Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sleman Siapkan Skenario Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Objek Wisata

Oleh: Redaksi Bernas•1 November 2021
Sleman Siapkan Skenario Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Objek Wisata
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Seluruh komponen Pariwisata Sleman sudah siap untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrim pada destinasi pariwisata dan virus Covid-19..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 November 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID – Seluruh komponen pariwisata Sleman sudah siap untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem pada destinasi pariwisata dan virus Covid-19 yang masih belum hilang. Surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman terkait dampak bencana hidrometeorologi dan protokol kesehatan telah diberikan kepada setiap objek wisata.

Prakiraan BMKG menyebut pengaruh La-Nina di wilayah Yogyakarta berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan di atas normalnya atau rata ratanya, diawal musim penghujan bulan Oktober-November 2021.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk melakukan langkah antisipasi. “Kami telah menyampaikan surat edaran ke setiap destinasi wisata tentang dampak bencana hidrometeorologi. Kami edukasi untuk melakukan kesiapsiagaan pada penggiat wisata guna persiapan diri jika bencana datang,” tuturnya, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga Data Historis BMKG, Sleman Rentan Bencana Hidrometeorologi

Danang juga mengatakan Pemkab Sleman telah mempersiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana seperti dari Biaya Tidak Tetap (BTT) dan anggaran bantuan bencana sesuai Perbup Nomor 37. “Bantuan akan diberikan kepada warga terdampak bencana sebesar 30 persen dari kerusakan.

Baru kita kaji lagi untuk bisa mendapat 100 persen bagi warga tidak mampu karena secara geografis Sleman rawan bencana,” ujarnya.

Makwan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman mengatakan wilayah Sleman memiliki ancaman yang beragam, seperti bencana hidrometrologis, pancaroba dan Covid-19. “Untuk antisipasi kami sudah menyiapkan Early Warning System (EWS) di 16 titik dan sensor curah hujan dipuncak Merapi serta 4 titik EWS di area rawan longsor Prambanan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan BPBD Sleman telah menyiagakan 69 personil terbagi dalam Tim Reaksi Cepat, operator Pusdalop, operator EWS dan logistik yang siap 24 jam jika ada.ancaman bencana hidrometerologis.

Aris Herbandang, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman mengatakan pihaknya bersama para pelaku wisata telah bekerjasama dengan BPBD Sleman untuk melakukan pelatihan mitigasi bencana. Pelatihan mitigasi bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bencana alam bagi pengelola wisata di Kabupaten Sleman.

“Kami sudah menginstruksikan untuk melakukan koordinasi pemantauan cuaca, terlebih destinasi wisata yang rawan ancaman bencana hidrometrologis seperti jeep merapi dan desa wisata yang memiliki susur sungai,”ujar Bandang.

Ia mengatakan pelatihan mitigasi dan antisipasi ancaman bencana perlu didukung dengan kesadaran para pelaku wisata secara kolektif dan wisatawan. Saat ini, penggunaan aplikasi Pedulilindungi dan penerapan CHSE terus didorong di Kabupaten Sleman meski 70 persen sudah memiliki aplikasi PeduliLindungi.

“Untuk lonjakan wisatawan saat libur akhir tahun, apabila pengunjung sudah mencapai batas wisatawan bisa dialihkan di lokasi lainnya,” tukasnya. (jat) 

Tag:#umum

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram