Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Gen Z Pilih QRIS Bayar Kopi, 4 Alasan Tinggalkan Uang Tunai

Oleh: Redaksi BERNAS•18 September 2026
Gen Z Pilih QRIS Bayar Kopi, 4 Alasan Tinggalkan Uang Tunai
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Generasi Z makin meninggalkan uang tunai dan beralih ke QRIS untuk transaksi harian. Empat alasan utama: efisiensi waktu, universalitas, kemudahan akses, d"

🗓️ Dipublikasikan pada 18 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

Generasi Z Indonesia makin meninggalkan kebiasaan membawa uang tunai dan beralih ke pembayaran berbasis kode QR, khususnya QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia.

Empat alasan utamanya adalah efisiensi waktu, sifat universal satu kode untuk semua aplikasi, kemudahan akses di berbagai merchant, dan kesadaran finansial karena setiap transaksi tercatat otomatis.

Perubahan ini terlihat jelas di keseharian anak muda.

Saat nongkrong di kafe kekinian, menghadiri festival musik, berbelanja di supermarket, atau membeli dagangan pedagang kaki lima, mereka nyaris tidak lagi mengeluarkan dompet berisi lembaran rupiah.

Yang mereka lakukan sederhana: buka aplikasi m-banking atau dompet digital, pindai kode QRIS, masukkan PIN, dan pembayaran selesai dalam hitungan detik. Tidak ada lagi ritual menunggu uang kembalian.

Meja kasir yang dulu dipenuhi tumpukan akrilik QR dari berbagai penyedia e-wallet kini digantikan satu kode QRIS tunggal. Fragmentasi pembayaran yang dulu menyulitkan konsumen maupun pedagang perlahan hilang.

Mengutip laporan ANTARA, karakteristik Gen Z sebagai digital native yang menyukai segala sesuatu serba cepat, praktis, dan efisien menjadi pendorong utama pergeseran ini.

Kebiasaan membawa uang tunai pun makin ditinggalkan.

Alasan pertama adalah efisiensi waktu. Transaksi QRIS selesai dalam hitungan detik tanpa perlu menunggu kembalian, sesuatu yang sangat dihargai konsumen muda yang terbiasa dengan kecepatan.

Alasan kedua adalah universalitas. Satu kode QRIS dapat menerima pembayaran dari aplikasi perbankan maupun dompet digital apa pun, tidak lagi terpisah per penyedia e-wallet seperti sebelum standar ini hadir.

Alasan ketiga adalah kemudahan akses. QRIS kini tersedia mulai dari kafe kekinian, festival musik, supermarket, hingga pedagang kaki lima dan UMKM pasar tradisional.

Alasan keempat adalah kesadaran finansial.

Setiap transaksi QRIS tercatat otomatis di riwayat mutasi aplikasi, memudahkan pelacakan pengeluaran, evaluasi anggaran bulanan, dan menghindari perilaku konsumtif tanpa pencatatan manual.

Bagi Gen Z, QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan bagian dari identitas transaksi digital mereka.

Hal ini sejalan dengan tren adopsi teknologi yang dibahas dalam Apple Intelligence "Indonesia Edition" Umumkan Dukungan Bahasa Indonesia di iOS 27 Beta, di mana ekosistem digital makin terintegrasi ke keseharian pengguna muda.

Namun di balik dominasi QRIS, muncul tantangan baru.

Literasi keuangan digital, keamanan transaksi, dan kesenjangan adopsi di segmen UMKM serta pedagang tradisional yang belum sepenuhnya siap infrastruktur menjadi pekerjaan rumah bersama.

Pedagang kecil yang belum teredukasi soal QRIS berisiko tertinggal dari arus transaksi konsumen muda. Padahal, konsumen Gen Z justru makin jarang membawa uang tunai.

Dari sisi bisnis, pergeseran ini membuka peluang besar bagi UMKM dan pedagang tradisional untuk menjangkau konsumen muda, sekaligus menekan biaya pengelolaan uang tunai.

Pelaku usaha yang belum mengadopsi QRIS berpotensi kehilangan pangsa pasar.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Ekosistem pembayaran digital juga mendorong pertumbuhan layanan perbankan dan dompet digital yang terintegrasi. Hal ini mempercepat terbentuknya masyarakat tanpa uang tunai yang inklusif dan efisien di Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah menjaga keamanan transaksi. Seiring makin banyaknya data transaksi mengalir di platform digital, risiko kejahatan siber perlu dimitigasi.

Prinsip kehati-hatian dalam penggunaan teknologi, seperti yang dibahas dalam Jangan Asal Pakai AI di Tempat Kerja, Pakar F5 Ungkap Risiko Data Bocor, relevan pula untuk literasi pembayaran digital.

BERNAS merekomendasikan tiga langkah strategis. Pertama, perluasan edukasi QRIS bagi pelaku UMKM dan pedagang tradisional agar tidak tertinggal dari arus transaksi konsumen muda.

Kedua, penguatan literasi keuangan digital bagi Gen Z untuk memitigasi risiko konsumtif dan kejahatan siber.

Ketiga, integrasi data transaksi QRIS dengan platform analitik keuangan pribadi untuk mendukung kesadaran finansial yang lebih terukur.

Sinergi antara regulator, penyedia jasa pembayaran, dan pelaku usaha diperlukan agar ekosistem cashless tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Tanpa itu, kesenjangan adopsi justru melebar.

Bagi pelaku bisnis, adopsi QRIS bukan lagi pilihan melainkan keharusan.

Pelaku usaha yang bergerak cepat memahami perilaku konsumen muda akan memetik manfaat lebih besar, sejalan dengan strategi ekspansi talenta digital yang dibahas dalam Ekspansi GoTo & Talenta Digital: Peluang Emas Alumni IT di Ekosistem Tech RI.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia akan menuju masyarakat tanpa uang tunai, melainkan seberapa inklusif transisi itu berjalan. Gen Z sudah memilih QRIS.

Kini giliran pelaku usaha dan regulator memastikan tak ada yang tertinggal.

[STRATEGI SOLUSI]

Bagi pelaku UMKM, pedagang tradisional, dan pemilik bisnis yang ingin menangkap gelombang transaksi digital Gen Z, saatnya membangun kehadiran digital yang serius. BERNAS menyediakan ekosistem lengkap untuk itu.

Mulai dari Jasa SEO & Ads BERNAS untuk audit teknis, optimasi kata kunci, dan content engine agar brand Anda ditemukan konsumen muda di Google.

Untuk distribusi dan amplifikasi brand ke jaringan media nasional terverifikasi, gunakan JasaPromo.id.

Jika Anda ingin membangun aset digital siap-pakai bertenaga otomasi AI, PabrikDigital.com memproduksi template sistem web dan platform konten programmatic.

Sementara Website Cash Machine (WCM) menawarkan sistem franchise untuk membangun bisnis website siap-pakai dengan template, SOP, dan pendampingan.

Untuk bisnis yang ingin memetakan bagian operasional yang bisa berjalan tanpa kehadiran pemilik, Adolo — Business Model Automation 5.0 hadir mengotomatiskan satu per satu.

Dan bagi yang membutuhkan roadmap transformasi digital berbasis AI, Consulting Business Plan menyediakan sesi konsultasi 1-on-1: diagnosa peluang, rekomendasi tools, hingga rencana eksekusi terukur.

Ingin mengasah kemampuan tim Anda membangun sistem otomasi dan produk digital dengan AI? Training NLP + Vibecoding + AI menyediakan kelas dan cohort dengan studi kasus nyata dari ekosistem sendiri.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Gen Z Pilih QRIS Bayar Kopi, 4 Alasan Tinggalkan Uang Tunai?

Generasi Z makin meninggalkan uang tunai dan beralih ke QRIS untuk transaksi harian. Empat alasan utama: efisiensi waktu, universalitas, kemudahan akses, d

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Gen Z Pilih QRIS Bayar Kopi, 4 Alasan Tinggalkan Uang Tunai”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.

    Gen Z Pilih QRIS Bayar Kopi, 4 Alasan Tinggalkan Uang Tunai