Gunungan Buku Semarakkan Pembukaan Festival Sastra Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2025 resmi dibuka, Rabu, 30 Juli 2025, di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG).
Memeriahkan acara tersebut, gunungan buku dihadirkan dan diperebutkan oleh para pengunjung yang menghadiri pembukaan acara.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan FSY 2025 berlangsung mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2025 .
Dengan mengusung tema Rampak, yang memiliki makna serempak, setara, dan harmonis.
“Melalui FSY yang sudah masuk tahun ke-5 in tidak hanya sekedar menghadirkan sebuah perayaan literasi.
Namun juga bisa menampilkan kekayaan ekspresi sastra di Yogyakarta.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Gelaran kali ini juga menjadi lebih spesial, karena menjadi bagian dari rangkaian pra-event Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) XI 2025,” jelasnya.
Pihaknya menyatakan sejak awal dirintis pada tahun 2021, FSY konsisten menghadirkan tema yang merefleksikan dinamika kesusastraan dan kebudayaan Indonesia, yang juga melibatkan berbagai komunitas dan tokoh sastra.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolSeperti sastrawan dan akademisi UGM Ramayda Akmal, penulis dan Ketua Komunitas Suku Sastra Fairuzul Mumtaz, serta seniman pertunjukan yang sekaligus Direktur Festival Kebudayaan Yogyakarta Paksi Raras Alit.
“FSY 2025 adalah festival yang bernapas panjang, mengikuti semangat literasi Yogyakarta yang konsisten, kolaboratif, dan berakar kuat di masyarakat.
Lewat pendekatan kolaboratif, menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan literasi yang berpihak pada kemanusiaan,” terangnya.
Baca juga: Makna di Balik Gunungan
Sementara itu salah satu kurator yang juga merupakan Ketua Komunitas Suku Sastra, Fairuzul Mumtaz menyebut, Festival Sastra Yogyakarta 2025 melibatkan 60 lebih sastrawan.
Seperti Saut Situmorang, Dewi Lestari, hingga Mahfud Ikhwan.
Di mana ada 75 lebih penerbit yang juga bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY serta 50 komunitas sastra.
“Kurang lebih ada 30 program dalam Festival Sastra Yogyakarta.
Beberapa agenda utamanya adalah Pasar Sastra yang meliputi bazar buku, panggung diskusi, pameran komunitas.
Kemudian Sayembara Puisi, Susur Galur atau seri diskusi jejak komunitas sastra Yogyakarta, Panggung Teras, serta pembukaan dan penutupan festival yang dirancang sebagai peristiwa seni lintas medium,” ungkapnya.
Dalam Susur Galur misalnya, lanjut Fairuz, akan ada bincang sastra dari hulu ke hilir, regenerasinya, proses terciptanya, publikasinya, persinggungan antarkomunitas, bagaimana komunitas berdaya, bahkan juga bagaimana melihat prospek sastrawan ke depan.
“Festival ini juga diharapkan bisa memunculkan penulis atau sastrawan baru.
Ada sejumlah peserta yang ikut pitching naskah novel bersama penerbit Bentang Pustaka untuk kemudian diterbitkan.
Untuk saat ini memang baru berkolaborasi dengan Bentang Pustaka, ke depan semoga makin banyak penerbit yang ikut berkolaborasi dalam semangat melahirkan para penulis atau sastrawan baru,” tambahnya. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Tetap Normal
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Oleh-oleh Bakpia Pathuk 25 Paling Diminati Wisatawan di Libur Akhir Pekan
Ketum HMI MPO Palu Kecam Teror Aktivis
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Tetap Normal
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Strategi Jitu Sumbar Sambut Indonesia Emas: Prodi Digital Global UNMAHA Buka Peluang Ka...
Riau Menuju Panggung Dunia: Strategi Mengisi Kesenjangan Digital dengan Karir Remote
Transformasi Digital Surabaya: Strategi Menembus Pasar Kerja Global dari Rumah
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda