uang yang dikelola dengan kasih dan kesadaran.

Okky tak segan membagikan pengalamannya sendiri yang pernah mengalami masa sulit secara emosional dan finansial. Ia belajar bahwa luka batin masa lalu, seperti pengalaman diremehkan, kurang dihargai, atau terlalu dibebani sejak kecil, bisa menjelma menjadi pola boros, perfeksionis, atau penghindar uang saat dewasa.

Sebagai fasilitator penyembuhan, ia menggunakan berbagai teknik seperti inner child healing, mindfulness, journaling, dan energetic coaching untuk membantu peserta menelusuri dan melepaskan pola-pola yang tidak memberdayakan. Banyak kliennya yang bukan hanya menjadi lebih cerdas secara finansial, tapi juga lebih damai dan utuh secara emosional.

Misi untuk Masyarakat Finansial Sehat

Bagi Okky, mengelola uang bukan sekadar keterampilan, tapi juga bentuk cinta terhadap diri sendiri.

Literasi keuangan yang ia bawa tidak menekankan ketakutan (“jangan boros”, “jangan salah investasi”), melainkan kesadaran dan kasih terhadap nilai-nilai hidup yang sejati.

Baca Juga : Rini Dina Ludji, Dedikasikan Pengabdian di Dunia Medis

Visinya sederhana namun dalam: menciptakan masyarakat yang sadar finansial, utuh secara emosional, dan selaras secara spiritual. Ia percaya, ketika seseorang berdamai dengan uang, maka ia juga sedang menyembuhkan dirinya sendiri. Dan dari sanalah, keberlimpahan sejati akan mengalir, bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam relasi, kesehatan, dan makna hidup.

Warisan dan Langkah ke Depan

Kini, lewat Finance Wisdom Academy, Okky terus berbagi ilmunya ke berbagai kalangan: ibu rumah tangga, profesional, wirausaha, hingga remaja.

Ia ingin memastikan bahwa pemahaman tentang uang yang sehat dan menyembuhkan bisa diakses siapa pun, sejak dini.

Baginya, uang bukanlah musuh atau sekadar alat. Uang adalah cermin, guru, dan sahabat yang bisa membantu manusia hidup lebih sadar, lebih utuh, dan lebih mencintai diri sendiri. (DID)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Idayanti “Okky” Sudiro, Merangkai Emosi dan Energi dalam Literasi Keuangan Holistik?

JAKARTA, BERNAS.ID Idayanti Sudiro, yang lebih dikenal dengan panggilan Okky, memulai perjalanan profesionalnya di dunia yang sangat rasional dan sistematis:...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Idayanti “Okky” Sudiro, Merangkai Emosi dan Energi dalam Literasi Keuangan Holistik”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.