HarianBernas.com – Bagi Anda yang tinggal di kawasan Asia Tenggara, mungkin Red Bull kurang familiar ditelinga Anda. Dan mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu Red Bull? Siapakah pendirinya?
Sesukses apa Red Bull?
Red Bull adalah perusahaan yang memproduksi minuman berenergi. Di wilayah Asia Tenggara minuman tersebut lebih dikenal dengan nama Kratingdaeng yang berasal dari bahasa Thailand yang berarti Banteng merah. Minuman berernegi tersebut dijual oleh Red Bull GmbH Austria.
Red Bull pertama kali dibuat oleh Dietrich Mateschitz ada tahun 1987.
Minuman Red Bull menjadi sangat populer dan menjadi sponsor di beberapa acara olahraga. Mateschitz awalnya adalah seorang direktur pemasaran internasional Blendax yang merupakan perusahaan pasta gigi Jerman.
Idenya mendirikan Red Bull ketika ia mengunjungi Thailand pada tahun 1982. Ia menemukan minuman energi dari Thailand yang membantu menyembuhkan mabuk yang ia alami setelah menempuh perjalanan.
Minuman tersebut bernama Kratingdaeng.
Sepulang dari Thailand, Mateschitz bekerjasama dengan TC Pharmaceutical (lisensi Blendax) untuk mengadaptasi Kratingdaeng untuk konsumen Eropa. Pada saat yang sama, Mateschitz mendirikan Red Bull GmbH.
Pada tahun 1987, Red Bull GmbH kemudian meluncurkan Red Bull versi Austria, dimana minuman tersebut sudah dikarbonasi dan tidak semanis resep Thailand aslinya. Formula tersebut kemudian berhasil menguasai setengah pasar minuman berernegi di Amerika Serikat dan menguasai 80% industry minuman berernegi di negara lain.
Ternyata minuman berernergi Kratingdaeng yang diadaptasi dari Thailand berhasil menguasai industry minuman berernegi di beberapa negara.
Sebelum diadaptasi, Kratingdaeng memiliki sejarah yang cukup panjang hingga menjadi minuman yang mungkin pernah Anda konsumsi.

