Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Wellness Tourism: 3 Potensi Bentang Alam Indonesia dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oleh: Redaksi Bernas•15 Januari 2022
Wellness Tourism: 3 Potensi Bentang Alam Indonesia dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Indonesia masih menyimpan berbagai bentang alam yang bisa diolah menjadi wisata kebugaran. Ternyata, bentang alam itu punya manfaat bagi kesehatan...."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 Januari 2022.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

BERNAS.ID – Berbicara tentang wellness tourism di Indonesia, kita tidak bisa memisahkan dengan potensi alam yang luar biasa. Bahkan, wisata kebugaran ini semakin didorong oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pada tahun lalu, Kemenparekraf menunjuk Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali sebagai lokasi pengembangan wellness tourism di Tanah Air. Sebagai informasi, wisata kebugaran dan wisata medis merupakan bagian dari wisata kesehatan.

Mengutip dari Global Wellness Institute, wellness tourism adalah bepergian dalam upaya untuk merawat atau meningkatkan kesehatan seseorang.

Wisata kebugaran bukanlah wisata medis, karena tidak menggunakan layanan dari rumah sakit atau klinik.

Baca Juga: AMWI: Jamu Jadi Produk Unggulan untuk Daya Tarik Wisata Medis 

Kemenparekraf merekomendasikan 5 destinasi yang bisa menunjang kesehatan dan kebugaran tubuh, antara lain:

Pura Mangkunegaran, Solo di Jawa Tengah

  • Menikmati keindahan bangunan peninggalan bergaya Jawa dan Eropa
  • Belajar tari tradisional Gambyong Retno Kusumo
  • Workshop membuat jamu

The Yoga Barn, Ubud di Bali

  • Yoga dan meditasi
  • Terapi aquatic bodywork atau sensasi pijat dalam air hangat
  • Terapi melukis

Rumah Atsiri, Karanganyar di Jawa Tengah

  • Belajar tanaman aroma
  • Rekreasi pendidikan dan produksi minyak atsiri

Pabrik Jamu Sido Muncul, Semarang di Jawa Tengah

Nurkadhatyan Spa Ambarukmo di Yogyakarta

  • Menikmati spa tradisional khas keraton Yogyakarta

Selain kelima tempat destinasi itu, sebenarnya Indonesia masih menyimpan berbagai kekayaan alam yang bisa diolah menjadi wisata kebugaran. 

Baca Juga: Menanti Kolaborasi Cantik dan Rasa Empati untuk Wisata Kesehatan Indonesia

Berbincang kepada Bernas.id, Pengamat dan Pelaku Health Tourism (Global Health Tourism Assistance), dr. Andry Edwin Dahlan mengatakan ada tiga bentang alam di Tanah Air yang belum dikembangkan bahkan diteliti lebih jauh.

Padahal, alam tersebut punya potensi besar dalam memajukan wisata kebugaran sehingga bisa mendatangkan devisa bagi negara. Dia menuturkan, Singapura yang merupakan negara kecil sudah mampu mengemas wisata kesehatannya menjadi devisa yang besar.

“Hebatnya wellness tourism itu ketika orang yang sudah divonis penyakit kemudian mereka bisa menemukan kesembuhan begitu interaksi dengan alam,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tiga bentang alam yang bisa diolah menjadi wellness tourism adalah geotermal, hutan, dan pantai.

Mengingat interaksi manusia dengan alam yang harus diperbanyak, maka diperlukan kerja sama antara dunia medis dengan bidang terkait lainnya, seperti kehutanan, kegunungapian, dan kelautan.

Gunung berapi di Indonesia. (Sumber: Pixabay/DannyDm)
Potensi Geothermal

Potensi geothermal atau panas bumi tidak hanya sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, namun juga punya manfaat bagi kesehatan manusia. Berdasarkan data Direktorat Panas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi panas bumi di Indonesia baru dimanfaatkan sebesar 8,9%.

Di sisi lain, ada 127 gunung api yang tersebar di Tanah Air dan jalur vulkanik yang mencapai lebih dari 7.000 km, yang belum diriset. Padahal, sumber daya alam tersebut bisa dijadikan sebagai geothermal therapy.

“Tapi 127 gunung api kita itu belum ada yang meriset geotermalnya.

Mestinya geologi dan kedokteran bisa berkolaborasi,” kata Dokter Andry.

Mengutip dari Think GeoEnergy, geothermal therapy atau terapi panas bumi memiliki manfaat bagi kesehatan seperti:

Perawatan kulit

Mineral yang terdiri dari silika dan magnesium baik untuk mengatasi kulit kering, bahkan bisa untuk membantu mengobati psoriasis atau bercak bersisik dan eksim.

Menghilangkan rasa sakit akibat nyeri sendi

Terapi ini membantu mengatasi rematik dan nyeri serupa hanya dengan berendam di air panas dengan santai.

Meningkatkan sirkulasi darah

Kandungan mineral air yang terdiri dari kalsium, natrium bikarbonat dan sejenisnya membantu meningkatkan sirkulasi secara keseluruhan dan aliran oksigen dalam tubuh.

Kualitas tidur lebih baik

Memang mandi air panas di rumah dapat membuat rileks. Namun, geothermal therapy berbeda karena ada jandungan garan yang dapat digunakan dalam terapi fisik sehingga membantu tidur lebih mudah dan nyenyak.

Ilustrasi hutan di Indonesia. (Sumber: Pixabay/Kanenori)
Potensi Hutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat luas tutupan hutan di Indonesia mencapai 95,6 juta hektare atau 52% dari total luas daratan. Taman Nasional dan hutan-hutan ukuran kecil juga bisa menjadi potensi forest therapy bagi wellness tourism di Tanah Air. 

“Taman Nasional kita ada 50-an lebih, belum hutan yang kecil.

Saya meneliti sebuah hutan kecil ke Bukit Peramun di Belitung, ada 200-an varietas tumbuhan obat,” tutur Dokter Andry.

Baca Juga: Upaya Melestarikan Jamu Nusantara di Era Modern Melalui Wisata Medis

Mengutip pernyataan dari Forest Service, Kementerian Pertanian Amerika Serikat, menjelajah hutan mampu meningkatkan sistem imun tubuh, mengurangi tekanan darah, meningkatkan energi dan suasana hati, serta membantu mempertahankan fokus.

Orang Jepang menyebutnya “shinrin-yoku” atau “mandi hutan”, di mana 20 menit saja menghabiskan waktu di hutan maka cukup untuk menghasilkan perubahan positif pada tubuh.

Melansir dari Psychology Today, “mandi hutan” atau forest bathing mampu meningkatkan antioksidan dalam tubuh secara signifikan. Lebih jauh, penelitian juga menyebutkan forest therapy atau terapi hutan mampu memberikan efek anti-kecemasan dan antidepresan.

Ilustrasi laut di Indonesia. (Sumber: Pexels/Stijn Dijkstra)
Potensi kelautan

Luas lautan di Indonesia menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan mencapai 3,25 juta km2. Belum lagi garis pantainya yang mencapai 99.083 km atau terpanjang kedua di dunia.

Menurut Dokter Andry, garis pantai di sebuah wilayah di Prancis yang tercatat hanya sepanjang 16 km, tapi memiliki pusat penelitian BioMarin, terapi, hotel, dan memberdayakan biota laut.

“Luas lautan 3 juta km2 lebih, tapi yang didayagunakan belum sampai 40%, hanya 15%.

Kita belum bisa disebut negara maritim, karena negara maritim itu 40% laut didayagunakan,” ujarnya.

Siapa sangka, lautan yang luas itu punya manfaat untuk kesehatan manusia, maka jangan heran dengan istilah vitamin sea. Mengutip dari Waves of Wellness Foundation, ada 6 manfaat besar menghabiskan waktu di laut, antara lain:

Alergi

Jika Anda punya alergi karena serbuk bunga dan semacamnya, cobalah berenang di laut dan biarkan hidung basah karena air laut. Larutan asin seperti air laut dapat membantu peradangan dan infeksi pada sinus.

Sistem pernapasan

Jika takut dengan air, cukup menghirup udara asin mampu membantu membersihkan paru-paru.

Penelitian lain bahkan menunjukkan, udara di lautan mampu mengurangi ketergantungan pada antibiotik tertentu.

Kebugaran

Berselancar ternyata mampu melepaskan endorfin positif pada otak. Belum lagi manfaat psikologis dari berselancar dan alam bebas sehingga bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan kebugaran.

Kulit

Organ terbesar pada tubuh ini juga dapat manfaat dari air garam. Penelitian University of Kiel di Jerman menyebutkan, manfaat magnesium yang merupakan mineral umum pada air laut, tidak hanya memperbaiki kulit kasar dan peradangan kulit.

Lebih jauh, air laut yang mengandung magnesium mampu membuat kulit terhidrasi dan lembab.

Flow State

Dalam psikologi, istilah flow state merujuk pada keadaan seseorang pada kondisi optimal atau versi terbaik dari diri.

Berselancar dan berenang di laut mampu mengantarkan seseorang pada kondisi tersebut.

Baca Juga: Aplikasi Pariwisata DIY Visiting Jogja, Resmi Diluncurkan

Hal ini terkait dengan produksi hormon pada otak, yakni dopamin, yang memengaruhi emosi, gerakan, sensasi, konsentrasi, rasa sakit, dan kesenangan.

Brown Fat

Seperti namanya, brown fat adalah jaringan lemak yang berwarna kecoklatan. Tubuh juga menyimpan lemak putih, yang merupakan hasil dari konsumsi kalori berlebih. Lemak putih dapat menyebabkan penyakit kronis terutama jika banyak disimpan di sekitar area perut.

Namun, brown fat menghasilkan panas dengan membakar kalori.

Orang yang punya brown fat lebih banyak bisa mengatasi suhu dingin. Maka dari itu, kita harus mengurangi lemak putih dan meningkatkan penyimpanan brown fat.

Berenang di air dingin seperti di laut dapat meningkatkan brown fat sehingga membantu mencegah obesitas.

Itulah tiga potensi bentang alam di Indonesia yang punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan bisa dikembangkan untuk wellness tourism.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Wellness Tourism: 3 Potensi Bentang Alam Indonesia dan Manfaatnya untuk Kesehatan?

Indonesia masih menyimpan berbagai bentang alam yang bisa diolah menjadi wisata kebugaran. Ternyata, bentang alam itu punya manfaat bagi kesehatan....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Tanya / Konsultasi Gratis

“Wellness Tourism: 3 Potensi Bentang Alam Indonesia dan Manfaatnya untuk Kesehatan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.