Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Menpora Tunggu Mekanisme Prokes Semua Cabang Olahraga dan Rencana Kompetisi ke Depan

Oleh: Redaksi Bernas•4 Februari 2021
Menpora Tunggu Mekanisme Prokes Semua Cabang Olahraga dan Rencana Kompetisi ke Depan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora RI Zainudin Amali menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membicarakan izin pelaksanaan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Februari 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita olahraga terbaru →

Bernas.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membicarakan izin pelaksanaan kompetisi sejumlah cabang olahraga seperti sepak bola, voli, basket, dan lainnya.

?Saya akan minta mereka memaparkan lagi untuk bisa memberi rekomendasi ke pihak Polri. Polisi pasti minta rekomendasi dari kami sebagai pegangan,? kata dia.

Kepala Bidang Kerja Sama Badan Intelijen Keamanan Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Besar Budi Sajidin mengatakan pihak kepolisian bisa saja memberikan izin penyelenggaraan kompetisi. Tetapi izin tersebut bisa terlaksana jika ada kesepakatan antara yang berkepentingan dan kepolisian.

Ia mengatakan bahwa ada kondisi serupa terjadi saat penyelenggaraan pilkada 2020.

Meskipun terdapat larangan berkerumun dan keramaian, namun akhirnya bisa mendapatkan izin sehingga pilkada bisa dilaksanakan dengan standar standar tertentu yang telah disepakati antara kepolisian dan Komisi Pemilihan Umum.

?Pilkada sudah ada kesepakatan yang dibuat. Kemungkinan ini juga perlu kesepakatan nanti dibuat dari Satgas COVID-19, Kemenpora, KONI, dan cabor.

Ini yang akan dibahas. Tapi kemungkinan dari pihak Polri saat ini hanya akan memberi izin untuk kegiatan yang tanpa penonton.

Jadi tolong kesepakatan ini dibangun seperti pilkada yang akhirnya bisa dilaksanakan,? ujar dia.

Zainudin Amali menekankan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti yang dilakukan kepolisian dan pemerintahan.

Ia tidak ingin digelarnya kompetisi dapat menjadi terobosan baru penyebaran covid-19 akibat adanya kerumunan.

Zainudin mengatakan hampir semua cabang olahraga berhenti menggelar latihan meskipun ada beberapa diantaranya masih melakukan aktivitas keolahragaannya.

Cabang olahraga yang masih melakukan kegiatan pelatnas yakni bulutangkis, angkat besi, dan menembak.

Ia mengatakan bahwa ketiga cabang olahraga tersebut telah mendapat tiket ke Olimpiade.

Jadi mereka meminta izin untuk tetap melakukan pelantas tetapi menggunakan protokol yang sangat ketat seperti pemain bulu tangkis yang sudah 3 bulan terkurung di Pelatnas.

“Jadi yang ada di pelatnas tidak bisa keluar dan yang ada di luar tidak bisa ke dalam, bahkan mendapat kirim dari keluarga baru boleh di buka setelah tiga hari. Jadi memang protokolnya ketat,” tambah Menpora.

Zainun melanjutkan bahwa cabang olahraga yang lain dapat melakukan melakukan latihan mandiri.

Sebab menurutnya, beberapa cabang olahraga jika berhenti latihan selama satu bulan, maka memerlukan waktu enam sampai tujuh bulan untuk pengkondisian.

Olehnya, mereka memilih untuk latihan secara mandiri. Sebelumnya, beberapa atlet pelatnas angkat besi dinyatakan positif terkena Covid-19.

Menurut Sekertaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto para atlet tertular Covid-19 setelah merekan diizinkan kembali ke daerahnya. 

Zainudin mengungkapkan dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga imunitas melalui aktivitas olahraga. Oleh karena itu, pihaknya telah meluncurkan 'Lomba Senam Stay At Home' sejak tanggal 1 mei hingga Agustus 2020. 

?Supaya masyarakat tetap bergerak (olahraga), karena dengan bergerak akan terjadi kebugaran fisik,? jelas Zainudin.

Selanjutya, dalam rangka pembiaan prestasi olahraga bagi kalangan atlet, Menpora mengmpulkan para stakeholder seperti KONI atau cabang olahraga dan pelaksana kompetisi kegiatan olahraga profesional guna merundingkan langkah yang harus diambil untuk tetap menyelenggarakan kegiatan olahraga di tengah pandemi seperti sekarang. Mereka telah menyepakati hal tersebut dangan menaati aturan yang telah dibuat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 guna menjalankan protokol kesehatan, meniadakan aktivitas kompetisi olahraga untuk sementara waktu dikarenakan dapat memicu kerumunan sehingga anjuran physical distancing terkendala.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan beberapa kegiatan pelatihan nasional para atlet yang berhubungan dengan agenda kompetisi olahraga di Indonesia misalnya Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya akan diadakan di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 yang kemudian diundur hingga Oktober 2021.  (Arl)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Menpora Tunggu Mekanisme Prokes Semua Cabang Olahraga dan Rencana Kompetisi ke Depan?

Bernas id Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora RI Zainudin Amali menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membicarakan izin pelaksanaan...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Menpora Tunggu Mekanisme Prokes Semua Cabang Olahraga dan Rencana Kompetisi ke Depan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.