Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Fisipol UGM dan The University of Melbourne Perkuat Kolaborasi Global Bahas Masa Depan AI

Oleh: Paulus Yesaya Jati•20 Juli 2026
Fisipol UGM dan The University of Melbourne Perkuat Kolaborasi Global Bahas Masa Depan AI
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Fisipol UGM dan The University of Melbourne perkuat kolaborasi global untuk membahas masa depan AI."
The 6th Australia–Indonesia in Conversation (AIC) 2026 dengan tema "Is AI the Game-Changer?

🗓️ Dipublikasikan pada 20 Juli 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) bersama Faculty of Arts, The University of Melbourne kembali menyelenggarakan The 6th Australia–Indonesia in Conversation (AIC) 2026 dengan tema "Is AI the Game-Changer? Intelligence Unbound: Ethics, Power, and the Imagination of Life in the Digital Age." Forum akademik tahunan ini menghadirkan akademisi dan praktisi lintas keilmuan dari Indonesia dan Australia untuk membahas perkembangan kecerdasan artifisial (AI) melalui perspektif humaniora dan ilmu sosial, dengan fokus pada dimensi etika, kekuasaan, politik pengetahuan, kreativitas, hingga keberlanjutan ekologis.

Kolaborasi Strategis

Dekan FISIPOL UGM, Dr Wawan Mas'udi, menegaskan bahwa penyelenggaraan AIC 2026 merupakan bagian dari kolaborasi strategis yang telah terjalin lama antara Fisipol UGM dan The University of Melbourne. Kemitraan tersebut mencakup seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari program joint degree, double degree, staff exchange, hingga berbagai riset kolaboratif.

Dr Wawan Mas’udi juga menjelaskan bahwa inisiatif Australia–Indonesia in Conversation (AIC) lahir pada masa pandemi COVID-19.

Saat itu, kedua universitas sepakat membangun sebuah forum akademik internasional yang menempatkan dialog sebagai inti kolaborasi.

Berbeda dengan konferensi akademik pada umumnya, AIC dirancang sebagai ruang conversation yang mempertemukan para pakar untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dalam merespons berbagai tantangan global.

Kerja Sama dan Jaringan Akademik Global

Ia juga menekankan bahwa kerja sama kedua institusi turut berkontribusi pada penguatan jejaring akademik global melalui Global Humanities Alliance (GHA), konsorsium delapan universitas dunia yang mendorong pengembangan kajian humaniora, ilmu sosial, hak asasi manusia, serta dekolonisasi pengetahuan.

Perwakilan The University of Melbourne Assoc Prof Edwin Jurriëns, menambahkan bahwa kemitraan dengan Fisipol UGM ia nilai sebagai salah satu kolaborasi internasional yang memiliki dampak luas karena tidak hanya mencakup pendidikan dan penelitian, tetapi juga keterlibatan publik (public engagement) yang berkelanjutan.

Artificial Intelligence (AI) sebagai Isu Sosial, Politik, dan Kemanusiaan

Pemilihan tema AI pada AIC 2026 didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, forum ini menempatkan AI tidak semata sebagai persoalan teknologi, melainkan sebagai isu yang berkaitan erat dengan etika, relasi kekuasaan, budaya, politik, dan masa depan kehidupan sosial.

Assoc Prof Edwin Jurriëns menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi mengenai kemampuan mesin untuk berpikir, melainkan bagaimana masyarakat mampu berpikir kritis terkait dengan perkembangan AI dan menggunakannya secara bertanggung jawab. "Kita perlu mulai bertanya, sebagai manusia dengan identitas budaya dan relasi sosial yang kita miliki, bagaimana perkembangan AI memengaruhi cara kita bekerja, berinteraksi, dan menjalani kehidupan.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Yang menjadi pertanyaan bukan hanya bagaimana teknologi berkembang, tetapi juga bagaimana masa depan manusia, relasi antarmanusia, dan posisi kita di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Pendekatan Interdisipliner

Convener AIC 2026, Syaifa Tania menambahkan bahwa kompleksitas AI menuntut pendekatan interdisipliner. Oleh karena itu, AIC 2026 menghadirkan dua panel utama yang membahas AI dari sudut pandang tata kelola, politik pengetahuan, kreativitas, hingga keberlanjutan kehidupan manusia.

Panel 1: Tata Kelola AI, Etika, dan Politik Pengetahuan

Panel pertama bertajuk "Governing Intelligence: Ethics, Power, and the Politics of Knowing" menghadirkan Prof Robert Hassan dan Dr Silvia Montaña-Niño dari The University of Melbourne, serta Prof Ridi Ferdiana dan Pratiwi Utami PhD dari Universitas Gadjah Mada. Diskusi dipandu oleh Dr Indah Surya Wardhani.

Panel ini membahas bagaimana perkembangan AI tidak hanya menghadirkan lompatan teknologi, tetapi juga memunculkan persoalan baru mengenai tata kelola, distribusi kekuasaan, proses produksi pengetahuan, serta akuntabilitas dalam pengambilan keputusan berbasis algoritma.

Para pembicara menyoroti bahwa AI semakin berperan dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi digital.

Dalam paparannya mengenai konsep Homo Analogicus, Prof Robert Hassan menjelaskan bahwa Homo Analogicus adalah identitas sejati kita sebagai manusia, seorang makhluk yang secara alami berkembang melalui proses fisik, usaha yang memakan waktu, dan interaksi yang nyata dengan alam serta sesama, bukan melalui sistem otomatisasi instan yang ditawarkan oleh dunia digital.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Fisipol UGM dan The University of Melbourne Perkuat Kolaborasi Global Bahas Masa Depan AI?

Fisipol UGM dan The University of Melbourne perkuat kolaborasi global untuk membahas masa depan AI.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Fisipol UGM dan The University of Melbourne Perkuat Kolaborasi Global Bahas Masa Depan AI”

P
Paulus Yesaya Jati
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.